Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
 Ilustrasi pramusaji/sinom dalam tradisi ladosan dhahar kembul bujana di pernikahan wong Solo. (Surakarta.go.id)
Espos Plus Soloraya

Ladosan, Jamuan Makan Bak Raja di Pernikahan Wong Solo

Jamuan makan di pernikahan warga Kota Solo, Jawa Tengah, memiliki ciri khas tersendiri yang unik, yaitu melayani tamu seperti raja.

Solopos.com, SOLO — Jamuan makan di pernikahan warga Kota Solo, Jawa Tengah, memiliki ciri khas tersendiri yang unik dan sarat makna filosofis. Tamu undangan pada pesta besar itu akan dilayani layaknya seorang raja dan bangsawan. Hal ini merupakan wujud tradisi budaya yang dipertahankan dari masa lampau sampai sekarang yang dikenal dengan sebutan Ladossan Dhahar Kembul Bujana alias piring terbang.

Tradisi makan ini melibatkan beberapa orang untuk memberikan layanan khusus pada anggota kerajaan. Para pramusajinya mengenakan pakaian adat yang identik dengan abdi dalem keraton. Pramusaji perempuan mengenakan kemben dan kain jarik, sedangkan laki-laki mengenakan kemeja peranakan berbahan lurik, kain jarik, dan blangkon.

Berita Terpopular
Indeks Berita
Part of Solopos.com
ISSN BRIN
Punya akun? Silahkan login
Daftar sekarang...
Support - FaQ
Privacy Policy
Tentang Kami
Kontak Kami
Night Mode