[ X ] CLOSE

Kurangi Beban Kerja Nakes, Pemkab Sragen Bentuk Tim Khusus Tracing dan Testing

Pemkab Sragen membentuk tim khusus tracing dan testing untuk mengurangi beban kerja para nakes khususnya yang bekerja di puskesmas.
Kurangi Beban Kerja Nakes, Pemkab Sragen Bentuk Tim Khusus Tracing dan Testing

Solopos.com, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen segera membentuk tim khusus tracing dan testing supaya guna mengurangi beban pekerjaan para tenaga kesehatan (nakes) puskesmas.

Dengan demikian, para nakes puskesmas bisa fokus melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk mencapai target herd immunity 70% dari populasi penduduk Sragen yang 775.774 orang sasaran.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto untuk membentuk tracing dan testing. Alasannya capaian testing di Sragen masih relatif rendah.

Baca Juga: PPKM Level 4 di Sragen Kemungkinan Diperpanjang 1 Pekan, Tapi…

Ia mengatakan dalam pelaksanaan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 target testing mestinya bisa mencapai 1.905 orang per hari. Tetapi capaian testing Sragen baru 490 orang per hari.

Yuni, sapaannya, sudah memprediksi testing yang meningkat dengan adanya tim tracing dan testing bentukan Pemkab Sragen bisa berdampak pada kasus baru yang juga naik.

Penjelasan Yuni itu disampaikan saat Zoom Meeting dengan camat dan stakeholders di Kecamatan Miri, Plupuh, dan Sambirejo, di Ruang Sragen Command Center (SCC), Selasa (2/8/2021).

Baca Juga: 19 Nyawa Melayang Sia-Sia, Tokoh Ini Minta Operasi Jebakan Tikus di Sragen Digalakkan

Nakes Fokus Akselerasi Vaksinasi

Yuni menyampaikan bila tim tracing dan testing itu terbentuk, nakes puskesmas bisa fokus pada akselerasi vaksinasi. Pekan lalu Sragen mendapat 20.000 dosis vaksin Astrazeneca dari Provinsi Jawa Tengah yang harus segera disuntikkan dan ditargetkan selesai pada 13 Agustus 2021.

“Fokus prioritas masih sama, yakni kelompok pralansia, lansia, dan pelayanan publik, seperti perangkat desa sampai jajaran RT/RW. Seperti tadi saya mengecek vaksinasi di Ngebung dan Krikilan, Kalijambe, ternyata animo warga lansia di dua desa itu cukup tinggi. Target 150 dosis vaksin ternyata harus ditambah,” jelasnya.

Khusus Astrazeneca, Yuni mengatakan akan ditambah obat paracetamol dan antimual untuk antisipasi efek samping. Penyuntikkan vaksin dosis kedua harus menunggu sampai tiga bulan.

Baca Juga: Kisah Misteri Eyang Watu, “Penunggu” Pasar Kota Sragen yang Keramat!

Dalam waktu dekat, kata Yuni, Sragen akan mendapat vaksin Moderna untuk nakes dan Sinopharm untuk penyandang disabilitas sebanyak 5.000 dosis.

Selain persoalan itu, Yuni mengingatkan kepada para camat supaya berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil untuk penjemputan warga yang isolasi mandiri di rumah menuju tempat isolasi mandiri terpusat Technopark Sragen atau Kragilan, Gemolong.

Penjemputan Warga Isolasi Mandiri

Ia berharap jangan sampai personel Grup II Kopassus yang digerakkan untuk penjemputan warga isolasi mandiri di rumah. Yuni juga menekankan hanya warga yang memenuhi syarat yang boleh isolasi mandiri di rumah.

Baca Juga: 15.600 Dosis Vaksin Covid-19 Didistribusikan Via 25 Puskesmas di Sragen

“Dari data yang masuk masih ada 623 orang warga yang isolasi mandiri di rumah. Data ini dari laporan puskesmas. Data ini cenderung menurun bila dibandingkan hari-hari sebelumnya,” katanya.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, dr Sri Subekti, mengatakan sasaran vaksinasi untuk mencapai herd immunity sebanyak 775.774 orang.

Realisasi vaksinasi sekarang, sebutnya, untuk dosis pertama sebanyak 96.643 orang atau 12,46% dan dosis dua 61.608 orang atau 7,49%. “Untuk mengejarnya dilakukan percepatan dengan menggerakkan desa sampai ke RT untuk jemput bola,” katanya.

Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago