Kulit Satwa Dilindungi Dibuat Kerajinan, Pria Jember Ditangkap Polisi

Polisi menangkap seorang perajin asal Jember, Jawa Timur (Jatim), yang menggunakan kulit dan kepala satwa dilindungi sebagai bahan pembuatan kerajinan.
SHARE
Kulit Satwa Dilindungi Dibuat Kerajinan, Pria Jember Ditangkap Polisi
SOLOPOS.COM - Kapolres Jember, AKBP Hery Purnomo (tengah), menunjukkan sejumlah barang bukti kerajinan berbahan satwa yang dilindungi di halaman Mapolres Jember, Rabu (25/5/2022). (Solopos.com-Antara/Zumrotun Solichah)

Solopos.com, JEMBER — Aparat Kepolisian Resor (Polres) Jember menangkap seorang perajin berinisial MMR, warga Desa Tembokrejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim) atas dugaan menggunakan kulit dan anggota tubuh satwa dilindungi untuk kerajinan.

“Tersangka ditangkap di rumahnya di Desa Tembokrejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember dengan menyita sejumlah barang bukti kerajinan dari satwa liar yang dilindungi,” kata Kapolres Jember, AKBP Hery Purnomo, dalam konferensi pers di Mapolres Jember, Rabu (25/5/2022).

PromosiBPJS Ketenagakerjaan Klaim Bikin Masyarakat Makin Aman, Yakin?

Beberapa barang bukti yang diamankan dari rumah tersangka yakni sejumlah kerajinan yang berasal dari hewan langka yang dilindungi Undang-Undang seperti kepala rusa dan kepala kijang yang sudah diawetkan, sabuk berbahan kulit harimau, tas berbahan kulit macan tutul, dan beberapa lembar kulit kijang serta kulit macan tutul yang sudah dikeringkan.

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

“Tersangka berperan mengolah atau memproses hewan yang dilindungi untuk dijadikan kerajinan seperti tas dan sabuk berbahan kulit atau kepala satwa yang dilindungi, untuk kemudian dijual kepada orang lain,” jelasnya.

Menurut Kapolres Jember, tersangka memasarkan kerajinan berbahan satwa liar yang dilindungi tersebut melalui media sosial dan sudah ada beberapa indikasi kerajinan itu yang laku terjual. Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman dan klarifikasi terkait hal tersebut.

Baca juga: BKSDA Sumsel Musnahkan 18 Satwa Dilindungi yang Diawetkan

“Tentunya ada yang memasok atau memberikan hewan liar yang dilindungi itu kepada yang bersangkutan. Saat ini pelaku dalam tahap pengejaran oleh penyidik Satreskrim Polres Jember,” katanya.

Berdasarkan keterangan tersangka, lanjut dia, beberapa satwa liar yang didapatkan untuk bahan kerajinan itu berasal dari wilayah Sumatra. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan hewan langka itu juga di dapatkan di wilayah sekitar Jember.

“Tersangka dijerat pasal 40 ayat 2 jo pasal 21 ayat 2 UUD No 45 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Tersangka juga dijerat dengan Peraturan Menteri Lingkungan hidup dan kehutanan RI Nomor 106 tahun 2018 tentang Jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi,” ujarnya.

Baca juga: Diklaim Punah, Ini Cerita Kemunculan Harimau Jawa di Sejumlah Tempat

Atas perbuatannya itu, perajin asal Jember ini pun terancam hukuman pennjara selama lima tahun dan denda maksimal Rp100 juta.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago