top ear
Ilustrasi tempat makan. (Freepik)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi tempat makan. (Freepik)

Kudu Tahu! Ini 7 Ciri-Ciri Warung Pakai Jin Pelaris

Kisah misteri kali ini membahas ciri-ciri warung yang memakai jin pelaris untuk pesugihan.
Diterbitkan Minggu, 9/08/2020 - 15:00 WIB
oleh Solopos.com/Chelin Indra Sushmita
2 menit baca

Solopos.com, SOLO – Kabar warung makan yang ramai karena pesugihan dengan jin pelaris bukan rahasia lagi. Sampai saat ini diyakini masih ada sejumlah tempat yang mengandalkan pesugihan dalam mencari pelanggan.

Pengelola channel Youtube Ainun Thahira yang sering mengulas hal-hal mistis mengunggah video tentang ciri-ciri warung yang memanfaatkan ajian pelaris, Minggu (5/7/2020).

Menurut Ainun, ajian penglaris bisa dipakai di berbagai tempat, mulai dari rumah makan, toko baju, toko kelontong, dan sebagainya. Sesuai dengan namanya, keberadaan jin pada ajian pelaris membantu agar suatu toko memiliki banyak pembeli.

Mbah Minto Klaten Kantongi Uang Ratusan Juta Berkat Vlog

Ada beberapa jenis ajian pelaris, yaitu dengan memanfaatkan jin peludah, jin penjilat piring, pocong, jimat, benda-benda keramat, ajian sempak kuah bakso, dan lainnya.

Cara kerja jin peludah adalah dengan meludahi setiap piring yang berisi makanan. Sementara itu, jin penjilat baru akan menjilat jika piringnya sudah dicuci terlebih dahulu. Tujuan keduanya ialah agar makanan itu terasa enak.

Ciri-Ciri

Berikut ini ciri warung yang memiliki jin pelaris. Pertama, rasa makanannya enak. Tetapi makanan itu akan terasa berbeda jika seseorang berdoa sebelum makan.

Kedua, tempatnya kotor, namun banyak orang yang tetap ingin makan di sana. Makhluk-makhluk gaib memang menyukai tempat yang kotor dan lembap.

“Kotor itu merupakan syarat bagi pemilik warung agar warung itu menjadi laris,” kata Ainun.

Misteri Siluman Macan Putih di Lereng Gunung Lawu Karanganyar

Ketiga, ada ruangan terlarang. Tempat itu digunakan sebagai rumah bagi jin pelaris. Selain itu, tempat tersebut dapat digunakan sebagai lokasi ritual bagi pemilik warung. Biasanya ruangan itu berada di dekat toilet, dapur, atau belakang warung.

Keempat, warung justru tutup pada hari kerja, misalnya hari Senin, Rabu, dan Kamis.

Kelima, tempat cuci piring jauh atau terpisah dari bangunan utama. Ainun berkata bahwa persayaratan tersebut tidak begitu aneh. Namun, tidak ada salahnya untuk merasa curiga.

Dulu Cuma Rp20.000, Berapa Bayaran Mbah Minto Klaten Sekarang? 

Keenam, pemilik warung dengan jin pelaris itu sendiri yang meracik bumbu meskipun sudah memiliki banyak karyawan. Selain itu, dia juga menangani langsung perhitungan uang atau menempati posisi sebagai kasir.

Ketujuh, makanan tidak boleh dibungkus karena akan berubah menjadi tidak enak.

“Karena kekuatan magis penglaris hilang saat melewati jembatan ataupun perempatan jalan,” ujar Ainun. (Razita Dewinta Anggraeni/JIBI/Semarangpos.com) 


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini