[x] close
Kronologi Railbus Bathara Kresna Nyerempet BST di Jl Slamet Riyadi Solo
Solopos.com|soloraya

Kronologi Railbus Bathara Kresna Nyerempet BST di Jl Slamet Riyadi Solo

Kecelakaan railbus Batara Kresna menyerempet BST di Jl Slamet Riyadi Solo terjadi karena faktor human error.

Solopos.com, SOLO – Video rekaman railbus Batara Kresna menyerempet bus Batik Solo Trans (BST) di Jl Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah, viral di media sosial, Minggu (9/5/2021).

Menurut informasi yang diterima Solopos.com, kecelakaan itu terjadi di sebelah timur Simpang Empat Gendengan, Sabtu (8/5/2021).

Kepala Bidang Angkutan, Dishub Solo, M. Taufiq mengatakan sopir BST yang terlibat kecelakaan telah dimintai penjelasan.

Menurut keterangan pengemudi BST, peristiwa itu bermula saat bus yang dikemudikannya melaju dari arah timur di jalur contraflow di Jl Slamet Riyadi menuju ke barat. Sedangkan railbus Batara Kresna melaju dari arah arah berlawanan, yakni barat ke timur.

Baca juga: Mak Kratak! Video Viral Kereta Batara Kresna Nyerempet BST di Solo

Sopir BST mengaku hendak mengejar traffic light yang menyala hijau, namun tidak terburu. Dia akhirnya berhenti karena melihat railbus Batara Kresna yang jaraknya sudah sangat dekat. Akibatnya kecelakaan tidak terhindarkan karena kedua kendaraan gagal mengambil jarak.

“Setelah dipanggil, informasi dari sopir terburu mengejar lampu hijau. Mungkin tidak sampai, jadi berhenti sedikit ke selatan di atas garis kuning. Kereta api sudah nglakson tapi tidak sampai lalu menyerempet mengenai spion,” papar Taufiq.

Menurutnya, sopir BST yang terlibat kecelakaan dengan railbus Batara Kresna di Solo itu telah dievaluasi dan hingga saat ini masih berlangsung. Ia belum mengetahui sanksi yang bakal dijatuhkan kepada sopir tersebut, karena kewenangan pemberian sanksi berada di PT BST.

Baca juga: Bipang Ambawang, Babi Panggang Khas Dayak yang Dipromosikan Jokowi

Taufiq menambahkan, akibat kecelakaan itu spion kereta api mengalami kerusakan dan bagian kaca depan kiri bus BST tersebut retak.

“Biar semua jelas dahulu baru ada sanksi. Kalau dilihat videonya, memang itu human error sopir BST. Tapi segera ada pengetatan markah lajur, ada markah blok, dan ada pembeda yang jelas,” tandasnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago