top ear
Wakapolres Karanganyar, Kompol Busroni, (depan tengah), didampingi Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Tegar Satrio Wicaksono, (depan kanan), menunjukkan barang bukti dan pelaku yang diduga mengeroyok dua orang pada Minggu (4/10/2020). (Sri Sumi Handayani/Solopos.com)
  • SOLOPOS.COM
    Wakapolres Karanganyar, Kompol Busroni, (depan tengah), didampingi Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Tegar Satrio Wicaksono, (depan kanan), menunjukkan barang bukti dan pelaku yang diduga mengeroyok dua orang pada Minggu (4/10/2020). (Sri Sumi Handayani/Solopos.com)

Kronologi Pengeroyokan 2 Pelajar Diduga Anggota Perguruan Silat Mojogedang di Karanganyar

Begini kronologi pengeroyokan dua pelajar asal Mojogedang oleh lima orang di Karanganyar.
Diterbitkan Rabu, 7/10/2020 - 18:42 WIB
oleh Solopos.com/Sri Sumi Handayani
2 menit baca

Solopos.com, KARANGANYAR – Dua pelajar asal Mojogedang, Karanganyar menjadi korban pengeroyokan lima orang. Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (4/10/2020) pukul 02.00 WIB di kawasan Bejen, Karanganyar.

Kejadian bermula saat pelaku sedang menongkrong di tepi jalan. Nahas, korban dan rekan-rekannya melintas setelah menghadiri kegiatan tertentu.

Polisi menyebut pelaku dan korban diduga terkait kelompok perguruan silat tertentu di Karanganyar. Tiba-tiba pelaku mengeroyok dua korban, SA, 17, dan YU, 16, bersama teman-temannya.

Bikin Resah! Manusia Silver di Bangjo Jetis Klaten Diciduk Satpol PP

Kabar Burung

Wakapolres Karanganyar, Kompol Busroni, mewakili Kapolres AKBP Leganek Mawardi didampingi Kasat Reskrim AKP Tegar Satrio Wicaksono menyampaikan pengeroyokan pelajar Mojogedang itu dipicu informasi yang tidak bisa dipastikan kebenarannya. Informasi tersebut beredar di grup Whatsapp.

"Intinya beredar informasi bahwa salah satu perguruan silat menjelekkan perguruan silat lain. Anggota perguruan silat itu dipukul dan dikeroyok. Padahal informasi itu tidak benar. Mereka ini terprovokasi," kata Busroni saat menyampaikan keterangan dihadapan awak media.

Pria Jantiharjo Karanganyar Nekat Nyolong Celana Dalam Wanita Demi Puaskan Fantasi

Aksi pengeroyokan pelajar Mojogedang itu dilakukan secara spontan.Busroni menyampaikan pelaku dan korban mendalami ilmu silat di perguruan silat berbeda.

"Rekan korban itu berhasil melarikan diri. Nah dua korban itu tertinggal. Pelaku berhasil mengejar dan memepet korban. Mereka [korban] dikeroyok. Jadi tidak direncanakan mau mengeroyok. Pas kebetulan lewat lalu tersulut [emosi]," ujar dia.

Menurut Busroni, dua korban sudah menjalani visum luar. Korban mengalami luka lecet pada pinggang sebelah kiri dan memar pada tulang hidung dan di bawah mata kiri.

Panji Petualang Komentari Luka Wagiyo Si Korban Gigitan Ular Bandotan di Sragen

Pelaku Ditangkap

Lima pelaku tersebut akhirnya ditangkap tim Macan Lawu Polres Karanganyar. Mereka adalah WAN, 20, warga Kecamatan Karanganyar dan tiga warga Mojogedang, yaitu DAP, 23; HTT, 23; dan AEP, 20.

Empat dari lima orang pelaku itu dihadirkan saat Polres Karanganyar menggelar pers rilis di Aula Jananuraga Polres Karanganyar, Rabu (7/10/2020). Satu pelaku tidak dihadirkan karena masih di bawah umur, yakni PRS, 16. Dia tercatat sebagai warga Kecamatan Mojogedang.

Polisi menyita barang bukti berupa pakaian korban dan pelaku. Selain itu, satu unit sepeda motor Suzuki Satria pelat nomor AD 6437 XU warna hitam milik salah satu pelaku pengeroyokan pelajar Mojogedang itu.

"Lima orang kami tetapkan tersangka. Khusus untuk satu orang tersangka kami menggunakan diversi untuk menyelesaikan perkara. Pertimbangan kami, pelaku anak. Mereka itu diamankan di rumah masing-masing dan tidak ada perlawanan," jelas dia.

Bukan Pemanggil Setan, Ini Makna Lagu Lingsir Wengi

Polisi menjerat empat pelaku menggunakan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 76C juncto Pasal 80 Undang-Undang No.23/2002 tentang Perlindungan Anak. Pasal 170 KUHP mengancam pelaku dengan hukuman sembilan tahun penjara. Pasal 76C junto Pasal 80 mengancam pelaku dengan hukuman tiga tahun dan enam bulan penjara.

"Sementara kami dalami mengarah kepada lima orang itu. Kami memeriksa 17 orang saksi. Seharusnya mereka tidak gampang terprovokasi. Ujungnya menyesal," tandasnya.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini