Kronologi Penemuan Sopir Truk yang Tersapu Lahar Dingin Merapi

Seorang sopir truk pengangkut pasir ditemukan meninggal dunia setelah tersapu banjir lahar dingin Gunung Merapi di Kali Bebeng, Kabupaten Magelang.
SHARE
Kronologi Penemuan Sopir Truk yang Tersapu Lahar Dingin Merapi
SOLOPOS.COM - Tim SAR gabungan saat melakukan evakuasi sopir truk yang tersapu banjir lahar dingin Merapi di Kali Bebeng, Selasa (7/11/2021). (Solopos.com-Basarnasa SAR Semarang)

Solopos.com, MAGELANG — Setelah sepekan dilakukan pencarian, sopir truk pengangkut pasir, Hendri Susanto, 27, warga Pagersari RT 004/RW 002, Kecamatan Bergas, Kabupaten Magelang, akhirnya ditemukan, Selasa (7/12/2021). Sopir truk pengangkut pasir itu sebelumnya dilaporkan hilang setelah diterjang banjir lahar dingin Gunung Merapi saat berada di Kali Bebeng, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Rabu (1/12/2021) lalu.

Korban kali pertama ditemukan seorang penambang pasir, Ajib, 34, warga Dusun Trolikan, Desa Banyuadem, Kecamatan Srumbung, Selasa siang, sekitar pukul 11.30 WIB. Kala itu, Ajib tengah menggali pasir mencium bau tidak sedap.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Didasari rasa curiga dan penasaran, Ajib lantas menggali pasir lebih dalam hingga kedalaman 1,5 meter. Di situlah Ajib melihat kain berwarna biru yang melekat pada tubuh manusia.

Baca juga: Sopir Truk Tertimbun Lahar Dingin Merapi Ditemukan, Begini Kondisinya

Ajib lantas melaporkan penemuan jenazah tersebut ke rekan kerjanya, Nida Nur Afandi, yang meneruskan ke Koramil 16/SRB dan Polsek Srumbung.

Kapolsek Srumbung, AKP Sumino, lantas menuju lokasi untuk melakukan evakuasi bersama tim SAR gabungan. Saat ditemukan, korban mengenakan baju berwarna biru dengan kondisi telungkup dan kaki terjepit batu besar. Terdapat luka parah di wajah korban.

Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Heru Suhartanto, mengatakan korban akhirnya berhasil dievakuasi setelah dilakukan penggalian dengan menggunakan alat ekskavator. “Korban ditemukan arah selatan dari lokasi kejadian, atau sekitar 500 meter dari lokasi terseret arus banjir lahar dingin [Merapi],” ujar Heru Suhartanto.

Operasi Pencarian

Sebelumnya, Heru mengaku tim SAR gabungan telah melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang setelah diterjang lahar dingin Merapi, Rabu sore. Pencarian sudah dilakukan selama hampir sepekan dan baru membuahkan hasil Rabu siang.

“Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai. Tim yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing,” imbuh Heru.

Baca juga: Sepekan Pasca-Banjir Lahar Dingin Merapi, Mata Air Bebeng Masih Rusak

Seperti diberitakan Solopos.com sebelumnya, banjir lahar dingin terjadi di lereng Gunung Merapi, Rabu (1/12/2021) sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Kala itu, korban tengah mengemudikan truk bermuatan pasir di tengah aliran Kali Bebeng, Cawang Kulon, Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

Lahar dingin Merapi itu pun menerjang truk yang dikemudikan korban hingga terguling. Korban dikabarkan sempat melompat dari atas truk, namun terseret arus lahar dingin dan dilaporkan hilang.

Kapolres Magelang, AKBP Mochammad Sajarod Zakun, mengatakan banjir di hulu Kali Bebeng akibat hujan lebat di puncak Merapi pada Rabu siang. Sekitar pukul 14.00 WIB debit air meningkat drastis membawa material batu dan pasir.

“Sekitar pukul 15.00 WIB debit air Kali Bebeng meningkat disertai material pasir dan batu. Menyebabkan 1 unit truk hanyut terbawa arus. Truk tersebut hendak mengangkut galian C di aliran Kali Bebeng,” kata Kapolres Magelang.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago