Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kronologi Insiden Kapal yang Merenggut Nyawa Ibu dan Adik Ayu Anjani

Saudara Ayu Anjani yang juga berada kapal ini menceritakan kronologi insiden kapal miring yang merenggut nyawa ibu dan adiknya.
SHARE
Kronologi Insiden Kapal yang Merenggut Nyawa Ibu dan Adik Ayu Anjani
SOLOPOS.COM - Ayu Anjani. (Instagram/@real.ayuanjani)

Solopos.com, SOLO-Salah satu adik Ayu Anjani, Anne April, yang selamat dari kapal nahas tersebut mengisahkan kronologi insiden kapal miring yang merenggut nyawa ibu dan adiknya.  Kapal itu berlayar di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Selasa (28/6/2022).

Ibu Ayu Anjani, Jamiatun Widaningsi, dan sang adik, Anisa Fitriana, jadi korban kapal nahas itu. Kapal itu mengangkut 24 penumpang.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Saudara Ayu Anjani yang juga berada kapal ini menceritakan kronologi insiden kapal miring yang merenggut nyawa ibu dan adiknya. Sekira pukul 03.00 WIB, saudaranya Anisa Fitriani hendak tidur di kamarnya.

Tapi Anisa Fitriani mengurungkan niat. Ia akhirnya tidur di kamar yang letaknya di lantai bawah kapal bersama sang ibu.  Sejak saat itu, Anne April juga tidak tidur karena merasa gelisah. Bukan tanpa sebab, lantaran pagi harinya mereka akan menanjak ke Pulau Padar. Waktu itu menurutnya kapal sudah miring.

“Habis itu awalnya saya pikir miring aja nanti lurus lagi. Ternyata kapal terus miring. Habis itu air cepat banget masuknya. Bukan bocor, kalau bocor air masuknya pelan-pelan. Tapi dia miring, jadi air masuknya cepat banget. Saya aja kurang dari 10 detik air udah segini [kepala] apalagi yang di bawah,”  tuturnya seperti dikutip dari kanal Youtube Intens Investigasi pada Kamis (30/6/2022).

Baca Juga: Mau Lihat Komodo Kawin? Ini Waktu Terbaik Liburan di Labuan Bajo

Saat itu ada kapal lain di dekat kapal mereka. “Jadi yang evakuasi mama saya itu tim dari kapal lain. Mereka mau mengorbankan nyawa mereka demi orang lain, bukan tamu di kapal mereka. Mereka rela menyelam ke bawah tarik ibu saya sedangkan adik saya hampir 5 jam baru dievakuasi, itu sama tim penyelam memang,” paparnya.

Penuturan kurang lebih senada diungkapkan ayah Ayu Anjani, Saraswanto Abduljabbar, yang kebetulan juga jadi penumpang kapal nahas itu. Saat kejadian itu dia berusaha menyelamatkan istri dan anaknya, tapi takdir berkata lain.

“Kebetulan ada kapal Andalusia itu mendekat, seluruh penumpang yang selamat dibawa ke kapal Andalusia. Ketika disuruh naik, saya menolak karena istri saya belum ketemu. Saya minta orang yang punya oksigen ternyata kapal Andalusia ini punya kompresor. Ini pakai angin kompresor turun tu. Dia nyelam ke bawah liat kaki, dia nggak kuat, dia naik lagi. Dia bilang ke saya ada kaki pak, saya bilang oh itu mungkin istri saya,” tuturnya.

Baca Juga: Kapal Pinisi Karam di Labuan Bajo, Rombongan Wartawan Peliput Jokowi Selamat

Sementara Ayu Anjani mengendus adanya kejanggalan atas insiden kapal yang merenggut nyawa sang ibu dan adik di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo. Selain dugaan lalai, ada pula faktor kesengajaan sehingga menyebabkan anggota keluarganya jadi korban kapal tenggelam.

“Kapal itu bukan pertama kali berlayar, sudah sepuluh kali. Tapi kenapa pas bawa keluarga saya mereka sengaja,” kata Ayu Anjani seperti dikutip dari kanal Youtube Intens Investigasi, Kamis (30/6/2022).

Kecurigaan soal faktor sengaja itu bukan tanpa sebab. Berdasarkan kesaksian adik Ayu Anjani yang selamat, si awak kapal justru bersikap santai saat air masuk hingga pinggang.  “Adik saya gedor jendela, minta tolong orang mesin buat menyelamatkan. Terus kru kapal cuma bilang ‘halo’,” kata Ayu Anjani.

Baca Juga: Liput Agenda Presiden di Labuan Bajo, Kapal Wartawan Karam Dihantam Ombak

“Makanya saya bilang ini ada [dugaan] unsur kesengajaan,” ujarnya menekankan.
Selain sikap santai tersebut, Ayu Anjani juga mengatakan kru kapal tidak menjalankan SOP. Ia bisa mengetahui teknis aturan tersebut lantaran memiliki beberapa kapal.

Sang ayah memastikan menempuh jalur hukum atas insiden kapal miring yang merenggut nyawa ibu dan adik Ayu Anjani itu. “Pasti saya akan dengan segala cara saya pasti saya kasuskan [insiden] itu karena human error,” tegas ayah Ayu Anjani.

 

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode