Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kritik OJK, Wakil Rakyat: Bunga Pinjol 0,3 Persen Seperti Rentenir

Menurutnya, bunga pinjol 0,3 persen per hari itu sama dengan praktik rentenir.
SHARE
Kritik OJK, Wakil Rakyat: Bunga Pinjol 0,3 Persen Seperti Rentenir
SOLOPOS.COM - Seorang anak menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam Siklop Kompetisi Inklusi dan Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua di Jayapura, Papua, Senin (25/10/2021). (Antara/Indrayadi T.H.)

Solopos.com, JAKARTA — Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengkritik keras rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan menetapkan bunga perusahaan pinjaman online (pinjol) berkisar 0,3—0,46 persen per hari.

Menurutnya, bunga pinjol 0,3 persen per hari itu sama dengan praktik rentenir.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

“Kalau 0,46 persen per hari, artinya sebulan sekitar 13,8 persen. Bunga sebesar itu apa bedanya sama bank keliling, rentenir? Apalagi, saat ini ekonomi masyarakat belum semuanya pulih, daya beli melemah. Ini akan mencekik bukan hanya kantong, melainkan leher masyarakat,” kata Kamrussamad dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Menurut dia, di tengah-tengah masyarakat banyak beredar bank keliling (bangke) yang membuat masyarakat kesulitan untuk membayar karena bunganya yang tinggi.

Baca Juga: OJK Belum Cabut Moratorium Pendaftaran Izin Pinjol Baru

“Banyak yang terjebak gagal bayar bank keliling, yang akhirnya berujung musibah buat masyarakat. Bunga dari bangke saja mulai 10 persen/bulan. Kalau OJK menetapkan 13,8 persen untuk pinjol, ini lebih jahat daripada bangke yang saat ini banyak beredar di tengah masyarakat,” tegas politikus Partai Gerindra ini, seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Kamrussamad pun meminta agar pimpinan OJK untuk meninjau kembali rencana yang memberatkan tersebut dan mencopot pejabat OJK yang “bermain” dengan pengusaha pinjol.

Baca Juga: OJK Perketat Bisnis Pinjol, Masihkah yang Ilegal?

“Di tengah penderitaan rakyat akibat Covid belum normal, pemulihan masih bergerak naik, produktivitas belum normal, daya beli masih lemah, harga-harga naik, bunga setinggi ini hanya akan membuat masyarakat terjebak dalam musibah,” kata anggota DPR dari Dapil Jakarta III (Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu) ini.

Sebelum bunga pinjol setinggi itu, kata dia, kasus pinjaman online mencapai 19.711 kasus dalam kurun waktu 2019—2021.

Baca Juga: OJK Terbitkan Aturan Baru Untuk Pinjol, Ini Isinya

“Kalau kebijakan tingkat suku bunga pinjol ditetapkan setinggi ini, masalah yang muncul akan makin banyak,” tegas Kamrussamad.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita
Part of Solopos.com
Punya akun? Silahkan login
Daftar sekarang...
Support - FaQ
Privacy Policy
Tentang Kami
Kontak Kami
Night Mode