Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

KRATON JOGJA : Penataan Titik Nol Kilometer Tertunda Sehari

SHARE
KRATON JOGJA : Penataan Titik Nol Kilometer Tertunda Sehari
SOLOPOS.COM - Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas saat melihat peti jenazah KRAy Nindyokirono, isteri HB IX di Bangsal Manis, Komplek Kraton, Kamis (3/9/201). (Harian Jogja/Ujang Hasanudin)

Kraton Jogja berduka dengan wafatnya Kanjeng Raden Ayu (KRAy) Nindyokirono.

Harianjogja.com, JOGJA-Rencana penataan kawasan itik Nol Kilometer, Jogja, mundur sehari, karena ada peristiwa duka di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yakni wafatnya isteri kelima HB IX, Kanjeng Raden Ayu (KRAy) Nindyokirono. Jalan Pangurakan yang seharusnya ditutup mulai, Kamis (3/9/2015) kemarin harus dibuka kembali.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

“Kami akan mereschedule kembali lagi. Meski mundur sehari tapi kami yakin pengerjaan Titik Nol Kilomter sesuai target,” Kata Kepala Seksi Perencanaan jalan dan Jembatan, Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM), Bambang Sugaib saat dihubungi melalui telepon selular, Kamis (3/9).

Rwencana awal pengerjaan fisik dalam rangka penataan Kawasn Titik Nol Kilomter dibutuhkan 120 hari, dan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama 3 September-16 Oktober. Selama proses pengerjaan fisik tahap pertama Jalan Pangurakan (Jalan Trikora) ditutup total. Demikian juga dengan Jalan Senopati dan Jalan Ahmad Dahlan ditutup satu lajur. Sementara untuk tahap dua dimulai 27 Oktober-18 Desember. Dalam tahap dua ini Jalur Malioboro yang ditutup total, sementara Jalan Pangurakan dibuka kembali.

Bambang mengakui seharusnya Jalan Pangurakan sudah ditutup, kemarin siang. Namun pihaknya mendapat kabar duka dari Kraton sehingga jalur tersebut dibuka kembali. “Nanti malam (tyadi malam) jalan sudah ditutup kembali,” kata Bambang. Ia mengimbau masyarakat pengguna kendaraan agar menghondari kawasan Titik Nol Kilometer untuk mengurangi penumpukan kendaraan selama proses pengerjaan fisik.

Seluas 1.570 meter persegi di bagian tengah Titik Nol Kilometer akan dipasang batu alam andesit. Batu tersebut didatangkan langsung dari majalengka Jawa Barat. Revitalisasi kawasan Titik Nol Kilometer ini menggunakan anggaran dana keistimewaan (Danais) sebesar Rp4,6 miliar. Tahap selanjutnya dari proses penataan kawasan tersebut akan dibangun dua toilet bawah tanah yang direncanakan mulai dibangun pada awal 2016 di Titik Nol Kilometer.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode