Kota Madiun Belum Terapkan PTM 100%, Ini Alasannya

Pemerintah Kota Madiun belum menerapkan PTM secara penuh atau 100% untuk mewaspadai penularan Covid-19 varian baru, Omicron.
SHARE
Kota Madiun Belum Terapkan PTM 100%, Ini Alasannya
SOLOPOS.COM - Pelaksanaan PTM terbatas di salah satu sekolah di Kota Madiun, Rabu (12/1/2022). (Istimewa/Pemkot Madiun)

Solopos.com, MADIUN — Pemerintah Kota Madiun belum menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100% pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Saat ini PTM dilaksanakan secara blended learning atau 50% murid belajar di sekolah dan 50% murid belajar secara online di rumah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati, mengatakan masa pembalajaran di sekolah pada semester genap ini mulai dilaksanakan. Dia menuturkan PTM pada semester genap ini masih dilaksanakan secara terbatas.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

“PTM masih secara terbaatas. Tetapi waktu pembelajaran sudah ditambah sekarang,” kata dia saat pengecekan PTM di sejumlah sekolah, Rabu (12/2/2022).

Baca juga: 1.145 Sekolah di Kabupaten Madiun Gelar PTM 100%, Ini Pesan Bupati

Untuk jam pembelajaran pada PTM ini sudah bertambah. Untuk jenjang SD minimal tiga jam dalam satu hari dan jenjang SMP minimal enam jam. Sebelumnya durasi belajar di kelas maksimal 2,5 jam.

Dia menyampaikan pelaksanaan PTM terbatas ini untuk mengantisipasi penularan Covid-19, apalagi saat ini sedang marak varian Omicron. Untuk itu, dia berharap seluruh guru dan murid supaya disiplin protokol kesehatan.

“Jangan sekali-kali tidak disiplin protokol kesehatan. UKS di setiap sekolah juga disiapkan,” kata dia.

Kepala SMPN 2 Madiun, Suyatmun, mengatakan murid masuk mulai pukul 07.00 WIB dan pulang pukul 13.00 WIB. Satu jam pelajaran durasinya 40 menit.

Baca juga: Rumah Kiai Dengan Tempat Ibadah 5 Agama di Madiun Jadi Objek Wisata

“Kami beri waktu istirahat tapi anak-anak membawa bekal sendiri. Kantin tutup dan tidak boleh jajan di luar,” kata dia.

Dia menuturkan pihak sekolah juga menerapkan sistem bergantian untuk mengatur siswa pulang sekolah. Sehingga tidak terjadi kerumunan saat menunggu jemputan.

“Semua bapak ibu guru siap siaga di depan sekolah untuk membantu memecah kerumunan. Sehingga kegiatan PTM bisa berjalan lancar,” kata dia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago