Korupsi Dana Bansos, Rekanan Mengaku Diminta Beli Goody Bag dari PT Sritex
Solopos.com|news

Korupsi Dana Bansos, Rekanan Mengaku Diminta Beli Goody Bag dari PT Sritex

Salah satu rekanan Kemensos dalam pengadaan bansos mengaku diminta membeli goody bag dari PT Sritex. Karena tidak membelinya, ia harus memberi fee.

Solopos.com, JAKARTA -- Nama PT Sritex kembali disebut dalam perkara korupsi dana bansos di Kementerian Sosial. Adalah Direktur PT Andalan Pesik International, Rocky Josep Pesik, yang mengait-ngaitkan Sritex pada perkara yang menjerat mantan Mensos Juliari P Batubara itu.

Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (9/6/2021), ia mengaku diminta membeli goody bag dari PT Sri Rejeki Isman (Tbk) atau Sritek dalam pengadaan bansos Kemensos.

"Saat itu saya bertemu dengan Pak Iman dan Pak Yogas di restoran Padang, saya diminta beli goodybag kalau saya ditunjuk. Arahan dari kantor Kemensos saya harus beli dari PT Sritex," kata Rocky di hadapan majelis hakim.

Rocky menjadi saksi untuk terdakwa mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara yang didakwa menerima suap Rp32,482 miliar dari 109 perusahaan penyedia bansos Covid-19.

Iman yang dimaksud Rocky adalah Muhamad Rakyan Ikram alias Iman Ikram. Ia merupakan adik mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi PDIP, Ihsan Yunus.

Sedangkan Yogas adalah Agustri Yogasmara yang dalam beberapa kali persidangan disebut sebagai person in charge alias orang yang bertanggung jawab untuk kuota bansos 400.000 paket milik Ihsan Yunus dalam pengadaan bansos tahap 7-12.

"Karena saya tidak bisa beli tas dari mereka, jadi saya dimintakan fee untuk mereka, alasannya sebagai pemberi informasi," ucap Rocky menambahkan.

Rocky mengaku mendapatkan tiga paket pengadaan bansos yaitu DKI 1, Bodetabek 1, dan DKI 3. Jumlah totalnya 115.000 paket senilai Rp30 miliar. Ia mengambil keuntungan 12%-13% dari nilai pengadaan.

"Saya sebelumnya memang komitmen ke Pak Billy, teman saya untuk membeli tas. Tapi karena tidak bisa beli tasnya jadi saya harus kasih fee ke Pak Yogas dan Pak Iman," ungkap Rocky.

Rocky pun memberikan fee kepada Yogas dan Iman sebesar Rp670 juta. "Saya serahkan ke Pak Iman di kantornya di PT Perca, menurut dia, itu perusahaan tekstil untuk membuat tas," ujar Rocky.

Sedangkan sepengetahuan Rocky, Yogas berkantor di Bank Muamalat. Namun, Yogas kemudian mengembalikan Rp670 juta tersebut.

"Sebetulnya Pak Yogas tidak bilang alasannya apa, tapi asumsi saya karena saya berulang kali menolak memberikan 5% untuk menteri," ungkap Rocky.

Rocky mengaku menolak memberikan 5% seperti yang diminta Yogas dan Iman. Ia khawatir bila memberikan uang kepada pejabat di Kemensos.

"Saat uangnya dikembalikan katanya 'untuk bantu bapak saja' tapi setelahnya saya tidak dapat pekerjaan lagi," ungkap Rocky.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago