Korlap Aksi 1812 Dibidik Pasal Pidana

Polda Metro Jaya mengancam akan memidanakan koordinator lapangan atau korlap Aksi 1812 jika terbukti menghasut massa saat pandemi Covid-19.
Korlap Aksi 1812 Dibidik Pasal Pidana
SOLOPOS.COM - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat berada di Polres Metro Jakarta Pusat, Rabu (11/11/2020). (Antara-Livia Kristianti)

Solopos.com, JAKARTA — Polda Metro Jaya mengancam akan memidanakan koordinator lapangan atau korlap Aksi 1812. Ancaman itu akan diberlakukan jika korlap aksi tersebut terbukti menghasut massa untuk melakukan aksi massa di tengah pandemi Covid-19.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus mengatakan bahwa pihaknya tengah mendalami dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh korlap Aksi 1812.  Menurutnya, tim penyidik sudah siap mengenakan UU No. 6/2018 tentang kekarantinaan hingga KUHP kepada koordinator lapangan Aksi 1812.

PromosiPembangunan Kawasan Inti Ibu Kota Baru Masih Menunggu Alokasi Biaya

"Kalau memang ada unsur pidananya, kami proses sesuai dengan undang-undang yang berlaku," tutur Yusri, Jumat (18/12/2020).

Bit-To UP10TION Positif Covid-19, Artis K-Pop Ketir-Ketir

Yusri juga mengatakan bahwa penyidik sedang memeriksa sejumlah massa aksi yang diamankan ketika menolak dibubarkan saat akan menggelar Aksi 1812. "Nanti sambil berjalan (pemeriksaan). Bisa saja sebagai penanggung jawab bisa saja [dijerat hukum]," katanya.

Seperti diketahui, kepolisian membubarkan massa aksi unjuk rasa 1812 yang berkonsentrasi di kawasan Patung Kuda, Monas, Gambir, Jakarta Pusat.

Larang Berkerumun

Melalui pengeras suara, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Heru Novianto meminta agar massa segera membubarkan diri dan tidak berkerumun. "Kami minta kalian membubarkan diri. Tidak ada kumpul-kumpul di tengah pandemi Covid-19," ujar Heru melalui pengeras suara di Monumen Patung Kuda.

Operator Seluler Kurangi Jaringan 3G, Apa Dampaknya?

Kepolisian juga mengerahkan kendaraan taktis untuk membubarkan pengunjuk rasa. Sekitar 500 orang yang berkumpul itu juga diminta mundur melewati Jl. M.H. Thamrin. "Saya minta massa mundur semua. Kami tidak segan-segan memberi tindakan tegas karena hal itu sudah diatur undang-undang," ujarnya.

Meski sudah dibubarkan, muncul kelompok massa berbeda dari arah Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, menuju Monumen Patung Kuda. Massa tersebut juga kemudian dibubarkan paksa oleh petugas Kepolisian yang dikawal kendaraan taktis.

Sebanyak 5.000 personel gabungan dari unsur TNI-Polri dan Pemprov DKI Jakarta telah disiapkan untuk mengawal dan mengamankan unjuk rasa 1812 di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (18/12/2020). Selain itu, Polda Metro Jaya juga telah menempatkan sebanyak 7.500 personel cadangan juga dari TNI-Polri dan unsur dari pemerintah daerah seperti Satpol PP, Dishub hingga Damkar.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago