SOLOPOS.COM - Setya Novanto (Rahmatullah/JIBI/Bisnis)

Kontrak karya Freepot menjadi polemik karena terkait pencatutan nama presiden dan wapres.

Solopos.com, JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto bungkam saat kedapatan menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wapres, Jalan Merdeka Utara, Senin (16/11/2015) sore.

Promosi Jelang Lebaran, BRI Imbau Nasabah Tetap Waspada Modus Penipuan Online

Politikus Partai Golongan Karya itu datang menggunakan mobil hitam tanpa nomor kendaraan dinas yang biasa dipakai B 6 RI, melainkan menggunakan nomor kendaraan pribadi B 1083 RFQ.

Setya tersenyum canggung kepada para wartawan yang menghampirinya saat dia memasuki pintu utama Kantor Wapres.

Dia hanya melambaikan tangan tanpa mengucapkan satu kata pun dan langsung menuju ruang Wapres Kalla.

Sebelumnya, nama Setya sempat dikaitkan dengan adanya oknum anggota DPR yang mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden dalam lobi renegosiasi perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Saya Mineral (ESDM) Sudirman Said melaporkan nama oknum anggota DPR tersebut kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), sekaligus waktu, tempat kejadian, dan pokok-pokok pembicaraannya.

Sudirman mengakui seluruh data dan bukti yang dimilikinya didapat langsung dari pimpinan PT Freeport. Sudirman berharap pelaporannya dapat ditindaklanjuti melalui proses sesuai aturan perundangan.

Terkait hal itu, Kantor Berita Antara melaporkan Setya Novanto mengatakan pimpinan DPR tidak pernah mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden, untuk meminta saham PT. Freeport Indonesia.

“Saya selaku pimpinan DPR tentu tidak pernah kami membawa nama Presiden, istilahnya atau mencatut nama Presiden,” kata Novanto, di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin.

Dia mengaku tidak tahu soal informasi Menteri ESDM Sudirman Said yang menyebut ada politikus yang mencatut nama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden JK dalam perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.

Menurut Setya, pimpinan DPR apabila bertemu Presiden, Wapres, dan para menteri selalu terkait hal-hal tujuan baik untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Kami selalu hati-hati membawa nama Presiden karena beliau adalah Kepala Negara,” ujarnya.

Novanto mengaku belum tahu substansi laporan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan DPR. Menurut dia, dirinya bertemu Sudirman di acara penting misalnya di Surabaya, Menteri ESDM menemui dirinya.

“Dan yang saya ingat pada saat di Surabaya, beliau yang menemui saya, tentu kalau menemui saya, juga yang pernah disampaikan, saya sampaikan yang terbaik,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya