Konsol Runtuh, Pelaksana Proyek Gedung Disdukcapil Klaten Masuk Daftar Hitam?

Pemkab Klaten menilai pelaksana proyek Gedung Disdukcapil punya rekam jejak kurang baik.
SHARE
Konsol Runtuh, Pelaksana Proyek Gedung Disdukcapil Klaten Masuk Daftar Hitam?
SOLOPOS.COM - Konsol gedung Disdukcapil Klaten ambruk, Minggu (24/11/2019) sore. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Runtuhnya konsol atap gedung Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Klaten saat terjadi hujan deras dan angin kencang, November 2019, menjadi catatan buruk bagi pelaksana proyek gedung tersebut.

Pemkab Klaten memastikan pelaksana proyek gedung Disdukcapil Klaten, yakni PT Berkibar Bersama Bendera asal Semarang, masuk kotak. PT Berkibar Bersama Bendera tak memiliki peluang menangani proyek fisik di Klaten pada 2020.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, PT Berkibar Bersama Bendera Semarang menjadi pelaksana proyek pembangunan gedung Disdukcapil Klaten sejak 2017. Total anggaran pembangunan gedung itu senilai Rp10 miliar.

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

Gedung tersebut mulai digunakan melayani masyarakat dalam hal administrasi kependudukan pada 2018. Namun, pada November 2019, konsol gedung itu ambrol.

“Kegiatan fisik 2019 sudah rampung. Nanti dari masing-masing pejabat pembuat komitmen [PPK] akan memberikan penilaian terhadap kinerja para penyedia jasa. Dari berbagai penyedia jasa itu, PT Berkibar Bersama Bendera itu kami masukkan kotak terlebih dahulu pada 2020," jelas Kepala Bagian (Kabag) Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Klaten, Muh. Anwar Shodiq, saat ditemui wartawan di Klaten Utara, Jumat (3/1/2020).

Perjalanan KA Bandara Solo Dikurangi Jadi Hanya 12 Kali PP, Ini Jadwalnya

Anwar menyatakan belum memasukkan PT Berkibar Bersama Bendera dalam daftar hitam atau black list. Namun, jika perusahaan itu ikut lelang proyek fisik pada 2020, Pemkab akan berpikir ulang untuk memenangkannya. "Rekam jejaknya kurang baik,” kata Anwar.

Anwar Shodiq mengatakan Pemkab Klaten memiliki 200-an kegiatan fisik pada 2020. Jumlah itu hampir sama dengan 2019, yakni 193 kegiatan. Sedangkan pada 2018, Pemkab Klaten memiliki 250 kegiatan fisik.

Anwar menyebut pada 2020 ada beberapa kegiatan fisik dengan anggaran besar seperti kelanjutan pembangunan gedung serbaguna di Buntalan senilai Rp42 miliar. Ada lagi kegiatan lainnya, yakni perbaikan masjid Pemkab Klaten, sentra kuliner di gedung Darma Wanita Klaten, dan pembangunan gedung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten.

Rubicon Rp1,9 Miliar Bupati Karanganyar Gagal Seberangi Sungai, Akhirnya Ditarik Ekskavator

Jauh sebelum jajaran eksekutif memasukkan PT Berkibar Bersama Bendera Semarang dalam kotak, perusahaan itu pernah diundang Komisi III DPRD Klaten pada November 2019. Waktu itu, komisi III memintai keterangan terkait penyebab ambrolnya konsol gedung Disdukcapil Klaten yang terhitung bangunan baru.

Pada kesempatan itu hadir Komisaris PT Berkibar Bersama Bendera Semarang Anton dan Direktur PT Berkibar Bersama Bendera Budi Wiyanto. Ambrolnya konsol itu mengakibatkan pelayanan administrasi kependudukan dipindah ke Dinas Perindustrian Tenaga Kerja (Disperinaker) Klaten.

“Kesimpulan Komisi III DPRD Klaten menolak alasan bencana alam [sebagai penyebab ambrolnya konsol], mendorong dibentuknya tim kajian independen, dan segera ada penyelesaian terhadap robohnya gedung agar tak mengganggu pelayanan masyarakat,” kata Ketua Komisi III DPRD Klaten, Basuki Effendi.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago