Konsisten Dukung Gerakan Indonesia Inklusif, Aqua Klaten Diganjar Penghargaan

Komisi Nasional Disabilitas (KND) memberikan anugerah Prakarsa Inklusi kepada PT Tirta Investama, Pabrik Klaten (Aqua Klaten).
SHARE
Konsisten Dukung Gerakan Indonesia Inklusif, Aqua Klaten Diganjar Penghargaan
SOLOPOS.COM - Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Dante Rigmalia, menyerahkan Anugerah Prakarsa Inklusi kepada Plant Director AQUA Klaten, I Ketut Muwaranata, di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Selasa (27/9/2022). (Istimewa/Aqua Klaten)

Solopos.com, KLATENKomisi Nasional Disabilitas (KND) memberikan anugerah Prakarsa Inklusi kepada PT Tirta Investama, Pabrik Klaten (Aqua Klaten). Penghargaan itu diberikan atas dukungan perusahaan pada gerakan Indonesia inklusif dan ramah disabilitas.

Anugerah diserahkan Ketua KND, Dante Rigmalia, bersamaan kunjungannya pada pencanangan Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo sebagai Desa Inklusi yang Ramah dan Peduli Disabilitas di balai desa setempat, Selasa (27/9/2022). Pada kesempatan itu, Dante meresmikan fasilitas disabilitas di Posyandu Jiwa, yang menjadi bagian dari Poliklinik Desa Kranggan

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Aqua Klaten sejak 2016 mendampingi Inklusi Center Kecamatan Karanganom (ICKK) yang menaungi 120 penyandang disabilitas, 40 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan pemberdayaan ekonomi untuk 15 keluarga, masyarakat, dan sukarelawan di Karanganom. Selain itu, Aqua memfasilitas pembentukan kelembagaan yang mengelola ICCK.

Praktik baik itu diduplikasi pada kelembagaan Difa Tangguh Polan Mandiri yang bergerak aktif di Kecamatan Polanharjo. Saat ini, ada 25 sukarelawan aktif didukung empat terapis profesional dan tujuh fasilitator.

Pelatihan terus dilakukan untuk mengembangkan sumberdaya tersebut. Secara berkala, mereka berkumpul di Inklusi Center di aula desa.

Baca Juga: Komunitas Tuli Klaten Kenalkan Bahasa Isyarat di CFD Jl Mayor Kusmanto

Mereka mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan terapi gratis yang dilakukan tenaga medis dari PMI Klaten. Selain itu, orang tua dilatih supaya mampu melakukan terapi sendiri di rumah.

Secara psikologis, mereka juga berlatih mengenali dan mengembangkan bakat anaknya. Kegiatan yang digelar rutin setiap pekan itu menjadi wadah mereka bersilaturahmi, berbagi, dan saling menguatkan semangat.

Ketua KND, Dante Rigmalia, mengatakan tantangan terbesar yang dihadapi para penyandang disabilitas, yakni masih ada stigma dari keluarga mereka sendiri.

“Saya multidisabilitas tetapi saya merasa beruntung. Keluarga saya bisa memahami saya dan memberikan kesempatan berkembang. Berangkat dari dukungan dan perhatian keluarga, disabilitas bisa dikenali potensinya dan berkembang. Memiliki anak atau anggota keluarga difabel jangan dikonotasikan negatif. Inklusi center yang tumbuh dari level desa dan kecamatan ini adalah praktik baik. Kita harus gaungkan kebaikan ini”, kata Dante berdasarkan siaran pers yang diterima Solopos.com.

Baca Juga: Puluhan Difabel Klaten Dibekali Literasi Digital, Begini Tujuannya

Plant Director AQUA Klaten, I Ketut Muwaranata, mengatakan pendampingan dan pemberdayaan disabilitas sejalan dengan misi Danone yaitu One Planet One Health bahwa kita hidup disatu planet dan hanya hidup satu kali. Dalam arti, lestarinya bumi dan sehatnya diri menjadi hal yang saling terkait.

“Kami berkomitmen terus mendorong upaya-upaya memberikan kesempatan yang sama kepada saudara-saudara disabilitas. Tidak hanya penyediaan fasilitas khusus untuk karyawan penyandang disabilitas. Pendampingan juga diberikan kepada saudara-saudara disabilitas di sekitar wilayah operasional,” jelasnya.

Dia berharap kolaborasi dengan pendekatan pentahelix ini bisa diperkuat dan menginspirasi semakin banyak pemangku kepentingan memberikan kesempatan bagi penyandang disabiltas.

Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dissos P3AKB) Klaten, Yoenanto Sinung Noegroho, mengatakan di Polanharjo terdapat 417 penyandang disabilitas. Jumlah total penyandang disabilitas di Klaten 11.661 orang.

Baca Juga: Keren, Klaten Produksi 300 Pasang Sepatu Limited Edition APG 2022

“Mereka dikategorikan dalam empat kelompok, yaitu disabilitas fisik, intelektual, mental dan sensorik. Mereka semua perlu mendapat perhatian bersama. Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri, perlu dukungan dari semua pihak untuk memberikan kesempatan yang sama kepada saudara-saudara kita tersebut”, kata Sinung.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode