Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Konflik Rusia Sebabkan Harga Pupuk di Sukoharjo Naik, Kok Bisa?

Harga pupuk nonsubsidi di sejumlah daerah fluktuatif karena bahan baku yakni salah satunya fosfat harus diimpor dari Rusia.
SHARE
Konflik Rusia Sebabkan Harga Pupuk di Sukoharjo Naik, Kok Bisa?
SOLOPOS.COM - Petugas Perwakilan Daerah (PPD) Sukoharjo, PT Petrokimia Gresik, Suryadi, dalam kegiatan one day promotion PT Petrokimia Gresik, di Desa Godog, Polokarto, Sukoharjo, Selasa (9/8/2022). (Solopos.com/ Magdalena Naviriana Putri).

Solopos.com, SUKOHARJO — Petugas Perwakilan Daerah (PPD) Sukoharjo, PT Petrokimia Gresik, Suryadi, Selasa (9/8/2022), mengatakan naik turun harga pupuk nonsubsidi terjadi di sejumlah daerah, termasuk Sukoharjo.

Salah satunya disebabkan bahan baku berupa fosfat yang harus diimpor dari Rusia. Sementara itu, saat ini ada konflik Rusia-Ukraina yang menurutnya menyebabkan harga bahan baku melambung.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Itu tidak hanya di produk kami, tetapi semua produk juga bisa sama. Penyebabnya di bahan bakunya. Karena kami mengambil dari negara lain. Di Indonesia tidak ada, ada tetapi sedikit,” imbuhnya.

“Kemudian nonsubsidi harganya juga bisa berubah kapan saja. Karena misalnya untuk pupuk jenis SP-26 satu saknya 25kg dengan harga Rp150.000 besok atau satu minggu [pekan] bisa naik lagi,” kata dia.

Lebih lanjut Suryadi mencontohkan harga satu sak pupuk nonsubsidi seberat 25 kilogram biasanya hanya Rp250.000 per sak sekarang sudah lebih dari Rp300.000-an per sak, atau berkisar Rp320.000-an per sak.

Baca juga: Lancarkan Distribusi di Jateng, Pupuk Indonesia Manfaatkan Kereta Api

Kondisi tersebut membuat PT Petrokimia melakukan promosi penjualan produk-produk nonsubsidi retail seperti NPK Phonska Plus, NPK Petro Nitrat, dan NPK Petro Ningrat.

Ditambah pupuk SP-26, SP-36 nonsubsidi, Urea nonsubsidi, ZA nonsubsidi, ZK, Nitralite, Kapur Pertanian Kebomas, dan Petro-Cas.

Setiap petani yang melakukan pembelian satu sak produk pupuk atau dua sak produk pembenah tanah berkesempatan mendapatkan hadiah menarik langsung dan undian kupon berhadiah.

Sedangkan hadiah yang disiapkan di antaranya televisi, dispenser, kipas angin, sprayer, dan paket sembako.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih saat membuka acara di Gresik menyampaikan bahwa melalui program ODP, Petrokimia Gresik menawarkan sederet produk komersial.

Baca juga: Petrokimia Siapkan Stok 979.123 Ton Pupuk Bersubsidi

Berdasarkan uji coba di berbagai daerah, pupuk tersebut telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

One day promotion ini kami harapkan dapat menstimulasi petani untuk menggerakkan sektor pertanian di Indonesia dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan nasional,” kata Digna.

Digna mengatakan ODP serentak dilakukan di 50 kios yang tersebar di 19 provinsi. Sebanyak 50 lokasi disesuaikan dengan usia 50 tahun Petrokimia Gresik.

Petrokimia Gresik juga memberikan sosialisasi budidaya pertanian yang di dalamnya berisi edukasi pemupukan berimbang, pengetahuan produk, dan layanan mobil uji tanah serta sosialisasi pengendalian organisme penggangu tanaman (OPT).

Lebih lanjut, Digna berharap seluruh petani yang ada di wilayah ODP dapat memanfaatkan kesempatan tersebut serta menularkan ilmu yang didapat kepada petani lain.

Baca juga: DISTRIBUSI PUPUK : Petrokimia Jamin Stok Pupuk Aman

“Semakin luas petani yang memanfaatkan promosi dan sosialisasi ini, semakin besar pula produktivitas yang didapatkan,” tutup Digna.

Petani asal Tepisari, Polokarto, Sukoharjo, Doni Susanto, mengatakan telah lama menggunakan pupuk nonsubsidi. Pupuk nonsubsidi diakuinya memang mahal, namun penggunaannya justru lebih irit.

“Biasanya saya pakai subsidi kurang lebih satu kwintal dengan luasan 1.000 meter lahan. Tetapi dengan ponshka plus saya hanya cukup satu sak 25 kg dengan hasil yang sama,” kata dia saat ditemui dalam kegiatan.

Doni mengatakan selama dua tahun terakhir dia mulai menanam cabai, pepaya dan tomat. Sementara, ponska plus juga dia gunakan untuk pupuk tanamannya tersebut.

“Untuk cabai cukup irit saya tanam 1.000 pohon kemarin satu kali tanam hanya habis tiga kilogram [pupuk]. Untuk pepaya kemarin pupuk padat hanya habis satu sak untuk 200 pohon,” jelasnya.

Baca juga: SARANA PERTANIAN : Petrogres Genjot Produksi 200 Ton Benih Jagung

Meski demikian dia mengakui perbandingan harga pupuk nonsubsidi dan subsidi cukup jauh. Pupuk Subsidi hanya dibanderol dengan harga Rp125.000 per sak. Sementara pupuk nonsubsidi mencapai Rp325.000 per sak.

Sebelumnya, bersamaan dengan ulang tahun ke-50, PT Petrokimia Gresik menggelar program promosi pupuk yakni one day promotion (ODP) serentak di 50 kios yang tersebar di 19 provinsi, Selasa (10/8/2022).

Lokasi lain di antaranya Yogyakarta, Bangka Belitung, Sragen, dan Sukoharjo. Di Sukoharjo, acara yang diadakan di Desa Godog, Polokarto, Sukoharjo, tersebut diserbu para petani.

Kegiatan sehari promosi itu diadakan karena kebutuhan masyarakat akan pupuk nonsubsidi yang semakin tinggi.

“Alokasi pupuk subsidi 2021 kan 35%, untuk 2022 hanya 34% otomatis ada penurunan. Oleh karena itu bapak ibu petani mau tidak mau harus membeli nonsubsidi,” jelas Suryadi.

Baca juga: SARANA PERTANIAN : Petrogres Garap Pasar Pupuk Premium

“Kalau ada pupuk nonsubsidi yang kami tawarkan otomatis bisa memenuhi kekurangan kebutuhan pupuk,” kata Suryadi lagi.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode