top ear
Warga dan petugas berupaya memadamkan api yang membakar dapur rumah milik Agus Ubaidila. Dapur milik warga Desa Tanjungharjo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, ludes terbakar, Senin (3/8/2020). (Istimewa-Kecamatan Ngaringan)
  • SOLOPOS.COM
    Warga dan petugas berupaya memadamkan api yang membakar dapur rumah milik Agus Ubaidila. Dapur milik warga Desa Tanjungharjo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, ludes terbakar, Senin (3/8/2020). (Istimewa-Kecamatan Ngaringan)

Kompor Lupa Dimatikan, Dapur Warga Ngaringan Grobogan Terbakar

Kebakaran dapur tersebut bermula ketika Agus memanaskan sayur dengan kompor di dapur rumahnya.
Diterbitkan Senin, 3/08/2020 - 21:44 WIB
oleh Solopos.com/Arif Fajar Setiadi
2 menit baca

Solopos.com, PURWODADI – Apabila Anda memasak atau menghangatkan sayur, sebaiknya jangan ditinggal pergi dan matikan kompor jika sudah selesai. Agar tidak terjadi kebakaran seperti yang dialami warga di Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan.

Gara-gara lupa mematikan kompor saat memanaskan sayur, dapur rumah warga Dusun Geritan, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Ngaringan, ludes terbakar. Dapur dengan kerangka kayu jati tersebut milik Agus Ubaidila, 39.

“Iya memanaskan sayur terus lupa mematikan kompor, akibatnya dapur rumah habis dilalap api. Kejadiannya Senin [3/8/3030] pukul 15.00 WIB,” jelas Camat Ngaringan, Widodo Joko Nugroho, Senin petang.

Pemkab Karanganyar Wajib Dampingi Masyarakat Belajar saat Pandemi Covid-19

Kebakaran dapur tersebut bermula ketika Agus memanaskan sayur di dapur rumahnya. Bukannya ditunggui sampai selesai, Agus malah langsung keluar rumah. Dia bergegas pergi ke Kunduran Blora. Padahal rumah saat itu dalam kondisi kosong.

Mahbub Sumadi, 55, tetangga korban yang kebetulan tengah berada di luar rumah melihat kepulan asap dari dapur milik Agus. Kontan dia memberitahu Eri Makruf, warga sekitar. Keduanya kemudian mengecek kondisi dapur rumah korban.

Ternyata api sudah membesar. Kontan Eri menelepon Agus yang sudah sampai Kunduran. Sementara warga lainnya segera melapor ke perangkat desa yang kemudian menghubungi pos Damkar Wirosari.

Peringatan bagi ASN Jateng! Gaji bakal Dipotong jika Tak Pakai Masker

Namun tiupan angin yang cukup kencang, ditambah lagi bangunan dapur yang terbuat dari kayu jati membuat api cepat membesar. Upaya warga melakukan pemandaman pun tak berhasil. Petugas pemadam kebakaran yang datang pun segera memadamkan api dan mendinginkan sisa kebakaran.

 

Kambing Terbakar

Selain menghanguskan seluruh bangunan dapur dan isinya, akibat kompor lupa dimatikan tersebut satu ekor kambing milik korban juga ikut terbakar. Menurut Camat Ngaringan, akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp9 juta.

Camat Ngaringan mengimbau kepada warga agar berhati-hati dan waspada kebakaran mengingat saat ini musim kemarau. Ketersediaan air juga mulai berkurang sehingga upaya pemadaman sering terkendala atau tidak maksimal.

Sepekan Operasi Patuh, 4.474 Pengendara di Jateng Diganjar Surat Tilang

“Kejadian kebakaran dapur rumah tersebut karena kekurang hati-hatian pemilik rumah. Dia meninggalkan kompor yang masih menyala saat meninggalkan rumah,” imbuhnya.


Editor : Profile Haryono Wahyudiyanto
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini