[x] close
Kolaborasi, Kata Kunci Untuk Menurunkan Angka Kemiskinan di Wonogiri
Solopos.com|soloraya

Kolaborasi, Kata Kunci Untuk Menurunkan Angka Kemiskinan di Wonogiri

Untuk menurunkan angka kemiskinan di Wonogiri dibutuhkan kolaborasi semua pihak dan pelaku usaha menjadi garda terdepan.

Solopos.com, SOLO – Kolaborasi semua pihak untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Wonogiri, menjadi kata kunci yang disampaikan oleh para narasumber talkshow virtual yang digelar Solopos, Kamis (10/6/2021) malam.

Talkshow virtual yang dipandu Presiden Direktur Solopos Group, Arif Budisusilo mengusung tema, Bersama Membangun Kabupaten Wonogori, “Go Nyengkuyung Wonogiri”. Disiarkan secara langsung di SoloposTV, Instagram, dan Facebook Solopos.

Menghadirkan narasumber, Plant Director Deltomed, Nyoto Wardoyo, Apt., Owner Regar Sport Industri Indonesia, Jumariyanto. Kemudian Direktur Utama Widodo Makmur Unggas, Ali Mas’adi dan Region Sales JNE Jateng-DIY, Bambang Widiatmoko.

“Bupati Wonogiri, Joko Sutopo yang dijadwalkan ikut hadir, namun karena ada kegiatan maka diwakili Kepala Dinas KUKM dan Perindag, Wahyu Widayati,” jelas Presdir Solopos Group, Arif Budisusilo.

Baca juga: Pemulihan Sektor Pariwisata Wonogiri Butuh Waktu Lama

Kendati demikian Wahyu Widayati diberi kesempatan pertama untuk berbicara dalam talkshow yang didukung sejumlah pihak. Mulai dari Deltomed, Widodo Makmur Unggas, JNE Express, Regar Sport, Artugo, Universitas Terbuka Surakarta, hingga Prodia.

“Dari data statistik angka kemiskinan di awal 2016 cukup tinggi, 13,12 persen. Kemudian di kepemimpinan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, pada 2019 angka kemiskinan turun menjadi 10.25 persen. Namun di 2020, karena pandemi Covid-19 naik lagi menjadi 10,86 persen,” kata Wahyu Widayati membuka pembicaraan.

Selain itu, lanjut Wahyu, untuk pertumbuhan ekonomi di 2016 mencapai 5,25 persen, namun sekali lagi karena pandemi di 2020 menjadi -1,41 persen. Kondisi ini juga mungkin dialami daerah lain akibat pandemi.

“Untuk menurunkan angka kemiskinan di Wonogiri dibutuhkan kolaborasi dan pelaku usaha menjadi garda terdepan. Perlu diketahui pelaku usaha mikro mencapai 38.000 lebih, tapi pelaku usaha besar di Wonogiri masih sedikit,” jelasnya.

Baca juga: Puan Maharani Bakal Ketemu Gibran di Solo, Ganjar Pranowo Diundang Tidak?

Partisipasi Seluruh Elemen

Hal ini, menurut Wahyu Widayati sesuai dengan visi misi Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, Nyawiji Sesarengan Mbangun Wonogiri. Dengan mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat untuk memberikan sumbangsih dan kontribusi nyata membangun wilayah Wonogiri.

Ajakan kolaborasi ini mendapat respons positif dari narasumber lainnya. Plant Director Deltomed, Nyoto Wardoyo mengatakan untuk menurunkan angka kemiskinan pihaknya terus memberdayakan petani. Juga dalam penyerapan tenaga kerja, 75 persen dari Wonogiri.

“Apalagi bahan utama produk Deltomed adalah empon-empon. Jahe menjadi bahan baku dan ini banyak didapatkan di Wonogiri. Kami pun memberdayakan dengan memberikan pelatihan agar jahe yang dihasilkan sesuai standar. Sehingga bisa kami beli dengan harga tinggi bahkan lebih tinggi dari harga pasar,” ujar Nyoto.

Baca juga: Program Beasiswa untuk Mahasiswa Berprestasi Dilanjutkan

Demikian juga menurut Direktur Utama Widodo Makmur Unggas (WMU), Ali Mas’adi, sebagian besar tenaga kerja berasal dari Wonogiri. Tidak hanya itu pihaknya juga transfer pengetahuan dengan bekerja sama SMK untuk belajar di peternakan modern WMU.

“Kami juga ingin berkolaborasi dengan Deltomed karena ada limbah pupuk yang bisa untuk petani jahe. Kemudian dengan Regarsport untuk marketplacenya, dan JNE untuk mengirim produk-produknya,” ujar Ali.

Baca juga: Rencana Sembako Kena PPN, Pedagang: Kami Bisa Gulung Tikar

Lompatan besar juga dilakukan owner Regar Sport, Jumariyanto yang terus mengembangkan usahanya yang semula hanya jersey voly menjadi industri digital yang terus berkembang. Bahkan dari semula sembilan tenaga kerja kini karyawannya menjadi 400 orang.

“Kami juga dari semula 8.000 reseler, kemudian di tengah pandemi di mana bisnis online berkembang pesat bertambah menjadi 40.000 reseler. Di samping itu karyawan kami juga berkesempatan menjadi pelaku UMKM sesuai kemampuannya,” jelas Jumariyanto.

Sedangkan Region Sales JNE Jateng-DIY, Bambang Widiatmoko, menyampaikan bahwa pihaknya siap membantu UMKM di Wonogiri. Berkolaborasi dengan Pemkab Wonogiri untuk bersama-sama menurunkan angka kemiskinan.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago