top ear
Salah satu ilustrasi karya Dosen FSRD UNS Solo, Andi Setiawan, yang menggambarkan fenomena warga menanggapi Pilkada Solo. (Istimewa/Facebook Andi Setiawan)
  • SOLOPOS.COM
    Salah satu ilustrasi karya Dosen FSRD UNS Solo, Andi Setiawan, yang menggambarkan fenomena warga menanggapi Pilkada Solo. (Istimewa/Facebook Andi Setiawan)

Kocak Penuh Makna, Begini Potret Kekecewaan Dan Kritik Warga Solo Terhadap Pilkada Dalam Ilustrasi Visual

Dosen UNS Solo Andi Setiawan memotret fenomena ketidakpuasan dan kritik warga Solo terhadap Pilkada dalam bingkai ilustrasi visual.
Diterbitkan Senin, 3/08/2020 - 22:15 WIB
oleh Solopos.com/Kurniawan
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Dinamika politik Pilkada Solo 2020 yang sejauh ini baru memunculkan dua pasangan calon atau paslon memantik kekecewaan dan kritik dari sebagian warga Kota Bengawan.

Dua paslon dimaksud yakni Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo). Warga pun mengekspresikan kekecewaan mereka di berbagai forum, seperti wedangan, obrolan santai, dan akun media sosial.

Fenomena itu ditangkap seorang dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS Solo, Andi Setiawan, 40, dan diilustrasikan ke dalam media visual. Ilustrasi visual karya Andi lantas diunggah di akun medsos pribadinya, baik Facebook, Instagram, dan Twitter.

Pemkot Solo Kantongi Duplikat Arsip Cokro Tulung dan Sriwedari Dari ANRI

Salah satu karya Andi yang menggambarkan situasi warga menjelang Pilkada Solo adalah ilustrasi aktivitas pemotongan daging kurban yang diunggah pada 1 Agustus 2020 di Facebook. Dalam gambar itu Andi menggambarkan kesibukan saat Iduladha di salah satu masjid di Solo.

Gambar itu disertai obrolan di antara figur yang ada di gambar. Saat sesi pengepakan, seorang figur gambar bertanya ke mana satai daging akan ditaruh.

“Bu ini satai yang sudah siap dimasukkan ke mana?,” tanya figur yang digambarkan sebagai sosok laki-laki berkaus putih dan mengenakan peci hitam.

Rapatkan Barisan, Tikus Pithi Indonesia Siap Ngedan Menangkan Paslon Bajo di Pilkada Solo

Pertanyaan itu dijawab figur perempuan di gambar itu. “Masukkan semua hasilnya ke kotak kosong saja ya!!!” tutur figur perempuan berpakaian warna ungu tersebut.

Menertawakan Pilkada

Di ilustrasi gambar lainnya Andi menggambarkan sejumlah orang yang berkerumun di sekitar kursi kayu bertuliskan calon wali kota. Orang-orang itu digambarkan dari berbagai kalangan masyarakat dan sedang tertawa terbahak-bahak.

Di belakang kursi tersebut terpampang spanduk bertuliskan, “Koalisi warga Solo menertawakan Pilkada yang nganu dan wagu."

Kontes Sepeda Onthel Solo: Ada Peserta Yang Habis Sampai Rp100 Juta Untuk Upgrade Loh...

“Dalam konteks pilkada, saya membaca situasi dan respons atas perkembangan yang terjadi. Contoh saat ronda saya menangkap obrolan tetangga, dinamika pilkada, dan sebagainya. Di wedangan juga. Ada yang cuma grundelan, ada yang bikin status. Karena saya punya kemampuan memvisualkan pesan, saya buat ilustrasi gambar,” urai Andi.

Dia mengakui ilustrasi visual yang dibuat merupakan kritik atas fenomena politik yang sedang terjadi. Dia menggunakan media gambar yang diunggah di medsos untuk menyampaikan pesan kepada publik.

“Tentu sebuah hak warga negara untuk berbicara, menyampaikan pendapat. Dan itu dijamin undang-undang,” kata dia.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com



berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini