[x] close
top ear
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat menggelar jumpa pers terkait 20 ASN Pemkot Semarang yang dinyatakan positif Covid-19 di Balai Kota Semarang, Kamis (11/6/2020). (Solopos.com/Imam Yuda S.)
  • SOLOPOS.COM
    Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat menggelar jumpa pers terkait 20 ASN Pemkot Semarang yang dinyatakan positif Covid-19 di Balai Kota Semarang, Kamis (11/6/2020). (Solopos.com/Imam Yuda S.)

Klaster Covid-19 Semarang di Pelabuhan dan Kawasan Industri

Perusahaan yang ratusan karyawannya dinyatakan positif Covid-19 berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas dan Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW).
Diterbitkan Selasa, 7/07/2020 - 20:05 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra
2 menit baca

Solopos.com, SEMARANG – Organisasi serikat pekerja menyebut tiga perusahaan yang ratusan karyawannya dinyatakan positif Covid-19 berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas dan Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW).

Hal itu disampaikan Ketua Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Jawa Tengah (Jateng), Nanang Setyono.

“Informasi yang kami peroleh perusahaan itu ada di kawasan industri sekitar pelabuhan [Tanjung Emas] dan Kawasan Industri Wijayakusuma,” ujar Nanang kepada wartawan di Semarang, Selasa (7/7/2020).

Kemendagri Minta Tegur Bupati Klaten, Ganjar Sudah Berkomunikasi

Meski demikian, Nanang tidak tahu secara pasti kebenaran informasi tersebut. Oleh karenanya, ia pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang membuka secara gamblang nama-nama perusahaan yang karyawannya dinyatakan positif Covid-19.

“Kalau tidak disampaikan masyarakat tidak tahu. Masyarakat jadi tidak hati-hati, termasuk kaum buruh. Sehingga, buruh tetap berinteraksi dengan karyawan dari perusahaan itu dan bisa tertular. Itu kan justru berbahaya,” imbuh Nanang.

Menurut Nanang, memang ada suatu kepentingan saat Pemkot Semarang merahasiakan perusahaan yang terdampak Covid-19. Hal itu semata-mata untuk melindungi kepentingan usaha perusahaan tersebut.

Tidak Tertib, Objek Wisata di Karanganyar Bisa Ditutup Lagi

“Tapi selain dampak ekonomi, pemerintah juga harus memikirkan keselamatan masyarakat luas. Jangan hanya mementingkan usaha perusahaan. Kalau enggak disampaikan, justru penularan Covid-19 bisa meluas,” tegas Nanang.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan (FSP-KEP) KSPI Jateng, Ahmad Zainuddin.

Pria yang akrab disapa Bang Din itu menyebut perusahaan yang karyawannya terpapar Covid-19 berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Perusahaan itu bergerak dalam industri garmen.

Gubernur Jateng Sampaikan Masukan PPDB 2020 ke Kemendikbud

“Informasi yang saya peroleh seperti itu. Makanya, saya minta pemerintah membuka datanya. Biar kita, para pekerja juga bisa meningkatkan kewaspadaan,” ujar Bang Din.

Pemkot Semarang hingga saat ini belum menyebut nama perusahaan yang ratusan karyawannya terinfeksi virus corona.


Editor : Profile Haryono Wahyudiyanto
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini