top ear
Mbah Karni Martiwijoyo (tengah) bersama anaknya yang nomor tiga Sumini, 67, (kiri) dan menantunya Wagimin, 72, (kanan) duduk lesehan di teras depan rumahnya, Dukuh Pandak RT 004/RW 001, Desa Krikilan, Masaran, Sragen, Jumat (14/2/2020). (Solopos/Tri Rahayu)
  • SOLOPOS.COM
    Mbah Karni Martiwijoyo (tengah) bersama anaknya yang nomor tiga Sumini, 67, (kiri) dan menantunya Wagimin, 72, (kanan) duduk lesehan di teras depan rumahnya, Dukuh Pandak RT 004/RW 001, Desa Krikilan, Masaran, Sragen, Jumat (14/2/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Klaim Berusia 123 Tahun, Perempuan Sragen Lebih Tua dari Laki-Laki Tertua di Dunia

Karni sudah lupa tahun kelahirannya. Anak sulung Karni yang tinggal di Sragen, Suminah, diperkirakan berumur 80 tahun atau lahir pada 1940.
Diterbitkan Minggu, 16/02/2020 - 06:00 WIB
oleh Solopos.com/Tri Rahayu/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Karni Martowijoyo yang tinggal di kawasan Petilasan Mangkubumi di Dukuh Pandak RT 004/RW 001, Desa Krikilan, Masaran, Sragen, mengklaim berusia sekitar 123 tahun.

Bila klaim Karni itu benar, perempuan itu lebih tua dari Chitetsu Watanabe, warga Jepang yang baru saja dinobatkan sebagai pria tertua di dunia oleh Guinness World Records karena berusia 112 tahun dan 344 hari.

Pendengaran Karni sudah berkurang. Orang yang berbicara dengan Karni harus menaikkan suara supaya Karni mendengar.

“Saat suami saya masih hidup, umur saya sudah dihitung, yakni 100 tahun lebih 20 tahun. Suami dan saya itu umurnya hampir sama karena satu generasi," kata dia, Jumat (14/2/2020)

Saat zaman Jepang menjajah Indonesia, Karni sudah punya satu anak yang sudah besar. Sekarang canggah (generasi kelima) Karni ada 10 orang.

"Anaknya hanya enam, tetapi cucu dan buyut sudah lupa jumlahnya saking banyaknya,” kata Karni diamini anaknya, Sumini.

Namun, Karni sudah lupa tahun kelahirannya. Anak sulung Karni yang tinggal di Sragen, Suminah, diperkirakan berumur 80 tahun atau lahir pada 1940. Kemungkinan umur Karni sekarang memang sudah 100-an tahun.

“Saya tidak pernah minum jamu apa-apa. Jamunya ya nginang,” ujar Karni sembari tertawa lebar memperlihatkan giginya yang sudah ompong.

Bagaimana dengan Chitetsu Watanabe? Dia yang gemar makanan manis dan meyakini manfaat senyum dinobatkan sebagai pria tertua di dunia oleh Guinness World Records. Ia berusia 112 tahun dan 344 hari.

Dilansir dari Suara.com, Chitetsu Watanabe yang dilahirkan di Niigata, Jepang Utara pada tahun 1907, menerima sertifikat atas pencapaiannya itu, Rabu (12/2/2020), di sebuah panti jompo.

Chitetsu Watanabe. (Guinnessworldrecords.com)
Chitetsu Watanabe. (Guinnessworldrecords.com)

Pemegang rekor sebelumnya, Masazo Nonaka, yang juga warga Jepang, meninggal bulan lalu. Orang tertua di dunia yang masih hidup, juga warga Jepang, adalah Kane Tanaka, perempuan yang kini berusia 117 tahun.

Hingga satu dekade lalu, Watanabe biasa membuat dan memamerkan bonsai karyanya. Belakangan ini, ia menyukai penganan manis seperti kustar dan kue sus, menurut Guiness World of Record.

Watanabe lulus dari sekolah pertanian dan pindah ke Taiwan untuk bekerja di perkebunan tebu Dai-Nippon Meiji Sugar. Ia tinggal di Taiwan selama 18 tahun. Ia menikah dengan istrinya, Mitsue dan dikaruniai lima orang anak.

Setelah Perang Dunia II usai, Watanabe kembali ke Niigata dan bekerja di kantor pemerintah daerah setempat hingga pensiun. Watanabe mengungkapkan rahasia umur panjang yang dimilikinya, yaitu jangan cepat marah dan selalu tersenyum.

Editor : Profile Danang Nur Ihsan
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkait