Kisah Yuliana, Warga Gentan Sukoharjo Rawat Bayi Yang Tak Diinginkan Orang Tuanya
Solopos.com|soloraya

Kisah Yuliana, Warga Gentan Sukoharjo Rawat Bayi Yang Tak Diinginkan Orang Tuanya

Yuliana, warga Gentan, Sukoharjo, memutuskan merawat bayi yang tak diinginkan orang tuanya meski kondisi ekonominya sedang terpuruk.

Solopos.com, SOLO — Yuliana, 45, warga Gentan, Sukoharjo, sudah dua pekan terakhir ini merawat seorang bayi perempuan bernama Fakhirah Hafidzah Izzatunninsa. Bayi dengan sapaan akrab Icha itu merupakan anak adopsi Yuliana dari seorang ibu yang tidak mampu dan tak mau merawat putrinya.

Yuliana kepada Solopos.com, Rabu (21/4/2021), menceritakan semua berawal dari perkenalannya dengan nenek bayi beberapa waktu lalu. Nenek bayi Icha pernah bekerja sebagai pembantu di salah satu tempat yang ia kenal.

Perkenalan itu membawa nenek tersebut meminta bantuan kepada Yuliana untuk mencarikan orang tua untuk cucunya. Ibu kandung bayi itu tidak mampu merawat sementara ayahnya tak mau bertanggung jawab.

Baca Juga: Pernikahan Dini di Sukoharjo Melonjak, Apa Penyebabnya?

Selama hamil, ibu kandung bayi itu menyembunyikan kehamilannya. Posturnya yang besar membuat kehamilan itu tidak terlihat. “Anak itu lahir 7 April 2021. Sesaat anak itu lahir saya berusaha membuat ibu kandung luluh agar mau merawat tetapi tetap tidak mau. Lalu ia membuat surat dan saya bawa pulang bayi itu dari rumah bersalin,” papar warga Gentan, Sukoharjo, itu.

Sampai di rumah, Yuliana mengecek kondisi bayi tersebut. Namun betapa kagetnya ia saat melihat ternyata jari tangan dan jari kaki bayi itu tidak tumbuh sempurna.

Terenyuh

Yuliana menduga bayi itu sempat hendak digugurkan oleh ibu kandungnya yang masih berusia 20-an tahun itu. Terenyuh dengan kondisi bayi itu, Yuliana langsung memutuskan untuk merawatnya sendiri.

Baca Juga: Poin-Poin Larangan Mudik Lebaran Ke Solo 1-17 Mei

Tadinya ia berniat menawarkan bayi itu untuk diadopsi orang lain karena kebetulan juga ada orang lain yang mau merawat bayi itu. Namun, warga Gentan, Sukoharjo, itu tetap yakin untuk merawat bayi itu sendiri meskipun kondisi ekonominya sedang tidak bagus karena pandemi Covid-19.

Tantangan merawat bayi yang baru lahir itu pun tiba. Baru sekitar sepekan, bayi itu sakit diare. Ia menduga karena ia belum menyesuaikan dengan penanganan ASI donor untuk bayi itu.

Perawatan bayi yang sakit itu memerlukan uang mencapai Rp5 juta. “Saat ini sudah boleh pulang dari rumah sakit. Tapi saya sudah diblokir hubungan komunikasi oleh nenek bayi itu,” papar Yuliana.

Baca Juga: Mudik Solo Dilarang Per 1 Mei, Kecuali Untuk Beberapa Kepentingan Ini

Beruntung rekan-rekan Yuliana dan banyak orang lain masih peduli dengan bayi itu. Bantuan uang, jasa, dan barang mengalir untuk Icha. Bahkan, saat membawa pulang bayi itu, tetangga di Gentan, Sukoharjo, juga merepons dengan memberi bantuan pakaian bayi lengkap dengan peralatannya.

Menjadi Korban Penipuan

Ia mengakui perekonomiannya yang sedang tidak bagus membuat beberapa orang mempertanyakan keputusannya merawat bayi itu. Namun, ia sudah membulatkan tekad. Ia meyakini selalu ada pertolongan Allah guna merawat bayi itu.

Yulia mengatakan suaminya yang bekerja di kapal tak bisa berlayar selama pandemi ini. Selain itu beberapa kali keluarganya menjadi korban penipuan sejumlah uang karena sikapnya yang mudah percaya kepada orang.

Baca Juga: Bayi Kembar Siam Asal Karanganyar Berhasil Dipisahkan Di RSDM Solo, Begini Prosesnya

Kini ia berjualan makanan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Saya enggak tega kalau anak itu diserahkan ke yayasan. Saat ini bayi ini lahir saya ada di rumah bersalin. Saat itu tidak ada yang azan di telinga bayi itu, lalu saya memutar suara azan dari Youtube,” imbuh Yuliana.

Yuliana tidak berniat membuka donasi untuk Icha. Ia khawatir disangka memanfaatkan bayi itu untuk mencari keuntungan karena perekonomiannya yang sempat berjaya kini turun.

Biaya Perawatan

Namun, ia menerima bantuan jika ada orang-orang yang berempati dengan Icha. Yuliana mengaku tidak memedulikan suara sumbang orang terhadap kondisinya dan Icha.

Baca Juga: Tak Ada Kelonggaran, Warga Kena Rel Layang Joglo Solo Wajib Pindah Sebelum Juli

Ia memilih mendengarkan dukungan-dukungan dan apresiasi dari teman terdekatnya yang salut atas keputusan Yulia. Bahkan, teman-teman Yulia pun bersedia membantu biaya perawatan Icha.

Ia bercerita setelah merawat Icha, limpahan rezeki dari Allah ia rasakan. Setiap ia berjualan bersama suaminya, kemudahan selalu ia dapatkan. “Semua ada rezekinya masing-masing. Kalau saya diberi harta berlimpah, saya ingin merawat anak-anak seperti Icha,” papar Yuliana.




Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago