top ear
Sunarso (depan, kiri) bersiap meninggalkan Technopark Ganesha Sukowati setelah dinyatakan sembuh dari paparan virus corona, Minggu (28/6/2020). (Solopos/Moh Khodiq Duhri)
  • SOLOPOS.COM
    Sunarso (depan, kiri) bersiap meninggalkan Technopark Ganesha Sukowati setelah dinyatakan sembuh dari paparan virus corona, Minggu (28/6/2020). (Solopos/Moh Khodiq Duhri)

Kisah Sunarso, Peserta Ijtima Gowa Asal Sragen yang Terakhir Sembuh dari Covid-19

Begini kisah Sunarso, peserta Ijtima Gowa asal Sragen yang paling akhir sembuh dari Covid-19.
Diterbitkan Senin, 29/06/2020 - 15:52 WIB
oleh Solopos.com/Muh Khodiq Duhri
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN – Sunarso, 58, merupakan peserta Ijtima Gowa asal Sragen yang paling akhir sembuh dari Covid-19. Warga Dukuh Gebung, RT 024, Desa Patihan, Sidoharjo, Sragen, itu diizinkan pulang dari Technopark Sragen, Minggu (28/6/2020).

Kepergian Sunarso bersama empat orang lain yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) dari Technopark dilepas oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, dr. Hargiyanto, pada Minggu sore.

“Benar, dia [Sunarso] dari Klaster Gowa paling akhir [yang sembuh dari virus corona],” terang dr. Hargiyanto kepada Solopos.com, Senin (29/6/2020).

Sunarso tergolong menjalani karantina dalam waktu yang lama. Dia dijemput untuk dikarantina pada 26 Maret 2020 setelah pulang dari Gowa untuk mengikuti Ijtima Ulama Dunia Zona Asia.

Berkat KB, Wanita Asal Ngrampal Sragen Dapat Sepeda dari Bupati

Setelah tiga bulan menjalani karantina, Sunarso yang merupakan menantu dari Cipto Sungkono, 71, dinyatakan pulang. Sebelumnya sang mertua telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 pada 29 April 2020 lalu.

Cipto Sungkono, mertua Sunarso menjadi peserta ijtima ulama Gowa asal Sragen yang lebih dulu dinyatakan positif terpapar Covid-19 berdasar tes swab. Namun, ia juga menjadi pasien pertama asal Sragen yang sembuh dari virus corona setelah menjalani perawatan intensif di Ruang Isolasi RSUD dr. Moewardi Solo.

Karantina

Kini dengan sembuhnya Sunarso, maka tidak ada lagi peserta Ijtima Gowa yang positif Covid-19 di Kabupaten Sragen. Sunarso dinyatakan sembuh setelah menjalani masa karantina selama tiga bulan lebih satu hari di kompleks Gedung Technopark Ganesha Sukowati.

“Selama dua bulan satu hari di sini, saya khatam Alquran sebanyak 2,5 kali. Selama di sini, saya memperbanyak ibadah dan berdoa. Kalau pagi berjemur, olahraga, lari-lari. Kalau jenuh saya ngajak teman ngobrol, sesekali memancing ikan,” ucap Sunarso.

Pakai Masker & Rajin Cuci Tangan Cegah Pneumonia Covid-19

Dalam kurun waktu dua bulan itu, Sunarso sudah menjalani 11 kali tes swab. Pada dua tes swab awal, dia dinyatakan positif. Pada tes swab berikutnya, hasilnya sempat negatif. Namun, pada tes swab berikutnya kembali positif.

“Jadi, beberapa kali tes swab hasilnya negatif, tapi tes berikutnya positif lagi. Itu terjadi berulang-ulang. Baru dua tes swab terakhir itu hasilnya negatif semua,” papar Sunarso.

Jarang Disorot, Ini Sosok Dian Ekawati Istri Didi Kempot

Total ada sekitar 130 warga Sragen yang menjadi peserta Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia di Kabupaten Gowa yang sedianya digelar 19 Maret 2020 lalu.

Sekitar 37 warga Sragen yang menjadi peserta Ijtima Ulama Gowa dinyatakan reaktif berdasarkan rapid test. Sementara sekitar belasan warga dinyatakan positif terpapar corona berdasarkan hasil tes swab. Klaster Gowa itu sempat mendominasi kasus positif Covid-19 di Sragen.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini