Kisah Sopir Sepur Kelinci Di Solo, Terpaksa Tiarap Seusai Laka Boyolali

Para sopir sepur kelinci yang biasa beroperasi di pusat keramaian seperti Stadion Manahan, Solo, sepakat berhenti beroperasi sementara menyusul kasus kecelakaan di Boyolali.
SHARE
Kisah Sopir Sepur Kelinci Di Solo, Terpaksa Tiarap Seusai Laka Boyolali
SOLOPOS.COM - Sepur kelinci melitas di depan Gedung Wanita, Manahan, Solo, Kamis (12/5/2022). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com Stories

Solopos.com, SOLO — Sepur kelinci yang biasa beroperasi di lokasi keramaian seperti Stadion Manahan Solo mendadak hilang sejak Sabtu (14/5/2022). Kereta kelinci bermesin sepeda motor modifikasi itu biasa melayani pengunjung mengelilingi Stadion Manahan.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Menghilangnya sepur kelinci itu dipertanyakan salah satunya oleh Widyastuti, salah seorang warga Pajang, Laweyan, yang mengaku sering naik sepur kelinci di Manahan. Ditemui Solopos.com, Minggu (15/5/2022), ia mengatakan sudah dua hari terakhir tidak melihat sepur kelinci di kawasan itu.

Berdasarkan pengamatan Widya, sepur kelinci yang sering dijumpainya di Manahan terakhir terlihat pada Jumat (13/5/2022). Semenjak itu ia tak melihat satu pun kereta kelinci melintas di jalan seputar Stadion Manahan.

“Sering ke sini, Jumat kemarin masih ada, sudah dua hari ini mulai enggak kelihatan. Biasanya di sekitaran becak lampu [mangkalnya],” jelasnya.

Kereta yang berwarna-warni itu kini seperti ditelan bumi, tak terlihat di jalanan. Berdasarkan pantauan Solopos.com dan informasi dari warga di kawasan Manahan, Sondakan, Pajang, dan Mojosongo, Solo, sepur kelinci juga sudah jarang terlihat.

Baca Juga: Curhatan Ibu-Ibu Solo Pengguna Sepur Kelinci: Dulu Senang, Kini Waswas

Seorang sopir sepur kelinci yang ditemui Solopos.com di kawasan Manahan, Muji, membenarkan untuk sementara para sopir sepakat untuk berhenti beroperasi. Hal itu sebagai buntut kecelakaan sepur kelinci yang mengakibatkan dua orang meninggal di Andong, Boyolali, Rabu (11/5/2022) lalu.

Sidak Di Sukoharjo

“Kemarin dapat kabar dari teman ada sidak di Sukoharjo, ya mulai itu sepakat enggak jalan,” ucapnya saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu. Muji menyayangkan kejadian kecelakaan yang akhirnya berimbas pada seluruh kereta kelinci di Soloraya.

“Ya namanya juga musibah, tapi enggak semuanya kereta kelinci berbahaya. Tergantung medannya, sopirnya [harus] berpengalaman, paham mesin, jadi tahu kalau ada kerusakan bisa langsung bertindak,” terangnya.

Baca Juga: Diklaim Aman, Ini Beda Kendaraan Listrik Wisata Solo Dari Sepur Kelinci

Sejauh ini, kata Muji, sepur kelinci yang ia operasikan di kawasan Manahan, Solo, tidak mengalami kendala apa pun, karena rutin dilakukan pengecekan saat sebelum digunakan.

“Memang susah-susah gampang kalau tidak terbiasa dan pengalaman, namanya juga kendaraan modifikasi, jadi enggak sembarangan orang bisa [mengoperasikan],” tambahnya.

Muji mengharapkan ke depannya agar ada kelonggaran lagi untuk kereta kelinci agar dapat beroperasi kembali. “Harapannya bisa jalan lagi, kalau kasusnya gini saya juga ikut khawatir enggak ada yang naik [kereta kelinci],” paparnya.

Baca Juga: Laka Kereta Kelinci Tak Pengaruhi Operasional Mobil Listrik Wisata di Solo

Kehilangan Pendapatan

Muji dan beberapa temannya sesama sopir sepur kelinci di Solo sepakat untuk sementara ini menghentikan pengoperasian kereta kelinci walau dampaknya menghentikan pula roda ekonomi mereka. “Ya nyari aman aja, walau jadinya enggak ada pemasukan. Dulu waktu masih jalan lumayan cukup buat sehari-hari,” ucap pria berusia setengah abad itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, kereta kelinci yang menggunakan mesin mobil Isuzu Truk Box modifikasi berpelat nomor H 1439 SMG terguling di wilayah Andong, Boyolali, Rabu (11/5/2022). Peristiwa itu mengakibatkan dua orang yang merupakan ibu dan anak.

Kejadian itu sontak berimbas pada pengoperasian kendaraan tersebut di wilayah Soloraya. Apalagi kejadian di Boyolali itu juga bukan kali pertama sepur kelinci mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan korban meninggal.

Baca Juga: Audiensi ke DPRD Sukoharjo, Warga Nguter Batal Naik Kereta Kelinci

Pada Februari 2022 lalu, kejadian serupa terjadi di Madiun, Jawa Timur. Korban meninggal dalam kejadian di Madiun juga dua orang, terdiri atas satu orang dewasa dan satu anak-anak usia 7 tahun. Akibat kejadian itu, sopir sepur kelinci ditetapkan sebagai tersangka.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago