Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kisah Santri Bersarung di Klaten Panjat Tiang Bendera Setinggi 15 Meter

M. Syaiful Amri, seorang santri nekat memanjat tiang bendera saat upacara HUT ke-77 Kemerdekaan RI.
SHARE
Kisah Santri Bersarung di Klaten Panjat Tiang Bendera Setinggi 15 Meter
SOLOPOS.COM - Seorang santri memanjat tiang bendera dari bambu saat digelar upacara bendera di Ponpes Al-Munawwir Ndlajo, Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko, Rabu (17/8/2022). (Tangkapan layar Instagram)

Solopos.com, KLATEN — M. Syaiful Amri, seorang santri nekat memanjat tiang bendera saat upacara HUT ke-77 Kemerdekaan RI. Upacara tersebut digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Munawwir Ndlajo, Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko, Rabu (17/8/2022).

Aksi seorang santri memanjat tiang bendera dari bambu itu viral di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @almunawwirndlajo, Rabu petang.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Unggahan berupa video itu menunjukkan seorang santri bersarung berada di puncak tiang bendera dari bambu. Dia terlihat memasukkan tali yang terlepas ke pengait di ujung tiang.

Sementara, petugas upacara berada pada posisi membentangkan bendera. Santri lainnya yang mengikuti upacara menyaksikan aksi seorang santri itu dari barisan masing-masing.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, upacara bendera di Ponpes Al-Munawwir Ndlajo digelar Rabu pukul 07.00 WIB. Upacara diikuti 150 orang terdiri dari santri putra dan putri serta warga sekitar Ponpes. Upacara dipimpin pengasuh pondok. Sesuai ciri khasnya, para santri mengikuti upacara mengenakan sarung, baju koko, serta kopiah.

Baca Juga: Byur! Peserta Lomba Meniti Bambu di Kalijaran Klaten Tercebur di Sungai

Semula, upacara berjalan lancar hingga bendera Merah-Putih akan dikibarkan. Saat bendera akan dibentangkan, tiba-tiba tali pengait terlepas dari tiang bendera berbahan bambu.

Di saat itulah, M. Syaiful Amri, santri dari Ungaran, Kabupaten Semarang, mengambil tali pengait yang terjatuh. Sambil menggigit tali pengait itu, Syaiful memanjat tiang bendera setinggi 15 meter dengan masih mengenakan sarung dan kopiah.

Seperti tak ada hambatan, Syaiful berhasil memasang kembali tali mengait di puncak tiang bendera. Setelah itu, upacara berlanjut dengan pengibaran bendera diiring lagu Indonesia Raya.

Baca Juga: HUT RI, Ada Upacara di Bawah Permukaan Air di Umbul Ponggok Klaten

“Dari kami, khususnya pengasuh pondok mengapresiasi sikap spontanitas dari M. Syaiful Amri. Secara tidak langsung ini menunjukkan jiwa patriotisme dan nasionalisme tumbuh di antara santri,” kata Ketua Ponpes Al-Munawwir Ndlajo, Mu’arif Salam saat dikonfirmasi, Kamis (18/8/2022) siang.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode