Kategori: Karanganyar

Kisah Nyi Trini dan Nyai Sauban Jadi Asale Desa Tuban Karanganyar


Solopos.com/Candra Mantovani

Solopos.com, KARANGANYAR – Tuban merupakan salah satu nama desa di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat dan digali pemdes, asal mula penamaan Desa Tuban tak lepas dari unsur ghaib yang dulu diyakini masyarakat.

Kepala Desa Tuban, Aris Santoso, bercerita jika dia sudah menggali cerita asal mula Desa Tuban dari salah satu orang yang dituakan di desa tersebut Alm. KH Mashudi. Menurut cerita awalnya dulu wilayah itu ditinggali kali pertama oleh Mbah Drani di era Majapahit.

Saat itu menurutnya Desa Tuban masih berbentuk hutan lantaran bersebelahan langsung dengan Desa Krendowahono yang kala itu juga dikenal sebagai Alas Krendowahono.

Pilkada Solo: Niat Maju Jadi Cawali, Putri Woelan Pepet PKS

Berdasarkan cerita tersebut, di Desa Tuban terdapat Kedung Trini yang dihuni oleh sosok gaib bernama Nyi Trini. Di sebelah kedung tersebut ada tempat yang juga dihuni sosok ghaib juga bernama Nyai Sauban. Keduanya diyakini merupakan sosok ghaib yang menunggu Desa Tuban hingga saat ini.

“Kemudian Mbah Drani itu kan memiliki anak banyak dan jadilah suatu pemukiman. Nama desa ini juga diambil dari gabungan kedua nama sosok yang diyakini menunggu dua tempat tersebut. Tuban itu berarti berasal dari Nyi Trini dan Nyai Sauban,” cerita Aris ketika berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (1/8/2020).

Walah! Pesepeda di Wonogiri Sering Terobos Lampu Merah, Yakin Tak Kena Tilang

Ritual

Diceritakan juga lokasi dua sosok tersebut dianggap keramat oleh beberapa orang. Beberapa ritual sebelum era modern saat ini kerap dilakukan apalagi ketika ada yang akan menggelar hajatan pernikahan.

“Kalau saat ini sudah memudar untuk itu [ritual]. Tapi dulu itu kerap ada warga yang memasang sesajen kalau akan ada hajatan pernikahan. Ya di lokasi yang diyakini ditunggu oleh Nyi Trini dan Nyai Sauban itu. Ada yang dilarung dan hanya ditempatkan saja,” beber dia.

Bikin Geleng-Geleng Kepala, Ini Perilaku Pesepeda di Wonogiri yang Bikin Waswas

Pemerintah Desa Tuban berencana menggali sejarah dari asal-usul desa tersebut untuk mengembangkan potensi desa. Hal ini akan diwujudkan dalam bentuk sejarah agar tidak hilang dimakan zaman.

Desa Tuban sendiri berbatasan langsung dengan Kalijambe, Sragen di utara, Desa Krendowahono di timur, Bulurejo di selatan dan Boyolali di barat. Berdasarkan data dari karanganyarkab.go.id, dari data tahun 2016 Desa Tuban memiliki luas wilayah 277,73 hektare, memiliki enam dusun,dan jumlah penduduk sebanyak 7.425 jiwa.

Tinggal di Rumah Baru, Mbah Minto Klaten Tetap Masak Pakai Anglo Jadul

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita

Berita Terkini

Adu Mulut Mourinho Vs Lampard Warnai Duel Tottenham Kontra Chelsea

Solopos.com, LONDON - Duel Tottenham Hotspur melawan Chelsea di ajang Piala Liga Inggris diwarnai dengan…

15 menit lalu

Sragen Keras Lur! 2 Hajatan di Sukodono Dibubarkan Polisi Gara-Gara Ini

Solopos.com, SRAGEN -- Dua kegiatan hajatan di Dukuh Karanggeneng dan Dukuh Donomulyo, Desa Juwok, Kecamatan…

28 menit lalu

Cara Membuat Rumah Sejuk Tanpa AC, Hemat Dikantong Lho!

Solopos.com, SOLO – Ternyata ada cara khusus untuk membuat rumah semakin sejuk meski tanpa AC…

60 menit lalu

Muncul Klaster Baru Persebaran Covid-19 di Karanganyar, Apa Itu?

Solopos.com, KARANGANYAR -- Muncul klaster baru persebaran Covid-19 di Kabupaten Karanganyar, yakni masyarakat umum. Bupati…

1 jam lalu

Virtual Amazing Batik 2020, Persembahan Solopos untuk Warisan Budaya Bangsa

Solopos.com, SOLO--Batik merupakan kerajinan bernilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia, khususnya…

2 jam lalu

Kampanye Pilkada Klaten: Sri Mulyani Blusukan, One Kunjungi Kawan, ABY Berkeliling

Solopos.com, KLATEN -- Calon bupati (cabup) nomor urut 1, Sri Mulyani, blusukan ke tiga pasar…

2 jam lalu