top ear
Tebing Gunung Lawu. (Istimewa/Tim SAR Karanganyar)
  • SOLOPOS.COM
    Tebing Gunung Lawu. (Istimewa/Tim SAR Karanganyar)

Kisah Mistis Mendaki Gunung Lawu di Malam 1 Suro

Berbagai kejadian aneh terus bermunculan mengiringi pendakian mereka ke puncak Gunung Lawu.
Diterbitkan Kamis, 13/02/2020 - 23:40 WIB
oleh Solopos.com/Nugroho Meidinata
3 menit baca

Solopos.com, SOLO -- Gunung Lawu di Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), kerap dianggap sebagai gunung yang terkenal dengan aura mistisnya.

Bahkan, beberapa pendaki Gunung Lawu sering mengalami kejadian di luar nalar saat menuju puncak berketinggian 3.265 meter ini.

Salah satunya diceritakan oleh sepasang suami istri pendaki. Dalam cerita yang diunggah di akun media sosial Instagram @visitsurakarta, pendaki yang tak disebutkan namanya ini mendaki Gunung Lawu hanya berdua dengan suaminya.

Awal Kisah

Kisah mistis itu diawali dari kedatangan mereka di loket pendaftaran. Di situ mereka mengaku tidak menemukan petugas maupun orang yang berjaga.

Psikotes SIM Tak Mudah, Satlantas Wonogiri Siapkan Latihan Gratis

"Mendaki Lawu jam 12 malam pas hari sabtu, cuma berdua sama suami waktu itu, mau naik itu sempet ke loket mau bayar, tapi petugas gak ada di parkiran motor & parkiran banyak, yawis kita mutusin tetep masuk. Dari awal masuk Gerbang pintu masuk itu aku sudah ngerasa aneh min, seperti ada orang yang melihat aku & suami di balik pohon besar disitu," ungkapnya yang diunggah oleh pengelola akun media sosial Instagram @visitsurakarta, Kamis (2/1/2020).

Rayakan Ultah di Loji Gandrung, Wali Kota Solo: Narima Ing Pandum

Dalam perjalanan mendaki, ketika sedang beristirahat melepas lelah, penulis cerita itu menanyakan keberadaan sosok di balik pohon tersebut.

Pendaki itu mengaku kaget lantaran suaminya tidak melihat sosok di balik pohon itu.

Diceritakan dalam unggahan itu, berbagai kejadian aneh terus bermunculan mengiringi pendakian mereka.

Siswi SMP Purworejo Dianiaya, Ganjar Pranowo Telepon Orang Ini

Dalam kisahnya, penulis juga merasa aneh selama mendaki Lawu. Dia tidak bertemu dengan pendaki lainnya.

Kelelahan

"Gak lama kemudian dari belakang terdengar suara orang jalan di seret gitu suaranya srel-srek, spontan suami langsung pasang senter ngecek suara tadi di cari gak ada siapa2," tambahnya.

Karena merasa kelelahan, penulis dan suaminya memutuskan untuk mendirikan tenda di salah satu pos pendakian Gunung Lawu.

Anak Tangga Gunung Lawu Dilengkapi Penerangan dan Rambu Petunjuk

"Stelah kita selesai buat tenda buat istirahat tiba2 banyak banget suara di luar kaya orang mau naik tapi suara itu di sekitaran tendaku mergo aku wedi ora tak inguk, muk batin ket mau mlaku blas ra ketemu wong kas mandek gae tendo kok suara gemuruh banyak banget sampe ketiduran pagi," bebernya.

Nenek-nenek

Keesokan harinya, mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan pendakian dan turun menuju loket pendaftaran.

Berita Terbaru Seputar Virus Corona

Dalam perjalanan turun, mereka bertemu dengan nenek-nenek berumur 70-an tahun dan berambut putih sembari membawa kayu bakar.

Nenek tersebut mengenakan jarit lengkap khas pakaian perempuan zaman dahulu.

Nenek tersebut meminta uang Rp2.000 kepada mereka agar bisa pulang ke Magetan, Jawa Timur (Jatim). Mereka pun dengan sukarela membantu nenek tersebut.

Lowongan Kerja Terbaru, Klik di Sini!

"Di situ gak berpikir aneh2 min saya lanjutkan perjalanan pulang paling gak ada 5 menit aku ngobrol sama suami, 'eh kasihan mbahe tadi masa di kei 2000 tambahono lagi kasihan 20rb,' aku balik lagi nyari mbah2 tadi sudah gak ada, kalo di logika jalan saja timik2 masa hilangnya cepet banget," lanjutnya.

Terkejut

Tanpa berpikir panjang, mereka melanjutkan perjalanan hingga tiba di loket pendaftaran. Begitu terkejutnya mereka melihat ada tulisan "libur" di papan pengumuman.

Korea Utara Tembak Mati Pengidap Virus Corona?

"Disitu ada yang aneh di loket ada tulisan besar libur, padahal kemarin mlm gak ada, tanya petugas nya, iya kemarin libur mas gak buka. Aku munggah gunung itu pas malam 1 suro, kewanen bar kui aku wegah munggah gunung meneh untung isoh mulih [terlalu berani, setelah itu aku enggak mau lagi naik gunung, untung bisa pulang]," pungkasnya.

Kumpulan Kisah-kisah Misteri, Baca di Sini!

 

Editor : Profile Adib Muttaqin Asfar
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkini