Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

KISAH MISTERI : Inilah Hantu dalam Berbagai Mitologi…

SHARE
KISAH MISTERI : Inilah Hantu dalam Berbagai Mitologi…
SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Kisah misteri tak bisa dipisahkan dari peri kehidupan pelbagai bangsa. Hantu atau makhluk gaib lain diyakini keberadaannya, meskipun sulit dijelaskan dan dibuktikan.

Solopos.com, SOLO — Hantu atau makhluk gaib lain merupakan isu yang tak lekang oleh waktu. Maklum saja, makhluk halus atau memedi itu kerap “mewarnai” kehidupan manusia.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Setiap budaya di dunia memiliki hantu, memedi atau momoknya sendiri. Hantu-hantu itu bisa ditakuti, dihindari, bisa juga justru dimusuhi sehingga diusir-usir dengan pelbagai cara. Namun, bisa juga dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.

Kehidupan atau lingkungan masyarakat suku Jawa misalnya, mengenal pelbagai macam hantu. Ada pocong, genderuwo, wewe Gombel, atau lainnya yang ditakuti sehingga selalu dihindari. Namun, ada juga yang justru dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu seperti babi ngepet, jalangkung dan sebagainya.

Masyarakat Jawa memang cenderung meyakini dan memercayai keberadaan makhluk halus tersebut. Namun, bukan hanya masyarakat Jawa yang meyakini adanya memedi atau hantu ataupun makhluk gaib. Hantu atau memedi itu juga dikenal di berbagai bangsa di pelbagai negara. Mari menilik kisah misteri dengan berbagai hantu atau memedi itu di pelbagai negara.

Diawali dari Indonesia… KLIK DI SINI

Hantu dalam Mitologi Jawa, Indonesia

Suwardi Endraswara, guru besar Pendidikan Bahasa Jawa pada Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui bukunya yang berjudul Dunia Hantu Orang Jawa: Alam Misteri, Magis, dan Fantasi Kejawen (2004), memaparkan bahwa semenjak beberapa ribu tahun lalu, orang Jawa telah meyakini keberadaan hantu (memedi). Menurutnya, belum ada arkeolog maupun antropolog yang mampu menentukan sejarah hantu di Jawa. Kendati demikian, terdapat dugaan bahwa paham Jawa asli memang mengenal hantu.

Orang Jawa meyakini bahwa di samping makhluk yang tampak, ada pula makhluk di wilayah lain yang patut dipertimbangkan guna mencapai keseimbangan hidup. Tentu saja, makhluk tersebut adalah makhluk supranatural (memedi) yang diyakini mampu menjadi sebab terjadinya suatu peristiwa. Dan Suwardi menegaskan bahwa perilaku orang Jawa yang meyakini makhluk halus tersebut sebagai bentuk tindakan religi. Namun, kepercayaan terhadap hantu atau dunia lain itu tergolong religi temporal, yakni dapat berubah seiring berjalannya waktu. Perubahan itu bisa dari bentuk atau tata cara meyakininya.

Sementara itu, Ernest L. Schusky dan T Patrick Culbert dalam bukunya yang berjudul Introducing Cultural (1967) mengatakan bahwa religi adalah involves a feeling, special experience, or belief (melibatkan perasaan, pengalaman khusus, ataupun keyakinan). Itulah sebabnya, Suwardi kembali menegaskan bahwa seseorang yang memercayai hantu dan dunia misteri masih manusiawi dan sah-sah saja. Kendati demikian, kepercayaan terhadap hantu pun tak seharusnya berlebihan. Hantu tetaplah makhluk halus yang keberadaan sosoknya telah mengejawantah dalam kehidupan manusia.

Sementara itu, kepercayaan terhadap adanya sosok hantu bahkan bukan hanya merebak pada masyarakat primitif (tradisional) saja, namun kini masyarakat modern pun seakan tak mampu mengelak dari mitos hantu. Walaupun cara pemaknaan mereka berbeda, namun kedua segmen masyarakat itu tetap memercayai dunia lain yang mereka anggap sebagai wilayah gaib. Kecenderungannya, mereka sama-sama sulit melepaskan mitos-mitos yang ada di atas kemampuan dirinya.

Keyakinan orang Jawa terhadap makhluk halus bahkan membuat mereka mampu merumuskan dan mengklasifikasikan beragam jenis hantu menjadi beberapa kelompok. Berdasarkan wilayah yang didasari bentuk geografis Pulau Jawa, ada yang berasal dari kelompok hantu pesisir selatan, namun ada pula hantu pesisir utara.

Tak cukup sampai di situ, ada pula pengelompokkan memedi atau hantu Jawa berdasarkan kadar seramnya.

Kelompok hantu penguasa wilayah yang terdiri atas dhanyang merkayangan, kajiman, siluman, bekasan, dan kebleg.

Kelompok hantu memedi yang meliputi genderuwo, wewe, kemamang, banaspati, thethekan, ongklek-ongklek, welwok, jrangkong, glundhung pringis, umber molor, lelepah, lampor, citnonong, dan thongthongost.

Ilustrasi hantu sundelbolong (Youtube)

Ilustrasi hantu sundelbolong (Youtube)

Kelompok hantu wanita jadi-jadian yang meliputi wedhon, pocong, kuntilanak, sundel bolong, dan peri.

Kelompok hantu perewangan yang meliputi dhenok dheblong, setan gundhul, thuyul, buto ijo, dan menthek.

Kelompok hantu binatang berbahaya yang meliputi bulus putih, kutuk lamur, truna lele, tengis, babi ngepet, jaran panoleh, klabang sayuta, srenggara nyarap, burung tuhu dan kholik, burung gagak. angkup, gemak melung, codhol ngising, balung kokang, dan kicir.

Kelompok hantu pujaan yang meliputi jalangkung dan thothokkerot.

Kelompok hantu lelembut yang meliputi dhengen, candhikala, dan sengkala. (Azizah/JIBI/Solopos.com)

Berikutnya, Hantu dalam Mitologi Malaysia KLIK DI SINI

Hantu dalam Mitologi Melayu, Malaysia

Ilustrasi kawasan yang dianggap berhantu di Malaysia (softens79.blogspot.com)

Ilustrasi kawasan yang dianggap berhantu di Malaysia (softens79.blogspot.com)

Sebagaimana dipaparkan William Drake Westervelt dalam bukunya yang berjudul Hawaiian Legends of Ghosts and Ghost-Gods (1985), ada banyak mitos tentang hantu di kawasan Melayu. Tak berbeda dengan masyarakat Indonesia yang telah disebutkan dalam ulasan Hantu dalam Mitologi Jawa sebelumnya, kelompok bangsa Melayu lain di Malaysia juga memiliki mitos tentang hantu.

Dalam ms.Wikedia.org dijelaskan bahwa masyarakat Malaysia meyakini hantu sebagai makhluk halus yang berada di alam lain. Hantu diistilahkan pula sebagai spirit atau roh dan jembalang atau penunggu.

Kepercayaan terhadap hantu telah ada pada penduduk asli Malaysia yang menganut paham animisme. Animisme adalah paham yang berkeyakinan bahwa semua benda-benda atau bebatuan, terlebih yang berkukuran besar memiliki “penunggu”, yang keberadaannya perlu diperhatikan.

Sikap perhatian tersebut dimaksudkan guna menjaga perasaan si penunggu agar tidak marah dan membahayakan penduduk sekitar. Bentuk perhatian yang dilakukan kala itu adalah menyediakan jamuan atau sesembahan berbentuk makanan yang dalam bahasa Melayu disebut acak.

Acak biasanya terdiri atas telur mentah/rebus, ayam panggang, beras bertih (beras yang digoreng tanpa minyak), pulut kuning (sejenis ketan kunig), dan anak patung tradisional. Orang yang memberikan acak pun tak sembarangan, yakni pawang atau orang yang dikenal berpengalaman dalam berurusan dengan makhluk halus.

Peran pawang hantu dalam hal ini agar dapat memastikan bahwa makhluk halus tersebut sudah benar-benar menerima sesajian itu hingga tak membahayakan penduduk sekitar dengan memberikan wabah penyakit. Tradisi pemberian acak hingga kini masih terus dilakukan oleh penduduk asli Malaysia yang masih menganut paham animisme.

Ketika Hindu Buddha Memasuki Malaysia
Ketika agama Hindu dan Buddha memasuki kawasan Malaysia, konsep penunggu dan jembalang itu diubah menjadi konsep dewa dewi. Dewa dewi diyakini mendiami tempat-tempat tertentu. Oleh karena itu, kuil-kuil pun dirawat guna menghormati keberadaan dewa dewi yang diyakini keberadaannya oleh orang-orang berpaham animisme.

Ketika Islam Datang
Sementara itu, kedatangan agama Islam di kawasan Malaysia mengajarkan bahwa konsep jembalang atau dewa dewi itu tidak ada. Sebaliknya, yang ada hanyalah makhluk halus yang tak tampak.

Makhluk halus ini dianggap sebagai golongan jin. Jin tersebut berasal dari alam yang berbeda dari manusia. Lebih lanjut Islam mengajarkan, bahwa makhluk halus—jin— tidak dapat membawa bahaya bagi manusia, kecuali atas izin Allah SWT. Oleh karena itu, Islam menuntun agar masyarakat tak perlu takut kepada makhluk halus. Sebab, Islam memerintahkan agar manusia hanya takut kepada Allah SWT saja dan bukan terhadap makhluk-makhluk seperti itu.

Kendati Islam sudah menjelaskan mengenai kedudukan hantu, namun masyarakat Malaysia menganggap kepercayaan terhadap hantu sukar dikikis. Sebab, dalam kepercayaan mereka pada hantu, terdapat kecenderungan para orang tua terdahulu yang sering menanamkan pikiran dan perasaan takut hantu kepada anak-anak mereka. Oleh karena itu, bayangan mengenai hantu mewujud di benak anak-anak hingga menurun ke keturunan mereka dan seterusnya.

Beragam Jenis Hantu dalam Mitologi Malaysia

Ilustrasi kuntilanak (Youtube)

Ilustrasi kuntilanak (Youtube)

Masih berdasarkan penjelasan dari ms.Wikipedia.org, masyarakat Malaysia menganggap hantu cenderung kerap berkeliaran di malam hari. Khususnya ketika matahari mulai tenggelam. Selain itu, 99% hantu yang diyakini masyarakat Malaysia adalah berjenis kelamin perempuan atau menyerupai perempuan. Dan beberapa jenis hantu berdasarkan mitologi Melayu, Malaysia, antara lain, hantu pontianak/puntianak/kuntilanak, hantu polong, toyol/tuyul, , hantu air/hantu laut, hantu raya, jenglot, hantu bungkus/hantu punjut/pocong, hantu langsuir, hantu bota, hantu bajang, hantu bunian, hantu jepun, hantu bukit, hantu kubur, pari-pari/Peri, jerangkung, hantu galah, jin tanah, hantu keramat, hantu kum-kum, orang minyak, hantu tenggolong, hantu bidai, hantu tetek/hantu kopek, harimau jadi-jadian, jembalang tanah dan lainnya. (Azizah/JIBI/Solopos.com)

Berikutnya, Hantu dalam Mitologi Polinesia

Hantu dalam Mitologi Hawaii, Polinesia

Ilustrasi salah satu wujud hantu dalam mitologi Polinesia (gambar-yang.blogspot.com)

Ilustrasi salah satu wujud hantu dalam mitologi Polinesia (gambar-yang.blogspot.com)

Selain di kawasan Melayu, mitos hantu juga berkembang di kawasan Polinesia. Polinesia adalah kawasan yang terdiri atas grup kepulauan dengan 1.000 pulau yang tersebar di Samudera Pasifik tengah dan selatan. Negara-negara yang termasuk dalam Polinesia, antara lain Australia, Tonga, Tuvalu, Samoa dan Selandia Baru.

Dalam bahasa Proto-Polinesia, terdapat dua kata yang mengacu pada sosok hantu. Pertama adalah kata quatu, yakni roh dari orang yang sudah mati. Kedua adalah tupuqa yang bermakna lebih luas, yakni mencakup semua makhluk gaib.

Mitos hantu yang berkembang dalam kebudayaan masyarakat Polinesia secara umum adalah berasal dari roh seseorang setelah meninggal dunia. Masyarakat Polinesia meyakini roh seseorang yang telah meninggal dunia itu akan melakukan perjalanan ke langit dunia, ke neraka atau tetap tinggal di Bumi. Ketika roh itu “memilih” untuk tetap tinggal di Bumi, maka roh itu diyakini menjadi “sosok” yang turut campur dalam urusan hidup manusia.

Sosok hantu/roh tersebut juga dianggap mampu menyerang tubuh manusia yang masih hidup hingga mengakibatkan suatu penyakit tertentu. Namun, sebagaimana yang dijelaskan dalam Sacred Texts:s Aumakuas, Or Ancestor-Ghosts (2010), ada.penduduk asli Hawaii—salah satu suku bangsa Polinesia— yang beranggapan bahwa terdapat aumakua, yakni hantu atau roh yang tetap tinggal di Bumi demi menjaga keselamatan keluarganya.

Robert D. Craig melalui bukunya yang berjudul Handbook of Polynesian Mythology (2004) mengatakan, masyarakat Polinesia memang memiliki banyak kisah hantu atau roh dalam legenda-legenda tradisional mereka. William Drake Westervelt bahkan menghimpun sebanyak 18 kisah di antara yang ada dan mengabadikan 18 kisah tersebut dalam sebuah buku yang berjudul Hawaiian Legends of Ghosts and Ghost-Gods (1915).

Beberapa roh atau hantu yang dikenal dalam mitologi Hawaii, Polinesia antara lain, Aumakua (roh leluhur atau keluarga Tuhan), Haikili (Dewa Guntur), Haumea (Dewi Kelahiran), Hina (Dewi Bulan), Kalamainu’u (Dewi Kadal), KU (Dewa Perang), Kaumulipo, Lono (Dewa Pertanian), Mana (kekuatan impersonal), Poli’ahu (Dewi Salju), Pele (Dewi Angin, Petir dan Gunung Berapi), dan sebagainya. (Azizah/JIBI/Solopos.com)

Berikutnya, Hantu dalam Mitologi India… KLIK DI SINI

Hantu dalam Mitologi India

Ilustrasi bhoot dalam mitologi India (www.word-buff.com)

Ilustrasi bhoot dalam mitologi India (www.word-buff.com)

Sama halnya dengan negara-negara sebelumnya, negara India pun memiliki mitos mengenai hantu atau makhluk halus. Namun, India tentu memiliki pemaknaan dan keyakinan tersendiri mengenai sosok hantu serta memiliki ragam jenis hantu yang berbeda dengan negara-negara yang telah disebutkan sebelumnya.

Indu Ramchandani dalam jurnalnya yang berjudul Students’ Britannica India Volume 1–5 (2000) menjelaskan, istilah dalam bahasa India yang mengarah pada kata hantu adalah bhoot. Bhoot atau bhut adalah istilah untuk mewakili makhluk supranatural (hantu) yang dikenal dalam mitologi India.

Pandangan masyarakat India terhadap hantu tercermin dalam beberapa teks kuno, sastra, dan budaya populer di India. Dalam teks kuno, sastra, dan budaya populer yang berkembang di India, istilah bhoot digambarkan sebagai hantu yang berasal dari roh orang yang sudah meninggal dunia. Roh manusia itu berubah menjadi hantu disebabkan oleh kegelisahan akibat kematian biasa atau akibat kematian tak wajar. Kematian tak wajarnya biasanya disebabkan oleh kekerasan fisik atau kekerasan lainnya yang dialami seseorang hingga tewas.

Hantu bhoot juga dapat berasal dari mayat ”korban” kegagalan prosesi pemakaman. Kendati pandangan tentang bhoot diyakini oleh sebagian masyarakat India, namun setiap kepercayaan dan wilayah di India memiliki interpretasi (pemaknaan) masing-masing tentang gambaran penampakan hantu bhoot tersebut. Berikut ini adalah ragam penggambaran bhoot berdasarkan wilayah di India.

Bhoot di Nepal
Salah satu jenis bhoot yang terkenal di Nepal adalah churail. Churail berasal dari roh seorang wanita yang meninggal dunia selama kehamilan atau saat melahirkan. Perwujudan churail adalah manusia berjenis kelamin perempuan, tapi kakinya berbalik ke belakang. Churail diyakini dapat berubah bentuk setiap saat. Churail diyakini kerap muncul di perlintasan jalan. Dan layaknya sosok peri dalam mitologi Jawa, churail juga diyakini suka menggoda laki-laki. Jika ada seorang pria yang terpikat pada churail, maka pria itu diyakini dapat meninggal.

Bhoot di Bengali
Terdapat banyak perwujudan hantu atau bhoot di Bengali. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Pretni, yakni hantu wanita yang diyakini berasal dari roh seorang wanita yang belum sempat menikah. Ia diyakinis sebagai hantu yang kejam dan penampakannya nyaris seperti manusia hidup pada umumnya. Namun, ciri utama dari pretni yang begitu kentara adalah kakinya terbalik.

Shankchunni, yakni hantu wanita yang sudah menikah. Penampakkan Shankchunni diyakini memakai gelang yang terbuat dari Shell (dalam bahasa Bengali disebut sangkakala), yakni gelang penanda seorang wanita telah menikah. Shankchunni dianggap kerap menghantui para wanita yang telah menikah. Warga Bengali meyakini, shankchunni tinggal di pohon mangga.

Penchapechi adalah hantu yang berwujud burung hantu dan kerap memangsa manusia di hutan Bengal. Pemburuannya terhadap manusia dilakukan dengan megikuti manusia/wisatawan yang sendirian di hutan Bengal, lalu menerkamnya.

Mechho Bhoot adalah jenis hantu yang diyakini gemar memakan ikan. Oleh karena itu, mechho bhoot dianggap tinggal dekat kolam atau danau yang di dalamnya terdapat banyak ikan, di desa Bengal. Terkadang mechho bhoot juga diyakini mencuri ikan di dapur rumah milik warga Bengal atau dari perahu Nelayan.

Maal adalah hantu yang berwujud putri duyung. Ia diyakini kerap berada di sungai atau danau. Ia diyakini bisa menenggelamkan seseorang yang berada di dalam sungai atau danau itu.

Nishi adalah salah satu hantu yang paling kejam. Ia disebut kejam karena diyakini bisa memangsa manusia. Caran hantu nishi dalam memangsa calon korbannya adalah dengan terlebih dahulu memanggil seseorang tersebut dengan suara yang serupa dengan kekasih/pasangan seseorang tersebut. Dan hantu nishi ini diyakini kerap berkeliaran di malam hari. (Azizah/JIBI/Solopos.com)

Berikutnya, Hantu dalam Mitologi Tiongkok… KLIK DI SINI

Hantu dalam Mitologi China

Ilustrasi wujud hantu dalam mitologi China (www.kaskus.co.id)

Ilustrasi wujud hantu dalam mitologi China (www.kaskus.co.id)

Dalam en.Wikipedia.org dipaparkan bahwa menurut kepercayaan tradisional China, hantu merupakan perwujudan spirit atau roh dari orang yang telah meninggal. Dan keyakinan itu merupakan ajaran agama Tiongkok.

Inti keyakinannya adalah terdapat kehidupan setelah kematian. Dijelaskan bahwa orang yang telah meninggal memiliki dua komponen jiwa, terdiri dari yin dan yang atau disebut hun dan po (? dan ?). Ying (po) berkaitan dengan kuburan dan yang (hun) berkaitan dengan roh leluhur.

Saat seseorang mengalami kematian, dua komponen jiwa itu dibagi dalam tiga jalan berbeda, yakni po tetap berada di dalam kuburan, komponen jiwa lainnya pergi ke pengadilan akhirat, dan hun menetap bersama leluhur.

Po dan hun adalah komponen jiwa yang tidak abadi dan harus dipelihara oleh anak cucunya. Kendati demikian, komponen jiwa po dan hun tetap akan melakukan perjalanan ke neraka, meskipun hun harus ke surga terlebih dahulu.

Dan ketika ajaran Taoisme berkembang bersamaan dengan ajaran Buddha, yakni selama pemerintahan Dinasti Han (206 SM-220 M), penghormatan untuk alam dan roh leluhur itu menjadi semakin marak. Ajaran tersebut mengalami kebangkitan besar-besaran yang ditandai dengan banyaknya warga China yang meyakini roh leluhur itu dan menjalankan ritual penghormatannya. Sekitar 30% dari total penduduk China kala itu yakni sekitar 400 juta jiwa, dikabarkan telah meyakini pemujaan leluhur itu.

Dengan berkembangnya zaman yang semakin modern saat ini, kabarnya membuat budaya pemujaan leluhur di daerah-daerah tertentu di China mengalami penurunan. Kendati demikian, di daerah-daerah pedesaan di China serta Taiwan, pemujaan leluhur masih kerap dipraktikkan oleh masyarakatnya.

Dalam Chinese Ghost Culture (2010) pun dijelaskan, bahwa hantu di China berasal dari roh manusia yang telah meninggal dunia. Wujud roh (hantu) nya pun menyesuaikan bentuk dari jasad si mayat tersebut.

Mitologi hantu di China tersebut kini telah banyak diadopsi dalam cerita rakyat di negara tetangga China, terutama di Jepang dan kawasan Asia Tenggara.

Bentuk Penghormatan Terhadap Roh
Masyarakat China meyakini, jika roh orang meninggal diganggu, maka dapat membahayakan kehidupan mereka. Namun, jika makhluk atau roh orang yang meninggal tersebut dihargai dan dihormati, maka dapat membantu kehidupan mereka. Untuk itulah, keluarga almarhum biasanya melakukan penghormatan untuk anggota keluarga mereka yang telah meninggal.

Bentuk penghormatan itu adalah dengan memberikan sesajian berupa makanan dan lainnya, lalu menempatkan semua sesajian itu dalam kuil. Sesajian itu dipersembahkan untuk almarhum (mayat) anggota keluarga mereka tersebut.

Selain itu, ada pula ritual pembakaran dupa dan uang kertas, dengan harapan agar roh-roh orang mati itu akan melindungi dan membawa keberuntungan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Festival Hantu

Keyakinan masyarakat China yang begitu mendalam tentang keberadaan roh/makhluk halus itu terwujud pula melalui Hungry Gost Festival (Festival Hantu Lapar), yang dirayakan setiap tahun. Menurut pemaparan sebuah blog beralamat sammy-summer.blogspot.com (2010), disebut hantu lapar karena hantu atau makhluk halus tersebut diyakini masih merasa terikat dengan dunia ini.

Festival Hantu Lapar itu dilakukan pada hari ke-15 dari bulan ketujuh dalam kalender lunar China. Hari ke-15 tersebut disebut oleh orang China sebagai hari Ghost. Sedangkan setiap bulan ketujuh tersebut dianggap mereka sebagai Ghost Month (? ?), yakni saat makhluk halus atau roh yang termasuk almarhum dari nenek moyang keluar dari alam mereka. Konon, Festival Hantu Lapar itu dilakukan untuk menghormati dan mengingat roh leluhur mereka.

Selain di China, perayaan tahunan hantu itu juga dirayakan oleh orang China di berbagai negara, seperti di Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, dan negara lainnya.

Selain terabadikan dalam teks-teks China klasik dan Sastra China, dengan semakin berjalannya waktu, kisah hantu-hantu tersebut turut mewarnai dunia perfilman di China.

Nama-Nama Hantu Pengganggu di China
Selain terdapat makhluk halus dari roh-roh almarhum yang dianggap perlu dihormati, ada pula makhluk halus dari roh manusia yang dianggap mengganggu oleh masyarakat China. Makhluk halus ini dianggap sebagai hantu pengganggu yang terdapat dalam alam asura, seperti yang dipaparkan sebuah blog beralamat sammy-summer.blogspot.com (2010). Dalam blog tersebut dijelaskan bahwa asura merupakan istilah yang merujuk pada hantu pengganggu.

Selain mengganggu, makhluk gaib berikut ini pun dikenal jahat layaknya setan namun ada juga hantu pengganggu yang dianggap ramah. Hantu-hantu pengganggu ini juga kerap tergambar dalam beberapa kisah fiksi dan cerita rakyat China serta beberapa negara lainnya. Dan berikut ini adalah nama-nama makhluk gaib atau hantu yang terkenal sebagai hantu pengganggu di China.

Ba jiao gui, yakni hantu yang mirip dengan pontianak atau kuntilanak dalam legenda di Malaysia dan Indonesia. Ba jiao gui merupakan hantu perempuan yang diyakini tinggal di pohon pisang. Terkadang ia membawa bayi dan meratap di bawah pohon pisang tersebut pada malam hari. Dalam cerita rakyat Thailand, Singapura, dan Malaysia, orang-orang yang gemar berjudi digambarkan kerap meminta bantuan pada ba jiao gui untuk meminta nomor undian agar menang dalam judi yang mereka mainkan.

Di fu ling adalah hantu yang diyakini kerap berkeliaran di suatu tempat yang memiliki keterikatan kuat dengannya ketika masih hidup dulu.

Diao si gui adalah hantu yang berasal dari roh orang yang telah meninggal. Kematiannya bisa disebabkan oleh gantung diri dari eksekusi mati, gantung diri karena bunuh diri, maupun karena kecelakaan lainnya. Diao si gui dianggap menakutkan karena penampakannya diyakini dengan menjulurkan lidah panjangnya yang berwarna merah.

E gui atau hantu lapar merupakan hantu yang diyakini muncul saat perayaan Festival Hantu. E gui diyakini berasal dari roh orang-orang yang berdosa karena serakah ketika masih hidup. Oleh karena itu, E gui kemudian dikutuk menderita kelaparan setelah kematiannya. Penampakan E gui digambarkan berkulit hijau atau abu-abu dengan mulut yang terlampau kecil untuk melahap makanan. Namun, E gui sebagai hantu kelaparan, diyakini kerap berada di dapur atau tempat lainnya untuk mencari segala sesuatu yang bisa dimangsa.

Gui Po adalah hantu wanita tua yang dianggap ramah. Ia diyakini berasal dari roh orang yang semasa hidupnya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga atau pengasuh bayi.

Jiangshi dikenal sebagai vampir China. Namun jiangshi lebih dianggap mirip zombie karena sosoknya diyakini sebagai perwujudan kembali dari mayat. Ia hidup kembali untuk menyerap energi manusia dengan cara membunuh. Penampakannya diyakini melompat-lompat.

Nü gui adalah hantu perempuan berambut panjang dan mengenakan gaun berwarna putih. Ia diyakini berasal dari roh wanita yang meninggal dunia secara tak wajar . Kematiannya yang tak wajar disebabkan oleh bunuh diri, dianiaya, ataupun dilecehkan secara seksual. Kebangkitan rohnya dianggap untuk balas dendam terhadap orang yang ia anggap pelaku kejahatan tersebut.

Ilustrasi Zhong Kui dalam mitologi China (JIBI/Solopos/Dok.)

Ilustrasi Zhong Kui dalam mitologi China (JIBI/Solopos/Dok.)

Shui gui diyakini sebagai hantu air. Ia berasal dari roh orang yang meninggal karena tenggelam di laut atau sejenisnya. Shui gui dipercaya kerap mengintai tempat di mana ia dulu mengalami tragedi tenggelam dan menyeret seseorang yang ada di sana untuk ditenggelamkan.

Wutou gui adalah sosok hantu yang dipercaya tanpa kepala. Wutou gui dianggap berasal dari roh manusia yang mati serta kepalanya mengalami pemenggalan. Wutou gui dipecaya kerap berkeliaran pada malam hari dan bertanya-tanya di mana kepalanya serta meminta kepalanya dikembalikan. Terkadang ia digambarkan membawa atau menenteng kepalanya sendiri.

You hun ye gui dikenal sebagai hantu liar. Ia diyakini memiliki sifat pendendam dan ingin balas dendam pada orang-orang yang pernah membuatnya tersinggung saat masih hidup dulu.

Yuan gui dikenal sebagai hantu gelisah. Ia menjadi hantu karena mengalami kegelisahan secara terus menerus. Dalam beberapa kisah di China, hantu ini mendekati orang hidup dan berusaha berkomunikasi dengan mereka untuk menunjukkan bahwa ada hal-hal yang membuatnya gelisah dan tertekan. (Azizah/JIBI/Solopos.com)

Berikutnya, Hantu dalam Mitologi Afrika… KLIK DI SINI

Hantu dalam Mitologi Afrika

Sama halnya dengan negara-negara sebelumnya, masyarakat di negara Afrika pun memiliki mitos tentang hantu atau makhluk halus. Makhluk halus yang diyakini warga Afrika bukan hanya yang bersifat kejam layaknya setan, sehingga dihindari atau ditakuti, tetapi ada pula makhluk halus yang berkedudukan layaknya dewa. Sehingga makhluk halus itu cenderung dihormati. Dan masyarakat Afrika yang meyakini makhluk halus layaknya dewa tersebut adalah Vodouisants. Vodouisants merupakan sebutan bagi penganut Voodoo.

Tentang Voodoo

Ilustrasi Voodoo (www.youtube.com)-ed

Ilustrasi Voodoo (www.youtube.com)-ed

Afrika merupakan salah satu benua yang memiliki beragam kisah mistik. Sebagian orang, salah satunya tercermin dalam pemaparan sebuah blog beralamat sucahyopanji128.blogspot.com (2014), menganggap bahwa Voodoo adalah salah satu kisah mistik dari benua dengan mayoritas masyarakat berkulit hitam itu. Voodoo yang cukup melegenda di Afrika itu dianggap sebagai Ilmu hitam.

Voodoo ternyata bukanlah semata-mata kisah mistik sebagaimana anggapan sebagaian orang. Ternyata Voodoo merupakan salah satu agama tertua di dunia. Kenyataan bahwa Voodoo sebagai salah satu agama tertua di dunia itu terpapar dalam en.Wikipedia.org. Dijelaskan dalam en.Wikipedia.org tersebut bahwa Voodoo adalah praktik keagamaan yang dilakukan terutama di Haiti dan berkembang pada saat Kekaisaran Prancis pada abad ke-18.

Anggapan mengenai Voodoo sebagai suatu agama itu pun dijelaskan dalam blog beralamat www.tipscaraterbaik.com.. Dipaparkan dalam blog tersebut bahwa Voodo diyakini sebagai praktik keagamaan asal Afro-Karibia serta campuran dari banyak kelompok etnis Afrika seperti Fon, para Nago, para Ibos, Dahomeans, Congos, Senegal, Haussars, Caplaous, Mondungues, Mandinge, Angolese, Libya, Ethiopia, dan Malgaches. Kata ”voodo” berasal istilah Afrika Barat yang berarti roh.

Asal Mula Voodoo
Agama Voodoo berkembang kala Prancis menjajah Haiti, namun kekaisaran Prancis menganggap bahwa semua praktik keagamaan di Afrika kala itu sebagai salah satu hal yang dapat mengancam sistem kolonial mereka. Oleh karena itu, warga Afrika termasuk penganut Voodoo mengalami penindasan dalam hal beragama. Bentuk penindasan itu adalah warga Afrika ditekan dan dipaksa untuk masuk agama Kristen. Dan jika masih terdapat warga Afrika yang kedapatan beragama selain Kristen termasuk menganut Voodoo, maka hukuman yang diberikan kekaisaran Prancis adalah memasukkannya ke dalam penjara atau dihukum cambuk. Proses penindasan ini berjalan selama tiga abad. Kendati demikian, penindasan berat itu tak membuat Vodouisants— penganut Voodoo— melepas kepercayaan mereka terhadap Voodoo. Hingga saat ini Voodoo diakui sebagai salah satu agama di dunia ini.

Ritual Voodoo
Musik dan tari-tarian adalah elemen kunci dalam upacara Voodoo. Mereka percaya bahwa disamping melakukan ritual berdoa, dengan menabuh drum, menari, menyanyi dan melakukan pengorbanan hewan, dapat memberikan kebahagiaan dan menghindarkan mereka dari kesulitan. Dalam agama Voodoo pun terdapat beragam jenis mantra, yakni mantra penyembuhan, mantra alam, mantra cinta, mantra pemurnian, mantra perayaan, dan mantra kesenangan.

Selain itu, dalam sebuah blog beralamat avanoustic.com (2014), dijelaskan bahwa ritual Voodoo biasanya dipimpin oleh seorang pendeta Voodoo dan dilakukan di kuil yang bernama Honfour. Kuil itu pun digambarkan menyeramkan. Menurut penejalsan dalam blog itu, mungkin karena ritual itu dilakukan di tempat menyeramkan, Voodoo menjadi dianggap sebagai ritual mistik yang menyeramkan pula.

Kendati demikian, penganut agama Voodoo meyakini, sejumlah ritual yang dilakukan saat upacara kegamaan Voodoo, dapat menghadirkan roh-roh yang mampu membawa keharmonisan, kedamaian, keberuntungan, kebahagiaan material, dan kesehatan.

Sementara itu, Rey Terry Karen Richman melalui karyanya berjudul The Somatics of Syncretism: Tying Body and Soul in Haitian Religion (2010) mengatakan, bahwa Voodoo bukan hanya sebuah agama, melainkan suatu pengalaman yang mengikat tubuh dan jiwa secara bersamaan. Bondye adalah salah satu roh tertinggi (Tuhan Agung) yang diyakini oleh Vodouisants. Istilah ”Bondye” berasal dari bahasa Prancis yang mengandung dua suku kata, yakni ”bon” berarti baik dan ”dye” berarti Tuhan.

Sementara itu, roh yang tingkatannya di bawah Bondye adalah Loa. Ketika Bondye dianggap sudah tak terjangkau lagi, maka para Vodouisants memanjatkan doa mereka kepada Loa atau disebut juga Miste. Loa pun ternyata bukanlah nama untuk satu jenis roh. Loa tampaknya merupakan nama yang mewakili beberapa roh lainnya. Nama-nama roh yang termasuk Loa adalah Papa Legba (penjaga persimpangan), Erzulie Freda (roh atau semangat cinta), Simbi (roh atau semangat hujan dan disebut pula penyihir), dan Kouzin Zaka (roh atau semangat pertanian).

Zombie

Ilustrasi wujud Zombi dalam tafsir barat modern (www.huffingtonpost.com)

Ilustrasi wujud Zombi dalam tafsir barat modern (www.huffingtonpost.com)

Dari beberapa roh/makhluk halus yang dihormati oleh Vodouisants tersebut, terdapat makhluk halus lainnya asal Afrika yang cukup terkenal di dunia. Makhluk halus itu diyakini sebagai ”buatan” pendeta Voodoo. Makhluk halus tersebut adalah zombie. Tentu banyak masyarakat di dunia yang telah mengenal zombie melalui film, novel, komik, ataupun game.

Sebuah blog beralamat resenpelawi.blogspot.com (2009) menjelaskan, zombie berasal dari Pulau Haiti di Karibia. Tak seperti dalam game maupun film yang kerap menggambarkan zombie layaknya makhluk aneh, perwujudan zombie sebenarnya adalah seperti manusia.

Kabarnya, zombie sebenarnya adalah manusia biasa, namun dibunuh oleh pendeta Voodoo untuk kemudian dihidupkan kembali. Tindakan menghidupkan kembali manusia tersebut bertujuan untuk menjadikannya sebagai budak yang dapat diperintah.

Zombie diyakini bisa bergerak, makan, mendengar, dan berbicara. Namun, mereka tidak memiliki ingatan dan wawasan tentang kondisi mereka. Sebab, jiwa dari manusia yang menjadi zombie itu diyakini telah hilang. Sehingga zombie tampak seperti robot yang hanya bisa dikendalikan. Amy Wilentz dalam bukunya berjudul A Zombie Is a Slave Forever (2012) pun memaparkan, sejumlah sarjana telah menunjukkan bahwa sosok zombie menjadi metafora bagi sejarah perbudakan di Haiti. Sebagian orang menganggap zombie ini adalah makhluk yang gemar menyerang tanaman atau bahkan mengincar manusia hidup untuk digigit agar menjadi zombie berikutnya.

Kendati zombie dianggap sebagian makhluk ”buatan” pendeta Voodoo yang tergambar menyeramkan, namun ternyata ada yang berpendapat bahwa zombie sebenarnya merupakan seorang pahlawan Islam asal Brazil. Pendapat demikian terpapar dalam sebuah blog beralamat tarbiyah.net (2015). Dalam blog tersebut dijelaskan bahwa

Zombie sebenarnya bukanlah mayat hidup tak berakal seperti yang digambarkan orang Barat melalui novel, game, komik, dan lainnya selama ini. Zombie ternyata adalah nama seorang pahlawan Islam di Brazil. Pendapat tersebut juga terpapar dalam sebuah blog beralamat ensiklopediasli.blogspot.com (2015). Dalam blog tersebut dijelaskan, istilah “Zombie” ternyata adalah  nama seorang komandan Islam yang gagah dan pemberani, yang telah berjasa menghidupkan kejayaan agama Islam di Brazil. Bahkan secara bertahap ia dan para ulama setempat berhasil mendirikan Daulah Islamiyah di Brazil.

Dalam tarbiyah.net (2015) diceritakan, pada abad XVI, saat Islam mulai masuk ke Brazil, tepatnya sekitar tahun 1550 Masehi, orang-orang Portugis memasukkan budak-budak Afrika ke Brazil sebagai tenaga pekerja di kebun tebu. Mayoritas budak-budak Afrika ini beragama Islam sehingga sejak saat itu ada banyak muslim di Brazil.

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah penganut Islam di Brazil ternyata semakin banyak. Penduduk muslim itu meliputi para pendatang dan penduduk asli yang telah menjadi mualaf. Posisi kaum muslim pun semakin kuat di Brazil.

Ketika Islam di Brazil menguat, pasukan nasrani justru menghabisi mereka semua. Pasukan salib berusaha menghancurkan Islam hingga ke akar-akarnya. Mendapati hampir seluruh orang Islam mati, pasukan salib pun menganggap bahwa misi mereka telah berhasil, yakni Islam telah dilumatkan.

Tiba-tiba pada tahun 1643, muncullah seorang pahlawan Islam yang dengan gagah berani mendeklarasikan berdirinya sebuah negara Islam di Brazil, setelah sebelumnya bergerak mendakwahkan Islam ke berbagai penjuru Brazil. Sosok pahlawan Islam itu pun mampu mengajak para tokoh serta pimpinan di wilayah itu untuk masuk Islam. Dan nama pahlawan itu adalah Zombie atau Zumbi.

Tak pelak, peristiwa munculnya Zombie itu pun mengagetkan kaum nasrani. Berkibarnya kembali agama Islam di negara itu membuat pasukan salib menjadikan Zombie sebagai target. Bukan hanya dijadikan sebagai musuh, nama Zombie pun dihancurkan di abad modern ini dengan cara menanamkan gambaran dibenak masyarakat dunia bahwa zombie adalah makhluk yang menyeramkan dan tak berakal layaknya mayat hidup.

Seperti yang telah dijelaskan pada awal paragraf pembahasan hantu dalam mitologi Afrika ini, bahwa ada makhluk halus yang dihormati sebagaimana para Vodouisants menghrmati roh-roh yang mereka percaya dan ada pula makhluk halus yang ditakuti serta dihindari oleh warga Afrika karena mitosnya yang dikenal kejam dan menyeramkan. Oleh karena itu, sebagaimana pemaparan dalam blog oalamagz.blogspot.com (2012), makhluk halus yang dikenal menyeramkan di Afrika adalah sebagai berikut:

Inkanyamba adalah hewan pemakan daging mirip belut raksasa dalam legenda suku Zulu dan Xhosa di Afrika Selatan.

Kongamato adalah hewan terbang di kawasan Zambia, Angola, dan Kongo. Makhluk ini dideskripsikan mirip dengan reptil terbang jaman purba, pterosaurus. Konon, deskripsi tentang kongamato itu bermula dari pernyataan penjelajah Inggris, Frank Welland pada tahun 1932. Namun, penduduk lokal meyakini legenda makhluk kongamato sudah ada sebelum penjelajah Inggris itu mendatangi Afrika pada tahun 1932 tersebut.

Kongamato diyakini hidup di sungai dan rawa serta memiliki sayap yang sangat lebar, tapi tidak memiliki bulu

Impundulu atau Burung Petir adalah burung supranatural dari cerita rakyat Pondo, Zulu dan Xhosa. Sesuai dengan namanya, burung seukuran manusia ini dapat memanggil petir dan badai. Burung ini terkadang berubah bentuk menjadi manusia, dan terkadang disebut sebagai pelindung para dukun atau tabib.

Ilustrasi Adze. hantu dalam mitologi Afrika (oalamagz.blogspot.com)

Ilustrasi Adze. hantu dalam mitologi Afrika (oalamagz.blogspot.com)

Adze adalah vampir dalam legenda penduduk Ewe di Ghana dan Togo. Bentuknya seperti kunang-kunang, tapi jika kita menangkapnya, dia akan berubah menjadi manusia. Setelah menjadi manusia, adze akan menyerang dan memakan organ tubuh kita,. Kendati demikian, penduduk setempat meyakini adze masih bisa dikalahkan.

Gbahali diyakini sebagai makhluk reptil dari Liberia. Bentuknya mirip buaya raksasa sepanjang

Ninki Nanka adalah monster yang tinggal di Sungai Gambia di Gambia. Makhluk yang diyakini mirip naga ini memiliki tubuh seperti buaya, kepala seperti kuda dengan tanduk dan leher panjang seperti jerapah. Panjangnya bisa mencapai 9 hingga 15 meter 9 meter dan memiliki moncong lebih pendek dari buaya.

Popobawa adalah makhluk yang dilaporkan berada di Zanzibar dan Tanzania. Makhluk ini dipercaya sebagai iblis yang muncul sebagai manusia saat siang hari, dan mampu berubah menjadi makhluk bermata satu serta bersayap kelelawar pada malam hari. Popobawa diyakini dapat menyerang bahkan menyodomi/memperkosa manusia baik laki-laki maupun perempuan dalam kegelapan malam. Dan popobawa bisa berlaku sangat jahat bagi orang yang tidak percaya padanya.

Tikoloshe atau Tokoloshe adalah makhluk mirip gremlin dalam mitologi Zulu. Seorang shaman (dukun) bisa mengirimkan tIkoloshe untuk menyakiti musuh-musuhnya hingga menyebabkan ketakutan, penyakit, atau bahkan kematian. Tikoloshe dideskripsikan bertubuh pendek dan berbulu mirip manusia serta dianggap mampu menghilang dengan hanya menelan kerikil.

Hantu Jerapah

Ilustrasi halusinasi hantu jerapah dalam mitologi Afrika. (www.pixabay.com)-ed

Ilustrasi halusinasi hantu jerapah dalam mitologi Afrika. (www.pixabay.com)-ed

Terlepas dari mitologi Haiti tentang agama Voodoo dengan sejumlah roh yang dihormati para penganutnya, sosok zombie, serta sejumlah mitos makhluk gaib yang menyeramkan di Afrika, Ian Cunnison melalui Sudan Notes and Records 39 berjudul Giraffe hunting among the Humr Ttribe (1958) menjelaskan, terdapat mitos tentang hantu lainnya di Afrika yang berwujud jerapah. Ia mengatakan bahwa dalam beberapa folklore (cerita rakyat) Afrika, salah satu makhluk halus yang dikenal adalah hantu jerapah. Namun, hantu jerapah ternyata hanya berasal dari halusinasi atau angan-angan orang-orang Humr dari Sudan.

Munculnya halusinasi hantu jerapah itu bermula dari kegemaran orang-orang Humr kala itu dalam mengonsumsi sebuah minuman bernama umm nyolokh. Minuman tersebut dibuat dari organ hati dan sumsum hewan jerapah. Tak hanya dibuat dari organ tubuh hewan jerapah, minuman itu kabarnya juga mengandung zat psikoaktif yang diambil dari tanaman Accasia—tanaman yang kerap dimakan hewan jerapah. Oleh karena kegemaran orang-orang Humr mengonsumsi minuman memabukkan itulah yang pada akhirnya memunculkan halusinasi akan adanya hantu berbentuk jerapah atau hantu jerapah. (Azizah/JIBI/Solopos.com)

Berikutnya, Hantu dalam Mitologi Amerika Serikat KLIK DI SINI

Hantu dalam Mitologi Amerika Serikat

Dalam en.Wikipedia.org dijelaskan, kebudayaan asli Amerika yang banyak dan beragam itu pun kaya akan mitos dan legenda. Mitos dan legenda tersebut pada umumnya merupakan representasi (gambaran) fenomena alam maupun berasal dari hubungan antara manusia dan dunia gaib (roh). Keyakinan masyarakat Amerika pada roh pun sederhana. Roh diyakini dapat berlaku baik dan buruk sesuai situasi.

Mitos Fenomena Alam

Ilustrasi Old Book, hantu di kawasan kuburan, Amerika Serikat (onthespotmania.blogspot.com)

Ilustrasi Old Book, hantu di kawasan kuburan, Amerika Serikat (onthespotmania.blogspot.com)

Berbicara soal mitos fenomena alam, berdasarkan pemaparan dalam en.Wikipedia.org, warga Amerika Serikat memiliki sejumlah mitos tentang kejadian-kejadian yang ada di alam ini. Mitos fenomena alam yang paling umum adalah mengenai penciptaan. Mitos penciptaan menggambarkan proses terbentuknya Bumi serta asal muasal kemunculan manusia dan makhluk-makhluk lainnya.

Selain cerita atau mitos mengenai penciptaan alam dan makhluknya, ada pula mitos kisah pahlwan. Kisah pahlawan menceritakan orang-orang yang tinggal di masa lalu, kemudian diabadikan dan dikenang dalam mitos kisah pahlawan itu. Selain itu, ada pula mitos kisah penipu. Kisah penipu menceritakan tentang ragam penipu dari barbagai suku di Amerika. Terdapat pula mitos kisah peringatan, yang menceritakan adanya peringatan bagi manusia dari perilaku atau hal-hal yang berbahaya.

Masyarakat Amerika pada umumnya menjadikan mitos tersebut bukan sekadar hiburan semata, namun juga sebagai cara untuk melestarikan sejarah, suku, maupun keyakinan tertentu. Kisah-kisah tersebut dinilai memiliki banyak pesan moral.

Mitos Hantu/Makhluk Halus
Setelah menilik mitos mengenai fenomena alam yang diyakini masyarakat Amerika, Linda Lyons melalui karyanya yang berjudul One-Third of Americans Believe Dearly May Not Have Departed (2005) mengajak kita untuk melihat bagaimana pandangan masyarakat Amerika terhadap roh atau makhluk halus. Dalam bukunya itu, Linda memaparkan bahwa sekitar 32% orang Amerika percaya pada mitos hantu. Dan sebagaimana penjelasan dalam www.mymisteri.com (2014), warga Amerika terutama di Amerika Selatan memiliki sejumlah mitos hantu dari beberapa sejarah seperti kekerasan antarras hingga kekerasan yang menyebabkan bencana. Roh korban tewas akibat kekerasan itulah yang diyakini dapat menjadi hantu.

Tak hanya roh atau arwah dari korban kekerasan, hantu juga dapat beraasl dari roh orang yang meninggal atau orang yang mengalami kecelakaan. Oleh karenanya, mitologi hantu di Amerika Serikat lebih berdasar pada urban legend, yakni cerita yang muncul secara misterius dan menyebar secara spontan dalam berbagai bentuk. Urban legend cenderung mengandung unsur humor, horor, dan kebenarannya diyakini oleh banyak orang.

Sosok-Sosok Hantu Terkenal di Amerika Serikat

Sebagaimana pemaparan dalam en.Wikipedia.org, sosok-sosok yang diyakini sebagai hantu oleh masyarakat Amerika Serikat di antaranya adalah sebagai berikut:

The Blue Lady, yakni hantu seorang wanita yang dianggap berada di sekitar Moss Beach Distillery Café, Moss Beach, California. Selain di Moss Beach, California, The Blue Lady juga kabarnya kerap berada di kawasan Berry Pomeroy Castle, Totness, sebagaimana yang diberitakan okezone.com pada 24 Oktober 2012 silam. Dalam berita yang berjudul The White Lady Mengajak Anda ke Istana Terangker tersebut dijelaskan bahwa The Blue Lady selalu meminta pertolongan kepada orang-orang yang melintas di sekitar Berry Pomeroy Castle, Totness dan mengajak mereka ke istana itu. Jika ada orang yang menurutinya, disinyalir kematian akan menemui orang tersebut.

Ilustrasi The White Lady (guen20.deviantart.com)

Ilustrasi The White Lady (guen20.deviantart.com)

The White Lady disinyalir merupakan penampakan dari seorang wanita yang meninggal dunia bernama Margaret. Sebagaimana pemberitaan dalam okezone.com yang berjudul The White Lady Mengajak Anda ke Istana Terangker pada 24 Oktober 2012 silam, Margaret tewas karena kelaparan akibat dikurung oleh adiknya sendiri yang bernama Eleanor, di ruang bawah tanah. Eleanor tega mengurung kakaknya sendiri karena cemburu akan kecantikan kakanya tersebut. Dan The White Lady ini kabarnya merupakan sosok yang kerap menghantui ruang bawah tanah di Berry Pomeroy Castle, Totness.

Ratu Ester adalah hantu wanita asal Amerika yang merasa sedih atas pembantaian yang terjadi pada desanya, di Pennsylvania. Kabarnya, Ratu Ester merupakan salah satu korban dari serangan yang dilakukan oleh kolonel Thomas Hartley di kawasan Pennsylvania, pada kisaran tahun 1778. Kabarnya Kolonel Thomas Hartley bersama pasukannya kala itu, menyerang dan membunuh penduduk desa di kawasan tersebut termasuk Ratu Ester. Konon, Ratu Ester di gantung di pohon oak lalu tubuhnya dipotong-potong dan dilemparkan ke sebuah kolam. Banyak penduduk setempat yang meyakini roh Ratu Ester masih menghantui kawasan itu dengan suara tangisannya.

Minnie Quay adalah hantu yang dikenal sebagai legenda di kalangan paranormal Michigan. Kabarnya, hantu Minnie Quay berasal dari seorang perempuan yang bunuh diri dengan terjun ke laut di kawasan Forester, Michigan, karena cintanya kepada seorang pelaut tak disetujui oleh ibunya.

Old Book adalah salah satu nama yang diberikan untuk hantu atau roh yang kerap menampakkan dirinya di suatu kuburan di kawasan rumah sakit negeri Peoria di Bartonville, Illinois.

Slag Pile Annie adalah hantu berwujud wanita muda yang diyakini kerap muncul di sebuah pabrik Jones and Laughlin Steel Corporation mill di Pittsburgh, Pennsylvania. Menurut cerita yang berkembang, sosok Slag Pile Annie kerap muncul sebagai salah seorang pekerja yang berjenis kelamin wanita dan berusia tua, di pabrik tersebut.

Ilustrasi hantu Emily dalam mitologi Amerika (harukamizoto.wordpress.com)

Ilustrasi hantu Emily dalam mitologi Amerika (harukamizoto.wordpress.com)

Emily merupakan hantu berwujud seorang gadis seusia anak SMA. Konon, Emily kerap menampakkan diri di area jembatan tertutup di Stowe,Vermont, pada tengah malam. Dan jembatan itu pun akhirnya dijuluki Bridge Emily. Serta masih banyak sosok-sosok lainnya yang diyakini sebagai hantu oleh warga Amerika Serikat. (Azizah/JIBI/Solopos.com)

Berikutnya, Hantu dalam Mitologi Eropa… KLIK DI SINI

Hantu dalam Mitologi Eropa

Dalam en.Wikipedia.org dijelaskan bahwa di Eropa pada abad pertengahan juga muncul mitos tentang hantu. Hantu dalam mitologi Eropa terbagi dalam dua kategori, yakni hantu dari jiwa-jiwa orang mati dan hantu setan. Jiwa-jiwa orang yang telah mati itu diyakini kembali bangkit menjadi hantu untuk tujuan tertentu. Sedangkan setan adalah hantu yang hadir di dunia untuk menggoda kehidupan manusia. Berikut ini adalah sejumlah hantu atau makhluk halus dalam mitologi Eropa tersebut.

Revenants

Ilustrasi Revenants, layaknya vampir. di Eropa (www.anneahira.com)

Ilustrasi Revenants, layaknya vampir. di Eropa (www.anneahira.com)

Berdasarkan pemaparan en.Wikipedia.org, revenants adalah hantu yang cukup dikenal dalam mitologi Eropa Barat. Kata revenant berasal dari bahasa Latin reveniens dan bahasa Prancis revenir yang berarti “kembali”. Revenants adalah hantu yang terlihat atau tampak. Ia juga dianggap hantu yang berasal dari roh manusia yang keluar dari kuburannya.

Mitos tentang revenants muncul di Eropa Barat, terutama di Inggris dan kemudian dibawa oleh Anglo-Norman ke Irlandia, selama Abad Pertengahan Tinggi. revenants juga dikenal dalam mitologi Old Irlandia Celtic sebagai The ‘Neamh Mairbh’.

Di banyak legenda dan cerita rakyat Eropa Barat, revenants diyakini keluar kuburan (kembali hidup sebagai hantu) dengan tujuan balas dendam terhadap seseorang yang dibencinya. Namun, ada juga yang berpendapat, revenants kembali hidup hanya untuk menghantui keluarga dan para tetangganya. Karakteristik revenants dinilai serupa dengan vampir. Dan pada intinya, revenants yang penampakannya diyakini mirip manusia biasa itu dikenal sebagai hantu yang jahat. Sebab, ia diyakini mampu menyebarkan penyakit tertentu bagi manusia yang masih hidup.

Gast/Gaistaz
Dalam bahasa Inggris—Inggris kuno—hantu disebut gast. Istilah Gast itu berasal dari istilah Jermanik, gaistaz. Istilah gaistaz cukup dikenal di kawasan Jerman Barat, namun tidak begitu terkenal di Jerman Utara dan Timur. Istilah gaistaz pun berasal dari bahasa Jerman kuno, ghoisdo-s, yang bermakna kemarahan atau mengamuk. Namun, orang-orang Inggris kuno meyakini, gaistaz merupakan Roh Allah atau Roh Kudus.

Selain itu, dalam perkembangan mitologi Latin (abad ke-9), gaistaz dimaknai sebagai nafas atau ledakan. Adanya dua makna mengani hantu itu menunjukkan bahwa mitologi Latin memiliki dua pemaknaan hantu, yakni roh baik atau jahat. Bahkan dalam kitab Injil Anglo-Saxon, kisah demonic possession of Matthew 12:43, gaistaz yang mengacu pada roh baik disebut malaikat dan gaistaz yang mengacu pada roh jahat disebut setan.

Negara Inggris bagian Tengah pun memiliki keyakinan tersendiri terhadap sosok gaistaz. Dalam Mitologi Inggris Tengah yang berkembang pada abad ke-14, gaistaz diyakini sebagai jiwa orang yang telah meninggal dan mewujud dalam bentuk yang tampak.

Brown Lady

Ilustrasi Brown Lady, Eropa (smilesumo.com)

Ilustrasi Brown Lady, Eropa (smilesumo.com)

Brown Lady adalah hantu lainnya yang dikenal di United Kingdom, terutama di Inggris. Penampakan sosok brown lady itu konon ditemukan pertama kali oleh seorang fotografer dari majalah Country Life. Fotografer itu mengaku menangkap penampakan sosok wanita bergaun brokat berwarna coklat melalui kameranya. Sosok itu kemudian dikenal dengan nama brown lady. Brown lady diyakini kerap menghantui Raynham Hall di Norfolk. Oleh karena itu, sosok brown lady disebut The Brown Lady of Raynham Hall.

Wild Hunt
Wild hunt adalah hantu yang cukup terkenal di Eropa Barat, Eropa Tengah, dan Eropa Utara. Dalam bahasa Jerman, Wild hunt disebut Wilde Jagd, yang berarti berburu liar/mengejar. Atau wildes heer yang berarti tentara liar. Selain itu, di Cornwall, wild hunt disebut iblis dandy dogs. Sedangkan di Inggris Utara, wild hunt disebut gabriel hounds. Sementara di Amerika Utara, wild hunt disebut ghost riders. Dan dziki gon atau dziki lów adalah sebutan untuk wild hunt di Polandia.

Wild hunt diyakini sebagai makhluk halus atau hantu yang berpenampakan di hutan, lengkap dengan perlengkapan berburu. Bahkan penampakkan wild hunt diyakini menunggang kuda atau membawa anjing.

Orang yang melihat wild hunt, diyakini akan mengalami kesialan seperti menderita penyakit tertentu, hingga mendatangkan kematian bagi orang tersebut. Sosok Wild hunt ini kabarnya cukup dikenal dalam cerita rakyat pasca-abad pertengahan.

Wraith
Wraith adalah sosok makhluk halus yang dikenal di Skotlandia. Dalam bahasa Skotlandia, wraith adalah kata yang mengacu pada istilah hantu, momok, atau penampakan. Istilah wraith itu berasal dari penggunaan istilah yang terdapat dalam sastra romantis Skotlandia. Namun, pada tahun 1780, penyair dari Skotlandia bernama John Mayne, mengistilahkan hantu sebagai bogy/bogie.

Bloody Mary

Ilustrasi Bloody Mary (en.Wikipedia.org)

Ilustrasi Bloody Mary (en.Wikipedia.org)

Bloody Mary adalah salah satu makhluk halus atau hantu yang dikenal dalam legenda di United Kingdom. Bloody mary diyakini sebagai hantu atau roh penyihir. Penampakannya dianggap bisa muncul di cermin ketika namanya disebut sebanyak tiga kali. Berbagai sejarah memiliki pendapat dan penggambaran masing-masing tentang sosok bloody mary. Sosok bloody mary pun telah menjadi tokoh di suatu permainan atau game.

Hantu dalam Mitologi British Populer

Dalam mitologi British populer, hantu berasal dari roh manusia yang mengalami kegelisahan karena belum sempat menikahi pasangan yang dicintainya ketika masih hidup. Roh tersebut diyakini menghantui pasangan semasa hidupnya dahulu untuk memohon keikhlasan atau kebebasan.

Francis James dalam karyanya berjudul The English and Scottish Popular Ballads v. 2, p. 227 (1965) menjelaskan, kisah hantu dalam mitologi British populer tersebut berasal dari kisah Sweet William’s Ghost (1868). Kisah tersebut mengisahkan sosok hantu yang kembali kepada tunangannya untuk memohon keikhlasan dan kebebasan dari janjinya semasa hidup dulu untuk menikahi tunangannya itu. Nyawanya yang sudah tiada membuatnya tidak bisa menepati janji itu. Dan ketika si tunangan tidak berkenan memaafkan, maka penolakan itu merupakan hukuman bagi roh tersebut.

Selain itu, Francis James kembali menjelaskan dalam The English and Scottish Popular Ballads, v 2, p 234 (1965), terdapat keyakinan lebih luas mengenai sosok hantu lainnya yang berkembang di kawasan Eropa. Dijelaskan bahwa hantu atau roh orang meninggal mampu menjadi penglipur lara atau pembendung kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkannya, yang merasa terpukul atas kepergiannya. (Azizah/JIBI/Solopos.com)

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode