Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kisah Kerupuk Melarat Khas Cirebon yang Lahir saat Pribumi Prihatin

Di balik renyahnya kerupuk melarat khas Cirebon, menyimpan kisah kondisi perekonomian masyarakat pribumi sekitar tahun 1920-an.
SHARE
Kisah Kerupuk Melarat Khas Cirebon yang Lahir saat Pribumi Prihatin
SOLOPOS.COM - Kerupuk melarat. (antara)

Solopos.com, CIREBON — Pernah dengar kerupuk melarat, makanan khas Kota Cirebon, Jawa Barat yang unik seunik namanya. Konon, nama itu bermula dari kondisi perekonomian masyarakat pribumi pada zaman dahulu.

Melarat dalam Bahasa Jawa berarti miskin. Maka dari itu kerupuk melarat berarti kerupuk miskin. Meski demikian, kuliner ini tak akan membuat orang yang mengonsumsi menjadi miskin. Kerupuk ini biasanya dikemas menggunakan plastik dan diikat menggunakan rafia. Kerupuk melarat cocok disajikan dengan sambal yang memiliki rasa asam.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Dikutip dari Goodnewsfromindonesia.id, Rabu (23/2/2022), camilan ini dahulu disebut kerupuk mares. Nama mares tersebut singkatan dari lemah dan ngeres yang berarti tanah berpasir.

Baca Juga: Mi Nyemek Super Pedas ada di Solo Loh, Ini Lokasinya

Kemudian, nama kerupuk melarat atau kerupuk miskin khas Cirebon ini muncul gara-gara orang kota yang mengejek pengolahan kerupuk ini. Kerupuk melarat digoreng tanpa menggunakan minyak. Kerupuk melarat digoreng menggunakan pasir yang sudah disaring.

Pengamat sejarah dan budaya Cirebon, Nurdin M. Noor, membeberkan pembuatan kerupuk unik ini berkaitan dengan kondisi ekonomi yang melanda dunia pada 1920-an. Bahkan, Belanda yang menjajah Indonesia kala itu terkena imbasnya.

Dalam kondisi keterbatasan itu malah membuat warga lebih kreatif. Masyarakat pribumi yang prihatin kemudian menemukan alternatif pengganti minyak, yakni pasir untuk menggoreng kerupuk.

Baca Juga: Wah! Ada Mi Ayam Porsi Monster di Jogja, Segini Harganya

Pasir yang digunakan ialah pasir sungai, pasir pantai, atau pasir pegunungan. Rasanya pun tak terduga. Kerupuk yang digoreng menggunakan pasir malah renyah dan gurih. Sejak itulah kerupuk ini diproduksi dalam jumlah banyak dan menjadi makanan khas Cirebon.

Dikutip dari laman Pemerintah Kota Cirebon, cirebonkota.go.id, kerupuk melarat memiliki varian warna mencolok. Biasanya merah, kuning, putih, dan hijau. Tujuannya agar membuat Anda tertarik untuk membeli dan menyantapnya. Tak terkecuali, anak-anak akan senang dengan aneka warna itu.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode