Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kisah Dua Wisudawati Terbaik UKSW Salatiga, Hobi Bertanam dan Bernyanyi

Rajin mencari referensi dari berbagai sumber selain apa yang telah diberikan oleh dosen di kelas, diakui Agnes menjadi salah satu kiat suksesnya.
SHARE
Kisah Dua Wisudawati Terbaik UKSW Salatiga, Hobi Bertanam dan Bernyanyi
SOLOPOS.COM - Dua wisudawati terbaik menjadi bagian dari 707 lulusan UKSW Salatiga yang diwisuda secara luring terbatas di Balairung Universitas Sabtu (26/2/2022). (Istimewa)

Solopos.com, SALATIGA — Meskipun dibentuk menjadi lulusan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dalam suasana yang tidak ideal akibat dari pandemi Covid-19, namun dua lulusan ini mampu menunjukkan hasil yang membanggakan.

Bersama lebih dari tujuh ratus lulusan lainnya, dua gadis cantik ini tetap semangat berprestasi.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Mereka adalah Agnes Mariana Mayangsari, S.Pd. serta Oktivania Veda Tiyasa, S.Kep. Masing-masing merupakan dua peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Tertinggi dari program studinya.

Agnes yang lulus dari Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berhasil mendapatkan IPK 4.00 dan meraih predikat cumlaude.

Baca Juga: Semangat Kolaborasi, UKSW Jalin Kerja Sama dengan UMN Cilacap

Rajin mencari referensi dari berbagai sumber selain apa yang telah diberikan oleh dosen di kelas, diakui Agnes menjadi salah satu kiat suksesnya. Tak jarang, Agnes menghabiskan lebih banyak waktu di perpustakaan seusai jam kuliah berakhir.

Gadis kelahiran Salatiga 21 tahun silam ini juga cukup aktif bertanya maupun berdiskusi ketika jam perkuliahan berlangsung. Menurutnya hal tersebut mampu memperkaya informasi yang diperoleh dalam suatu mata kuliah.

“UKSW berperan besar bagi saya selama masa studi. Melalui lembaga inilah saya terbentuk menjadi pribadi yang kreatif dan mampu berpikir kritis dalam keseharian, baik dalam ranah perkuliahan maupun sosial. Selain itu, kesempatan beasiswa yang ditawarkan oleh UKSW juga sangat membantu saya dalam studi,” ujar pemilik hobi bercocok tanam ini dalam rilis yang diterima Solopos.com, Minggu (27/2/2022).

Serupa, Oktivania Veda Tiyasa atau yang akrab disapa Veda tidak hanya berprestasi di bidang akademik namun juga di bidang seni. Selain meraih IPK 3.91 selama menempuh studi S1 di Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UKSW, Veda juga menyumbangkan sejumlah medali dan piala saat dirinya bergabung dengan paduan suara universitas.

Baca Juga: Kisah Mahasiswa Asal Mesir Kuliah di UKSW, Belajar Toleransi sampai Makanan Murah

“Bersama tim Voice of UKSW, saya lima kali berpartisipasi membawa gelar juara. Di masa pandemi ini sedikitnya telah meraih medali emas saat mengikuti Festival Paduan Suara ke-6 di Universitas Surabaya 2021 juga piala saat meraih juara III dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional 2020. Hal ini tentu tak lepas dari peran UKSW yang memberikan wadah untuk menyalurkan bakat mahasiswa, dan memfasilitasi apa yang dibutuhkan mahasiswa,” ujar pemilik jenis suara sopran ini.

Dikatakan penyuka genre musik pop dan klasik tersebut, UKSW juga membentuk mahasiswa menjadi insan creative minority, mahasiswa diasah untuk berpikir one step ahead, sehingga mahasiswa bisa berpikir kritis dan selalu bisa menciptakan terobosan baru tak hanya dalam bidang akademik, namun non-akademik pula.

Agnes dan Veda yang saat ini tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi merupakan dua profil lulusan yang telah mengakhiri waktu belajarnya di UKSW.

Keduanya menjadi bagian dari 707 lulusan yang diwisuda oleh Rektor Neil Semuel Rupidara, SE., M.Sc., Ph.D., secara luring terbatas di Balairung Universitas Sabtu (26/2/2022).

Baca Juga: 707 Mahasiswa UKSW Diwisuda Sabtu, Ini Daftar Lulusan Terbaiknya

Menguatkan Kompetensi

“Mewakili universitas, saya mememohon maaf karena membentuk Anda menjadi lulusan universitas ini dalam situasi yang tidak ideal. Tentu, ada kelebihan tertentu yang Anda akuisisi dari proses yang serba online ini, karenanya Anda disebut sebagai Generasi Corona, Generasi Digital, walaupun Anda semua perlu untuk menguatkan kompetensi-kompetensi teknologi digital untuk berbagai keperluan karir Anda di masa depan,” kata Neil Rupidara.

Dalam hal tersebut, disampaikan Neil bahwa karakteristik lulusan sebagai life-long learners menjadi penting. Memperoleh gelar seusai wisuda tidak berarti dengan berakhirnya proses belajar dalam hidup.

Menurut Neil otak manusia merupakan salah satu organ istimewa yang memiliki kemampuan sama seperti kemampuan teknologi sehingga disebut oleh para ahli sebagai brain plasticity. Ini adalah kemampuan otak untuk melakukan reorganisasi dirinya, fungsinya, kaitan-kaitan dari elemen-elemennya, karena otak merespon stimulan dari luar dirinya.

“Belajar dan membuat otak ini secara konstan merespon bahan-bahan yang kita pelajari itu terus-menerus, itulah yang di antaranya menjaga brain plasticity Anda. Jadi, dengan menjadi pembelajar seumur hidup, Anda merawat otak sebagai salah satu anugerah istimewa yang Tuhan berikan kepada kita manusia.

Dengan belajar sepanjang hayat, termasuk menyelami maksud dan kehendak Tuhan, kita mencari hikmat,” pesan Neil kepada seluruh peserta Upacara Wisuda Periode III Tahun 2021/2022.

Baca Juga: Kisah Mahasiswa Asal Mesir Kuliah di UKSW, Belajar Toleransi sampai Makanan Murah

Ketua Panitia Wisuda UKSW FX. Hariyanto, S.Pd. mengungkapkan selain diselenggarakan secara luring terbatas di Balairung Universitas, prosesi wisuda juga disiarkan secara langsung di kanal youtube UKSW Salatiga.

Lebih lanjut, Hariyanto menginformasikan bahwa peraih Indeks Prestasi Tertinggi (IPT) lulusan periode kali ini untuk jenjang D3 adalah Horras Ria Pentakusta, A.Md. Kom. (3,54) lulusan Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Fakultas Teknologi Informasi (FTI).

Untuk jenjang D4, IPT diraih oleh Agung Tyas Widodo, S.Tr.Par. (3,57) dari Program Studi Destinasi Pariwisata Fakultas Interdisiplin. Sementara itu, untuk S1 IPT diraih Agnes Mariana Mayangsari, S.Pd. (4,00) lulusan dari Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Tiga lulusan S2 juga berhasil mendapatkan IPK 4.00, yaitu Gunawan Anggonosamekto, M.Si., lulusan dari Magister Sosiologi Agama Fakultas Teologi, Maria Marta Wulan S. Dewi, M.Pd., dan Wahyudi Triwiyanto, M.Pd., keduanya lulusan Magister Manajemen Pendidikan FKIP. Pada jenjang S3 IPT diraih oleh Dr. Dani Ramdani Harun (3,75) lulusan Doktor Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB).



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode