Kisah Bandeng Juwana Elrina yang Tetap Eksis Selama 41 Tahun

Kisah inspiratif kali ini hadir dari bisnis kuliner Bandeng Juwana Elrina di Kota Semarang yang mampu menjaga eksistensi selama 41 tahun.
SHARE
Kisah Bandeng Juwana Elrina yang Tetap Eksis Selama 41 Tahun
SOLOPOS.COM - Direktur Utama PT Bandeng Juwana Elrina, Arif H. Kusmadi. (Solopos.com-Zoom)

Solopos.com, SEMARANG — Kota Semarang di Jawa Tengah (Jateng) memang memiliki berbagai aneka macam kuliner yang khas. Salah satunya adalah bandeng duri lunak khas Juwana yang kerap menjadi buah tangan para wisatawan yang berkunjung ke Ibu Kota Jateng itu.

Salah satu penjual bandeng duri lunak Juwana yang cukup populer di Kota Semarang adalah Bandeng Elrina, yang sudah berdiri sejak 3 Januari 1981. Selama 41 tahun berdiri, bisnis kuliner Bandeng Elrina masih tetap eksis, bahkan semakin berkembang hingga memiliki beberapa gerai.

PromosiOrang Solo Suka Belanja Gadget di Tokopedia, Seller Untung 2 Kali Lipat

Direktur PT Bandeng Juwana Elrina, Arif Honggowijoyo Kusmadi, menceritakan awal mulai berdirinya bisnis kuliner yang dijalankan tersebut. Ia menuturkan Bandeng Juwana Elrina awalnya didirikan sang ayah, dr. Daniel Nugroho Setiabudhi.

Baca juga: ShopeePay Hadirkan Semangat UMKM Lokal di Kota Semarang

Daniel yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) saat itu ingin mencari penghasilan tambahan guna memenuhi kebutuhan keluarga. Ia pun akhirnya tercetus untuk mendirikan bisnis bandeng duri lunak di Semarang. Selama setahun, Daniel pun melakukan berbagai uji coba resep bandeng duri lunak menggunakan pressure cooker yang dimiliki. Masakannya itu tidak langsung dijual, tapi dibagikan ke teman-teman terdekat untuk mencicipi.

Resep Keluarga

Setelah lama meracik resep terbaik bandeng duri lunak, Daniel pun akhirnya berani menjual masakannya. Awalnya, ia menjual di depan rumah, namun lambat laun bisnisnya berkembang hingga saat ini memiliki empat gerai di Kota Semarang dan dikenal masyarakat luas, termasuk wisatawan domestik dan asing.

“Awalnya, ayah saya ingin membuka usaha toko roti, namun karena keterbatasan modal, akhirnya ia memilih usaha lain. Saat itu tercetuslah ide membuat produk ikan bandeng duri lunak yang diracik dengan resep keluarga yang berbeda dari yang lain. Keunikan rasa dari resep keluarga itu membawa Bandeng Juwana Elrina berkembang hingga saat ini. Kami juga terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi kepada pelanggan,” tutur Arif, Jumat (21/1/2022).

Bandeng Juwana Elrina.
Bandeng Juwana Elrina. (ShopeePay-Bandeng Juwana Elrina)

Arif mengaku 41 tahun menggeluti bisnis kuliner, berbagai tantangan dihadapi Bandeng Juwana Elrina. Terutama pada masa pandemi Covid-19, dengan sederet pembatasan aktivitas masyarakat yang berimbas pada bisnis pariwisata dan kuliner.

Ia pun mengaku bisnis kulinernya turut terdampak pandemi Covid-19. Omzet perusahaan mengalami penurunan hingga harus merumahkan ratusan karyawan. Meski demikian, Bandeng Juwana Elrina tetap bertahan. Bahkan, dalam tiga bulan terakhir bisnisnya kembali menggeliat.

Arif pun membeberkan kunci sukses dalam mempertahankan bisnis bandeng duri lunak yang telah dijalankan keluarganya selama 41 tahun. Salah satunya adalah memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan sepenuh hati.

“Kalau orang Jawa bilang nguwongke [memanusiakan] customer. Semua customer harus dilayani sepenuh hati, ajak berkomunikasi. Kita juga harus mau menerima kritik,” ungkapnya.

ShopeePay

Selain memberikan pelayanan yang baik, Arif juga mengaku melakukan berbagai inovasi baik dari sektor produk maupun pelayanan. Inovasi menjadi kunci dalam beradaptasi pada masa-masa sulit, seperti kondisi pandemi Covid-19.

Salah satu inovasi yang dilakukannya pada masa pandemi adalah bergabung dengan penyedia layanan pembayaran digital, ShopeePay. Ia bergabung sebagai merchant ShoppePay pada pertengahan tahun 2020 lalu.

Arif mengaku ekosistem pembayaran yang efektif melalui penggunaan layanan pembayaran digital sangat membantu bisnisnya ketika terjadi penurunan penjualan di masa pandemi. ShopeePay kini tidak hanya digunakan oleh kalangan muda saja, tapi berbagai kalangan.

Selain itu, ia melihat layanan pembayaran ShopeePay juga menjadi daya tarik bagi pelanggan. Hal itu dikarenakan pelanggan dapat mudah berbelanja produk kuliner bandeng secara cashless dan mendapatkan keuntungan lebih melalui promo cashback yang ditawarkan.

“Saya juga berpesan sekaligus mengajak para pelaku UMKM lokal supaya lebih mampu menyesuaikan diri dengan digitalisasi. Kita tidak bisa berhenti di pembayaran konvensional saja. Banyak sekali keuntungan dari mengadopsi layanan pembayaran digital seperti ShopeePay,” jelas Arif.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago