[ X ] CLOSE

Kisah Abon Ksatria Solo Mulai Usaha dari Nol hingga Raup Omzet Rp50 Juta Sebulan

Pemilik usaha Abon Ksatria Solo ini harus jatuh bangun dengan kegagalan saat awal memproduksi abon dan dendeng sapi tersebut.
Kisah Abon Ksatria Solo Mulai Usaha dari Nol hingga Raup Omzet Rp50 Juta Sebulan

Solopos.com, SOLO — Berbekal ketekunan dan keuletan, Tri Rahayu Amperawati, 55, warga Jagalan, Kecamatan Jebres, Kota Solo sukses menjalankan usaha abon dengan brand Ksatria.

Usaha rumahan dirintis sejak 1999 lalu ini pun mampu meraup omzet hingga Rp50 juta per bulan. Tri mengawali usaha abon sapi kala melihat peluang makanan yang dibuat dari suiran daging dan dimasak hingga kering ini cukup besar di pasaran. Apalagi saat itu belum banyak pelaku usaha yang memproduksi abon tersebut.

“Kebetulan lokasi rumah saya dan buka toko kelontong di depan rambak legendaris Solo milik Wiryodiharjo. Di sana banyak orang datang dari berbagai daerah membeli rambak, lalu ada yang tanya beli abon di mana ya? Dari sini saya tertarik menjual abon,” kata dia ketika berbincang dengan Solopos.com, Selasa (3/8/2021).

Baca Juga: Ladiid’s Cake and Cookies, Passion Guru Bimbel Sukoharjo yang Jadi Pebisnis Kuliner

Di awal usahanya, Tri hanya menjual abon sapi hasil produksi dari ibu dan tantenya. Selain abon sapi juga dijual dendeng sapi. Namun, lambat laun sekitar tahun 2001, Tri mulai belajar cara membuat abon sapi dan dendeng. Usaha inipun tak semulus yang dibayangkan.

Abon Ksatria Solo
Rumah Tri Rahayu Amperawati, 55, warga Jagalan, Kecamatan Jebres, Kota Solo yang memproduksi Abon Ksatria.

Pemilik usaha Abon Ksatria Solo ini harus jatuh bangun dengan kegagalan saat awal memproduksi abon dan dendeng sapi tersebut. Berkat ketekunan dan keuletan belajar membuat abon dan dendeng sapi, akhirnya produk olahannya diterima pasar.

Tak cukup memproduksi abon dan dendeng sapi. Tri juga mulai mengasah kemampuannya membuat srundeng dan lagi-lagi diterima pasar. Setahun kemudian, dia belajar membuat rambak kulit sapi dari sang ibu.

“Bukan untuk menyaingi rambak Wiryodiharjo. Tapi saat itu lebih ingin ikut menjaga tradisi keluarga yang kebetulan kakek saya juga jago membuat rambak,” tuturnya.

Baca Juga: Ini Rahasia Kelezatan Onde-onde Aneka Rasa Bu Is Boyolali

Dalam waktu dua tahun, usaha Abon Ksatria asal Solo ini memproduksi empat produk makanan dari abon, dendeng, srundeng dan rambak kulit sapi. Dimana saat itu omset penjualan sudah mencapai Rp10 juta per bulannya.

Tri pun terus mengasah kemampuannya hingga di 2010 lalu, menambah satu produk baru berupa abon ayam dan kremes kaldu ayam. Bahkan produk Abon Ksatria Solo dengan logo KS dari nama Ksatria ini menembus pasar hingga ke luar Jawa. “Sekarang omzet bulanan sudah mencapai Rp50 juta,” kata dia.

Aneka produk yang dihasilkan Tri Rahayu Amperawati, 55, warga Jagalan, Kecamatan Jebres, Kota Solo.

Berbagai cara dilakukan untuk memasarkan produknya, dari memaksimalkan jangkauan pemasaran online dengan menggunakan media sosial Instagram, Facebook juga melalui jaringan minimarket.

“Produk KS sudah ada di Indomaret. Ke depan juga akan ada di Alfamart,” tuturnya.

Baca Juga: Berdayakan Petani Lokal, Bawang Goreng Mang Sopar Sukoharjo Tembus Luar Negeri

Produk abon dengan brand nama Ksatria beralamat di Jalan Kalikuantan Nomor 3 Jagalan, Kecamatan Jebres, Kota Solo ini merupakan satu dari 50 peserta UMKM dan lolos mendapat pendampingan Virtual Expo 2021. Event yang merupakan kerja bareng Bank Indonesia (BI) Perwakilan Solo dan Solopos Media Group tersebut menyasar UMKM Soloraya agar go digital.

Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago