Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Ketahui Pemicu Keguguran di Usia Kehamilan Muda Seperti Asmirandah

Agar tidak mengalami keguguran saat usia kehamilan masih sangat muda, ketahui pemicunya.
SHARE
Ketahui Pemicu Keguguran di Usia Kehamilan Muda Seperti Asmirandah
SOLOPOS.COM - Ilustrasi hasil USG janin. (Freepik.com)

Solopos.com, SOLO-Sejumlah artis mengalami keguguran di usia kehamilan masih sangat muda. Mereka adalah Asmirandah dan Dinda Hauw.

Harus merelakan calon buah hati mereka pergi untuk selamanya tentu bukan hal mudah. Kendati demikian baik Asmirandah maupun Dinda Hauw belajar untuk ikhlas. Asmirandah mengalami keguguran saat usia kandungannya 11 pekan.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Lalu benarkah kehamilan saat kandungan masih berusia muda rentan mengalami keguguran seperti dialami kedua artis tersebut? Simak ulasannya di tips kehamilan dan info sehat kali ini.

Tidak sedikit wanita hamil yang mengalami keguguran di usia kehamilan yang masih sangat muda, yaitu sekitar 5-12 minggu. Walaupun penyebabnya bisa karena berbagai macam hal, namun umumnya keguguran di trimester pertama dikarenakan masalah pada janin dan gaya hidup.

Baca Juga: Begini Perasaan Asmirandah Setelah Keguguran

Oleh karena itu, ketahui beberapa faktor penyebab keguguran saat usia kehamilan muda seperti dikutip dari alodokter.com pada Kamis (24/3/2022):

1. Kelainan Kromosom Pada Bayi

Penyebab keguguran saat usia kehamilan muda adalah ada kelainan kromosom pada bayi. Para dokter percaya bahwa adanya kelainan tertentu pada kromosom janin yang sedang berkembang menyebabkan janin tidak bisa bertahan hidup dan akhirnya gugur. Kondisi ini diduga menjadi salah satu penyebab sebagian besar kasus keguguran di trimester pertama, terutama pada wanita yang tidak memiliki riwayat keguguran.

Penyebab kromosom janin mengalami kelainan masih belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa peneliti percaya kesalahan bisa saja terjadi tanpa sebab selama pembelahan sel. Sedangkan menurut peneliti yang lain, pengaruh lingkungan dapat meningkatkan risiko keguguran, misalnya ibu hamil yang bekerja di pabrik yang beredar bahan kimia beracun. Ibu hamil yang berusia di atas 35 tahun juga berisiko memiliki janin yang mengalami kelainan kromosom.

2. Keracunan Makanan

Beberapa jenis virus dan bakteri yang terdapat dalam makanan tertentu dapat menjadi penyebab ibu hamil mengalami keguguran. Keguguran akibat keracunan makanan lebih sering terjadi pada kehamilan di trimester kedua dan ketiga, namun bukan tidak mungkin hal ini juga menimpa ibu yang sedang hamil muda. Itulah sebabnya ibu hamil perlu memperhatikan dengan seksama asupan makanan yang dikonsumsi. Sebaiknya jangan makan sembarangan, karena bisa berdampak buruk pada janin di kandungan.

Baca Juga: Keguguran Seperti Dinda Hauw, Salah Satu Risiko Hamil Janin Kembar

3. Penyakit Bawaan

Adanya penyakit bawaan yang diidap oleh ibu hamil, seperti sindrom antifosfolipid (APS), yaitu kondisi ketika antibodi menyerang jaringan tubuh sendiri dan embrio, juga bisa menyebabkan keguguran. Selain itu, penyakit lainnya seperti diabetes mellitus, celiac, darah tinggi, anemia, dan penyakit tiroid juga dapat mengganggu pertumbuhan janin dan berisiko menyebabkan keguguran.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, agar penyakit dapat dideteksi lebih dini dan ditangani sesegera mungkin, sehingga ibu hamil pun dapat terhindar dari keguguran.

4. Kebiasaan Merokok Ibu

Ibu yang masih merokok saat hamil berisiko tinggi mengalami keguguran. Hal ini karena merokok dapat membuat pembuluh darah ibu rusak, sehingga asupan nutrisi untuk janin menjadi terhambat. Janin yang tidak mendapatkan cukup makanan dan oksigen kemudian tidak dapat berkembang dan akhirnya gugur.

5. Stres

Bagi ibu hamil yang memiliki aktivitas padat, ibu perlu lebih hati-hati, karena stres dan terlalu lelah bisa mengganggu kondisi janin. Ketika ibu merasa stres, pembuluh darah di dalam tubuh ibu akan mengecil sehingga menyebabkan suplai darah dan oksigen untuk janin menjadi terhambat. Selain itu, stres juga dapat membuat daya tahan tubuh ibu jadi menurun. Akibatnya, tubuh ibu hamil jadi rentan terkena berbagai jenis virus dan kuman yang juga berpotensi membahayakan janin.

Baca Juga: Dinda Hauw Keguguran, Rey Mbayang Tulis Kalimat Menyentuh Hati Ini

6. Kurang Gizi

Di masa awal kehamilan, ibu wajib memenuhi kebutuhan gizi yang baik dan seimbang untuk perkembangan janin. Dua zat yang paling penting pada trimester pertama adalah asam folat dan zat besi. Bila ibu tidak memperhatikan gizi dari makanan yang ibu konsumsi dan lebih sering mengonsumsi junk food, maka pertumbuhan janin bisa terhambat dan tidak jarang menyebabkan keguguran

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode