top ear
Warga kawasan kota Wonogiri, Wiyono memancing di Waduk Tandon, Pare, Selogiri, Wonogiri, Selasa (15/9/2020). (Solopos/Rudi Hartono)
  • SOLOPOS.COM
    Warga kawasan kota Wonogiri, Wiyono memancing di Waduk Tandon, Pare, Selogiri, Wonogiri, Selasa (15/9/2020). (Solopos/Rudi Hartono)

Kering, Waduk Tandon Krisak Wonogiri Jadi Padang Rumput Cantik

Kawasan Waduk Tandon yang mengering dan menjadi padang rumput selalu ramai dikunjungi warga di kala senja.
Diterbitkan Rabu, 16/09/2020 - 08:00 WIB
oleh Solopos.com/Rudi Hartono
2 menit baca

Solopos.com, WONOGIRI – Waduk Tandon di Krisak, Wonogiri, yang surut pada musim kemarau menjadi tempat wisata dadakan. Debit air yang berkurang mengubah areal waduk yang mengering menjadi padang rumput hijau yang indah dipandang.

Padang rumput itulah yang menjadi daya tarik wisata dadakan. Banyak orang yang bertandang ke sana setelah melihat sederet foto viral Waduk Tandon di media sosial.

Hampir setiap sore areal waduk yang mengering itu ramai didatangi pengunjung. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto dengan latar belakang padang rumput hijau dengan genangan air waduk yang tersisa.

Sangar! Bocah SMP di Klaten Ini Hobi Koleksi Ular Piton

Keramaian di Waduk Tandon Wonogiri pada musim kemarau di tengah wabah Covid-19 menimbulkan kekhawatiran. Sebab selama ini Gugus Tugas Covid-19 Wonogiri gencar menyosialisasikan agar warga menghindari kerumunan. Tetapi kenyataanya Waduk Tandon tetap dibiarkan buka dan menjadi pusat keramaian di kala senja.

Pembina karang taruna Dusun Tandon, Widodo, mengatakan setiap sore ada saja pengunjung yang datang ke sana dan paling ramai saat akhir pekan tiba. Rata-rata ada 200 unit sepeda motor yang parkir di sana setiap hari dan bisa bertambah dua kali lipat pada akhir pekan.

Dory Harsa Nikah, Penggemar Ambyar Unfollow Berjemaah 

Dipantau Polisi

Melihat potensi keramaian di Waduk Tandon, jajaran Polres Wonogiri memantau kondisi di sana setiap hari. Bahkan ada pemuda anggota karang taruna yang ikut berpatroli.

“Bahkan, ada tim pemuda yang berpatroli ke area waduk. Kalau ada yang tak jaga jarak, tim mengingatkannya. Kalau ada yang memakai masker tak betul, tim langsung meminta pengunjung memakainya dengan benar. Ini dilakukan karena kalau hanya diberi peringatan melalui pengeras suara tak efektif,” kata Widodo kepada Solopos.com, Selasa (15/9/2020).

Ini Tampang AA, Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung

Kabid Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Wonogiri, Agus Sriyanto, mengatakan pihaknya tidak bisa meminta area Waduk Tandon ditutup. Sebab tempat itu bukan area wisata di bawah pembinaannya.

Kendati demikian pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendisiplinkan pengunjung. Dia menegaskan tempat wisata di Wonogiri belum boleh dibuka sebelum ada intruksi resmi Bupati.

“Ada tim yang mengawasi tempat-tempat wisata. Sempat ada yang buka, tetapi setelah diberi pembinaan tempat wisata ditutup lagi,” ucap dia.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini