[x] close
top ear
Foto kirab Keraton Agung Sejagat di Purworejo yang tersebar di Facebook Cah Purworejo Perantaian. (Facebook-Diyono Adja)
  • SOLOPOS.COM
    Foto kirab Keraton Agung Sejagat di Purworejo yang tersebar di Facebook Cah Purworejo Perantaian. (Facebook-Diyono Adja)

Keraton Agung Sejagat di Purworejo Diminta Hentikan Kegiatan

Keraton Agung Sejagat yang menyita perhatian melalui media sosial diminta menghentikan aktivitas, apa sebabnya?
Diterbitkan Selasa, 14/01/2020 - 21:50 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra
2 menit baca

Solopos.com, PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo telah melayankan surat kepada kelompok yang mengklaim sebagai Keraton Agung Sejagat. Surat itu berisi larangan atau perintah agar Keraton Agung Sejagat menghentikan aktivitasnya.

Informasi adanya perintah kepada Keraton Agung Sejagat untuk menghentikan kegiatan itu disampaikan Wakil Kepolisian Resor (Wakapolres) Purworejo, Andis Arfan Tofani, kepada Solopos.com, Selasa (14/1/2020).

Andis mengaku perintah agar Keraton Agung Sejagat pimpinan Totok Santosa Hadiningrat menghentikan aktivitasnya itu diputuskan pada rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Purworejo, Selasa siang.

“Tadi sudah diputuskan dalam rakor. Pemkab akan melayankan surat perintah agar mereka [Keraton Agung Sejagat] menghentikan segala bentuk kegiatannya,” ujar Andis.

Andis tak menyebutkan secara detail alasan penghentian kegiatan kelompok yang mengklaim memiliki anggota sekitar 425 orang itu. Meski demikian, aktivitas kelompok itu memang sempat menghebohkan publik, terutama setelah kemunculannya di media sosial, Facebook.

Dalam foto dan video yang dibagikan di Facebook grup CAH PURWOREJO PERANTAUAN itu terlihat sejumlah orang menggelar kirab yang diberi nama Ritual Wilujengan itu digelar di Desa Pogung, Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo.

Dalam video itu terlihat sejumlah pria berpakaian seperti prajurit keraton, dengan menabuh drum dan meniup suling. Mereka juga membawa panji-panji dan bendera.

Mereka juga memakai topi mirip milik aparat kepolisian serta lencana bintang yang melekat di baju.

Sementara itu, satu orang terlihat menunggangi kuda. Dia adalah Totok Santosa Hadiningrat, yang mengklaim sebagai pimpinan Keraton Agung Sejagat dengan julukan Sinuhun. Sedangkan, istri Totok, Dyah Gitaraja, mendaulatkan diri sebagai Kanjeng Ratu.

Totok juga mengklaim memiliki jumlah pengikut 425 orang dan terus bertambah. Ia juga mengklaim memiliki kekuasaan kerajaan mencakup seluruh dunia.

Wakapolres Purworejo mengaku masih melakukan penyelidikan terkait motif di balik deklarasi Keraton Agung Sejagat itu. Pihaknya bahkan sudah menginterogasi beberapa orang untuk dimintai keterangan.

“Kita sudah lakukan klarifikasi ke beberapa orang. Kasus ini juga sudah di-back up Polda Jateng dalam penanganannya. Nanti ada tahapannnya. Kita juga akan minta keterangan dari pimpinannya [Totok Santosa],” jelas Wakapolres Purworejo.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Banner SBBI
Editor : Profile Rahmat Wibisono
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini