Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kerajinan Peti Mati Rotan Asal Sukoharjo Laris Manis Hingga Mancanegara

Selain rotan, bahan pembuatan peti mati dipadukan dengan eceng gondok, anyaman bambu, mendong hingga pelepah pohon pisang yang telah diulir
SHARE

Solopos.com, SUKOHARJO —┬áPusat kerajinan peti mati berbahan rotan di Gesingan RT 001/RW 009 Luwang, Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah, sukses menjual produknya hingga menembus pasar ekspor atau pasar internasional.

Peti mati rotan mampu menembus pangsa pasar luar negeri karena dianggap ramah lingkungan. Bahan baku rotan menjadikan peti mati terbilang unik. Selain rotan, bahan pembuatan peti mati dipadukan dengan eceng gondok, anyaman bambu, mendong hingga pelepah pohon pisang yang telah diulir.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Baca Juga: Kisah Pembuat Wayang Kertas Wirun Sukoharjo, Tetap Semangat meski Sepi Peminat

Peti mati rotan harus melalui tahap anyaman yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Salah satu pengrajin peti mati berbahan rotan, Purwanto, 43 mengatakan karakteristik peti mati berbahan rotan lebih mudah terurai oleh tanah dan mudah ditemukan karena bisa didaur ulang lebih cepat. Hal itu menjadikan peti mati berbahan rotan dinilai lebih ramah lingkungan.

Purwanto menyebut telah melakoni usahanya itu sejak 17 tahun lalu. Dia diminta mengirim produk kerajinannya itu ke Belanda hingga akhirnya kini menembus negara lain seperti Inggris, Amerika, dan Australia. Pada awalnya dia diminta membuat sampel selama dua pekan sesuai permintaan.

Baca Juga: Inspiratif, Pemuda Tuntang Semarang Bawa Kerajinan Eceng Gondok ke Pasar Eropa

Pembeli sudah meminta desain dan spek ukuran. Lebih lanjut dalam proses pembuatan itu menurutnya dia belum menemukan kesulitan paling hanya bahan baku yang telat. Harga jual petinya hampir sama di setiap negara, penjualannya ada yang melalui eksportir dan langsung.

Harga satu peti mati berbahan rotan sekitar Rp1 juta-Rp2 juta, harga paling mahal biasanya untuk peti berwarna hingga pesanan khusus yang rumit. Dalam satu bulan rata-rata mampu mengirimkan sekitar 3-4 kontainer. Dengan perkiraan per satu kontainer berisikan 130 buah peti. Sehingga jumlah total pengiriman per bulan berkisar 400-500 peti.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode