Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kepala SDN Blunyahrejo Jogja Bantah Mewajibkan Siswi Berjilbab

Kepala SDN Blunyahrejo, Eny Lasmiyati, membantah adanya kewajiban berjilbab bagi siswi muslim di sekolahnya.
SHARE
Kepala SDN Blunyahrejo Jogja Bantah Mewajibkan Siswi Berjilbab
SOLOPOS.COM - Penampakan SDN Blunyahrejo dari depan gerbang yang terdapat papan Sekolah Ramah Anak, Jumat (5/8/2022) - Â Harian Jogja / Triyo

Solopos.com, JOGJA — Kepala SDN Blunyahrejo, Eny Lasmiyati, membantah adanya kewajiban berjilbab bagi siswi muslim di sekolahnya. Pihaknya hanya sekadar memperbolehkan siswi muslim mengenakan jilbab dan pakaian muslim lainnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa ada dugaan pemaksaan berjilbab bagi siswi di SDN Blunyahrejo yang ada di Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo, Kota Jogja. Dugaan pemaksaan berjilbab itu disampaikan seorang wali murid sekolah tersebut kepada Harianjogja.com (Solopos Media Group).

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

“Tak ada kewajiban, tak ada anjuran untuk siswa muslim memakai jilbab, hanya memperbolehkan,” jelasnya, Jumat (5/8/2022) sore.

Eny menjelaskan saat sosialisasi yang dilakukan pada awal ajaran baru Juli lalu, ia sedang sakit dan opname sehingga tak dapat mengikuti sosialisasi.

Baca Juga: Lagi, Ada Dugaan Siswi Dipaksa Berjilbab di Jogja, Kali Ini SD Negeri

“Tapi saya yakin tak ada pewajiban seperti itu, dari Disdikpora juga tak ada yang mengatur jilbab sebagai yang wajib,” tuturnya.

Untuk siswi muslim berjilbab memang diperbolehkan dan itu sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

“Tujuan kurikulum itu kan membentuk anak yang berkarakter baik dalam duniawi dan akhirat, makanya kami bolehkan menggunakan jilbab di sekolah,” ujarnya.

Dalam Kurikulum Merdeka, Eny juga menjelaskan untuk mewujudkan anak yang berkarakter religius juga dilakukan pewajiban ekstrakurikuler membaca Alquran dan target hafalan surat pendek dan doa-doa.

Baca Juga: Terungkap! Ada Bukti Guru Paksa Siswi Berjilbab di SMAN 1 Banguntapan

“Supaya karakter anak terbentuk kami punya target hafalan itu,” katanya.

Terkait bantahan tersebut, wali murid yang meminta identitasnya dirahasikan menyatakan, ia mendengar sendiri sosialisasi dari otoritas sekolah soal kewajiban jilbab untuk siswi muslim. Sayangnya kata dia, tidak ada dokumen berupa surat edaran soal pewajiban itu, melainkan hanya lewat sosialisasi lisan.

“Karena sosialisasinya lisan, jadi yang saya dengar pewajiban itu dijelaskan langsung tak ada surat edaran atau apapun,” jelas wali murid tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Seorang wali murid SDN Blunyahrejo bercerita di SD negeri itu ada aturan yang mewajibkan siswinya untuk berjilbab. Anaknya menjadi salah satu yang diwajibkan berjilbab sejak mendaftar di sekolah itu.

Baca Juga: Hadeh, SMAN 4 Jogja Juga Bikin Aturan Paksaan Berjilbab untuk Siswi

Wali murid yang meminta namanya untuk dirahasiakan itu disampaikan otoritas sekolah saat sosialisasi wali murid saat dinyatakan diterima di sekolah negeri tersebut.

“Saat sosialisasi itu saya sempat tanya atas dasar apa pewajiban jilbab ini, karena SDN Blunyahrejo bukan sekolah keagamaan tertentu,” jelas wali murid tersebut, Jumat (5/8/2022) siang.

Atas pertanyaan itu dijawab oleh pihak sekolah bahwa aturan tersebut mengacu pada kebijakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jogja.

“Saat sosialisasi kedua terkait kurikulum pembelajaran, saya mau tanya langsung ke Kepala Sekolah karena dalam sosialisasi pertama disebut untuk lebih jelasnya bisa tanya ke Kepala Sekolah,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Dia Penyebab Pemaksaan Jilbab di Sekolah DIY Menurut Ombudsman

Namun, pada sosialisasi kedua ini, kepala SDN Blunyahrejo tidak hadir dalam kegiatan itu karena sakit.

Lantaran tidak bisa bertanya kepada siapa pun, wali murid itu dengan terpaksa anaknya mengenak jilbab ke sekolah.

“Karena sudah diwajibkan sejak awal, ya sudah terpaksa ikut itu,” ujar dia.

Ketika anaknya tidak mengenakan jilbab, wali murid itu mengaku merasa kasihan. Ketakutannya, nanti anaknya berbeda sendiri.

“Nanti takutnya dia merasa berbeda sendiri di sekolahan, malah rentan dapat bullying nanti,” kata dia.

Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul Kepala SDN Blunyahrejo Bantah Ada Kewajiban Jilbab di Sekolahnya



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita
Part of Solopos.com
Punya akun? Silahkan login
Daftar sekarang...
Support - FaQ
Privacy Policy
Tentang Kami
Kontak Kami
Night Mode