[x] close
Aglomerasi Soloraya Harus Awasi Penumpukan Penumpang
Solopos.com|news

Aglomerasi Soloraya Harus Awasi Penumpukan Penumpang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta para kepala daerah di wilayah aglomerasi memetakan daerahnya.

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, meminta para kepala daerah di wilayah aglomerasi memetakan daerahnya. Daerah aglomerasi berpotensi terjadi penumpukan penumpang kendaraan umum untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19.

Mengutip Antara, Jumat (14/5/2021), Menhub sebut hal ini setelah melihat di Pelabuhan Kali Adem dan Stasiun Manggarai yang terjadi penumpukan penumpang.

Wilayah aglomerasi adalah kawasan perkotaan atau kabupaten yang saling terhubung dalam kesatuan wilayah. Budi mengatakan di Indonesia ada delapan wilayah aglomerasi.

Baca Juga : Kerusuhan Solo Mei 1998, Potret Sejarah Kelam Soloraya

Pertama adalah Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo; Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek); Bandungraya. Berikutnya Aglomerasi Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, dan Purwodadi.

Wilayah aglomerasi lain yakni Yogyakarta Raya; Soloraya; Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, dan Sidoarjo, dan Lamongan (Gerbangkertosusila); dan terakhir Makassar, Sungguminasa, Takalar, dan Maros.

Menhub di Stasiun Manggarai, Jakarta, menegaskan Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, dan Stasiun Manggarai terdapat penumpukan penumpang sehingga tidak mengindahkan protokol kesehatan (prokes).

Tambah Rapid Test

Menhub mengatakan di Pelabuhan Kali Adem tercatat ada 1.676 orang berlayar ke Pulau Seribu. Jumlah itu sangat besar, sehingga terjadi penumpukan penumpang dan tidak dilakukan jaga jarak.

"Saya sudah sampaikan ke Pak Doni [Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo] minta ditambah fasilitas rapid test antigen dan petugas. Pergerakan penumpang kapal ini harus dilakukan dengan pengelolaan lebih baik," katanya.

Sementara di Stasiun Manggarai, Budi Karya juga kecewa karena penumpang kereta komuter dalam satu gerbong cukup padat bahkan hingga diisi lebih dari 70 orang per gerbong.

Baca Juga : Gunung Merapi 3 Kali Gugurkan Lava Pijar Sejauh 1.400 Meter

Menurut catatan, dalam 3 hari-4 hari terakhir ini tercatat lebih 200.000 penumpang tiap hari dan pada Sabtu dan Minggu diperkirakan mencapai puncaknya sebanyak 300.000-400.000 penumpang. "Saya perintahkan PT KCI lebih profesional dalam mengelola penumpang kereta komuter dan sudah harus ada perbaikan," katanya.

 

 


Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago