top ear
Ilustrasi Pendidikan SMP (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi Pendidikan SMP (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Kendala Belajar di Rumah Siswa Klaten: Sinyal Jelek Hingga Tak Punya Ponsel

Beberapa siswa Klaten memiliki kendala saat belajar di rumah, salah satunya karena sinyal jelek.
Diterbitkan Jumat, 10/04/2020 - 22:00 WIB
oleh Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso
2 menit baca

Solopos.com, KLATEN – Pandemi corona membuat kegiatan belajar mengajar di Indonesia dialihkan di rumah masing-masing. Namun, belajar di rumah juga ada kendalanya termasuk yang dialami oleh siswa-siswa di Kabupaten Klaten.

Kepala SMPN 2 Karangnongko, Klaten, Anik Ariastuti, mengatakan belajar di rumah digelar secara online atau daring. Ani menyebut mayoritas siswa di sekolahnya memiliki ponsel sendiri atau pinjam kerabatnya untuk mengikuti pembelajaran daring. Namun, dari total 510 siswa ada satu siswa yang dipinjami ponsel oleh wali kelas.

“Ada satu siswa kelas 9 yang benar-benar tidak punya ponsel. Akhirnya wali kelas meminjami ponsel agar bisa ikut pembelajaran dari rumah dan setiap hari dikontrol,” jelas dia.

PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Dilarang Kecuali Belanja Sembako

Kendala utama siswa di sekolahnya mengikuti pembelajaran daring yakni sinyal ponsel. Kondisi itu terutama dialami para siswa yang tinggal di wilayah Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang salah satu daerah lereng Merapi. Mayoritas siswa dari desa tersebut merupakan siswa kelas 9.

“Kami sarankan mencari tempat-tempat yang aman dan sinyalnya kuat namun tetap mematuhi protokol pencegahan persebaran Covid-19. Seperti saat ikut tes pemetaan kompetensi kemarin [Rabu, 8/4/2020], siswa kami sarankan turun gunung menumpang di rumah teman yang sinyalnya bagus. Guru tetap mengontrol kondisi mereka setiap hari,” urai dia.

Grobogan Sudah Kemasukan 15.559 Pemudik

Anik mengatakan belajar di rumah secara daring di SMPN 2 Karangnongko Klaten ini dilakukan melalui grup aplikasi perpesan masing-masing kelas. Hanya dua mata pelajaran yang digulirkan setiap hari. Sepekan bergulir, sistem pembelajaran mulai memanfaatkan layanan google form dan quipper school.

“Sepekan pertama itu tugas difoto dan video. Sepekan berjalan guru curhat kesulitan memilah tugas. Akhirnya ada solusi memanfaatkan google form dan quipper school. Setiap hari ada laporan dari hasil pembelajaran daring,” jelas dia.

Anik mengatakan masing-masing guru sudah diminta tak hanya memberikan tugas kepada siswa. Hal itu dimaksudkan agar siswa tak terlalu dibebani dengan tugas-tugas pelajaran. “Ada tugas-tugas yang anak-anak itu seperti memberikan solusi,” urai dia.

Perawat RSUP Kariadi Semarang Meninggal Gegara Covid-19

Diperpanjang

Di sisi lain, Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten memperpanjang masa belajar di rumah untuk siswa dari tingkat PAUD hingga SMP sampai akhir April 2020. Perpanjangan masa belajar itu dilakukan untuk mencegah persebaran virus corona atau Covid-19.

“Dari hasil konsultasi, kegiatan belajar di rumah diperpanjang sampai 30 April 2020. Ini disamakan dengan kebijakan Provinsi Jawa Tengah. Sehingga untuk kegiatan pembelajaran secara daring atau online tetap berjalan,” kata Kepala Disdik Klaten, Wardani Sugiyanto.

Banner SBBI
Editor : Profile Ahmad Baihaqi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini