top ear
Ilustrasi saraf terjepit pada pergelangan tangan. (Hellosehat.com)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi saraf terjepit pada pergelangan tangan. (Hellosehat.com)

Kenali Jepitan Saraf pada Pergelangan Tangan

Jepitan saraf pada pergelangan tangan atau carpal tunnel syndrome merupakan penyakit saraf yang cukup sering terjadi.
Diterbitkan Senin, 16/11/2020 - 19:00 WIB
oleh Solopos.com/BC
2 menit baca

Solopos.com, SOLO — Anda sering merasa kesemutan, kebas (tebal) dan nyeri pada jari tangan pertama hingga setengah jari keempat? Atau bahkan merasa nyeri hingga siku? Berhati-hatilah. Bisa jadi Anda mengalami jepitan saraf pada pergelangan tangan.

Kurangnya informasi mengenai penyakit saraf ini membuat banyak pasien berkonsultasi ke dokter dengan gejala yang sudah kronis.

Menurut dokter Ervina Arta Jayanti Hutabarat, Sp.N, jepitan saraf pada pergelangan tangan atau carpal tunnel syndrome merupakan penyakit saraf yang cukup sering terjadi. Yaitu dengan kejadian 276 per 100.000 populasi.

Sebaiknya Dihindari, Ini Dampak Negatif Memakai Kaus Kaki Sempit

Dokter spesialis neurologi (syaraf) yang berpraktik di Rumah Sakit (RS) Triharsi Solo ini menuturkan perempuan lebih sering terkena penyakit ini, yaitu 9,2% sedangkan laki-laki 6%.

“Itu karena pergelangan tangan perempuan secara anatomi memang lebih kecil dibandingkan laki-laki,” ujar dr. Ervina.

Gejala kesemutan, kebas, dan nyeri ini terasa lebih berat saat malam hari. Apabila penyakit ini berlanjut menyebabkan pengecilan otot (atrofi) pada telapak tangan. Sehingga penderita mengalami penurunan kekuatan motorik pada tangan.

Penyakit ini terjadi akibat jepitan saraf yaitu saraf medianus pada terowongan karpal yang berada pada pergelangan tangan. Tertekannya pergelangan tangan akibat penggunaan berulang dapat menyebabkan pembengkakan pada terowongan.

dr. Ervina Arta Jayanti Hutabarat, Sp.N, dokter di RS Triharsi Solo. (Istimewa)

Jangan Lupa Dibersihkan, Benda-Benda Kecil ini Bisa Jadi Sarang Kuman di Rumah

Periksakan Segera

Individu yang sering bekerja menggunakan pergelangan tangan dan jari-jari secara berulang-ulang dalam jangka panjang memiliki risiko tinggi terkena penyakit ini. Dokter Ervina mengatakan hal lain yang bisa memicu penyakit ini, kata dokter Ervina, antara lain diabetes mellitus, penyakit tiroid, tumor pergelangan tangan. Termasuk juga rematik pada pergelangan tangan, dan kehamilan.

Apabila sudah telanjur memiliki gejala, sebaiknya segera memeriksakan diri ke spesialis saraf (neurologi). Dengan pengobatan sesegera mungkin, dapat menghindari progresifitas penyakit dan mencegah komplikasi.

Mengenal Cemas Sosial alias Demam Panggung dan Cara Mengatasinya

Bila jepitan saraf yang terjadi sudah menyebabkan pengecilan otot tangan dan tidak ada perbaikan dengan pengobatan, maka dianjurkan dilakukan operasi. Selain itu penggunaan pergelangan tangan dengan gerakan berulang juga dibatasi. Salah satunya dengan menggunakan wrist splint atau decker.

Untuk lebih jelas mengenai penyakit ini bisa datang ke RS Triharsi Solo, Jl. Monginsidi No. 82, Solo, telepon 0271-656903, 646061, WhatsApp 0852 8000 7000. Atau kunjungi Facebook: RS Triharsi Surakarta, Instagram: RSU Triharsi Surakarta, dan Twitter: RS Triharsi

 


Editor : Profile Arif Fajar Setiadi
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini