Kenali Dampak Overthinking Seperti Dialami Prilly Latuconsina

Menurut Psychology Today, ada dua hal yang menjadikan seseorang overthinking.
Kenali Dampak Overthinking Seperti Dialami Prilly Latuconsina
SOLOPOS.COM - Prilly Latuconsina (Instagram @prillylatuconsina96)

Solopos.com, SOLO-Belum lama ini , Prilly Latuconsina mengaku pernah mengalami tidak tidur dua hari lantaran overthinking. Namun ketika ada warganet bertanya bagaimana cara mengatasinya, pemeran I Love You Silly ini tidak bisa memberikan solusi.

Hanya, saat mengalami overthinking, Prilly Latuconsina mengaku pergi ke psikiater dan art therapy-nya. Ya, jika tak diatasi bisa berdampak buruk terhadap kesehatan tubuh.

Sebagian besar orang pasti pernah mengalami overthinking. Menurut Psychology Today, ada dua hal yang menjadikan seseorang overthinking, yakni terlalu memikirkan atau merenungkan dan kecemasan.

Baca Juga: Wuih Keren! BTS Kembali Tampil di Markas PBB

Overthinking yang berlangsung dalam jangka yang panjang dapat memicu dampak negatif untuk kesehatan tubuh dan mental. Ini dampaknya seperti dikutip dari halodoc pada Selasa (21/9/2021):

1. Memengaruhi Kinerja Otak

Salah satu organ tubuh yang paling berdampak akibat overthinking dan stres, yaitu otak. Stres cenderung berdampak pada kesehatan otak. Kortisol bisa merusak dan membunuh sel-sel otak pada hipokampus.

Overthinking yang kronis dapat mengubah fungsi otak dengan mengubah struktur dan konektivitasnya. Stres kronis bisa menyebabkan masalah mental, seperti gangguan kecemasan dan gangguan mood.

Hal ini dapat memengaruhi kualitas hidupmu apabila dibiarkan begitu saja. Jika kamu sering overthinking, coba bicarakan dengan psikolog melalui aplikasi Halodoc yang akan membantumu kapan saja dan di mana saja.

2. Memengaruhi Sistem Pencernaan

Terlalu banyak berpikir bisa menyebabkan stres, yang pada akhirnya memengaruhi sistem pencernaan. Paparan stres menyebabkan masalah pencernaan, seperti penyakit radang usus, sindrom iritasi usus besar, perubahan motilitas saluran cerna dan sekresi lambung, peningkatan permeabilitas usus dan perubahan mikrobiota usus.

3. Fungsi Jantung Terganggu

Overthinking dan khawatir berlebihan bisa membahayakan kesehatan kardiovaskular. Sakit dada, takikardia, pusing, merupakan beberapa masalah yang bisa muncul akibat overthinking. Faktor risiko seperti depresi, penyalahgunaan zat dan kesulitan tidur yang berkaitan dengan kekhawatiran kronis juga bisa memperparah masalah.

Baca Juga: Sophia Latjuba Pamer Warna Baru Rambut, Warganet Salah Fokus ke Kalung

4. Merusak Kesehatan Kulit

Kecemasan, stres, dan overthinking yang terus-menerus bisa memengaruhi kesehatan kulit. Stres emosional yang disebabkan oleh overthinking bisa memengaruhi atau memperburuk sejumlah gangguan kulit seperti psoriasis, dermatitis atopik, pruritus, alopecia, areata, dan dermatitis seboroik.

Stres menyebabkan peradangan pada tubuh yang menyebabkan flare-up pada kulit. Sistem kompleks kulit yang saling berhubungan, sistem endokrin, dan sistem kekebalan tubuh dipengaruhi oleh stres kronis yang memperburuk penyakit kulit.

5. Menekan Sistem Kekebalan Tubuh

Pernahkah kamu menyadari bahwa saat stres atau cemas jadi sering jatuh sakit? Hal ini karena stres menyebabkan pelepasan kortisol dalam tubuh, yang pada akhirnya melemahkan sistem kekebalan tubuh. Ketika pertahanan alami tubuh ditekan, hal itu menjadi lebih rentan terhadap infeksi penyakit.

6. Risiko Kanker Meningkat

Berpikir berlebihan menyebabkan stres dan aktivitas konstan sumbu hipotalamus hipofisis adrenal merusak respons imun, yang menyebabkan kanker tertentu berkembang terus-menerus.

Baca Juga: Waduh! Minum Jus Buah Manis Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Menyadari bahwa kamu sedang overthinking dan menyadari apa yang sedang terjadi adalah langkah pertama untuk mengelola berpikir berlebihan. Salah satu cara untuk menyadarinya adalah jika kamu memiliki lebih dari tiga masalah yang sedang dipikirkan dan selalu bergumul dengan “bagaimana jika”.

Jika kamu ingin mengalihkan perhatian dan masuk ke tubuh secara fisik untuk membebaskan sistem kognitif, cobalah untuk melakukan aktivitas yang membuat kamu sibuk, misalnya olahraga.  Mempraktikkan pernapasan diafragma atau pernapasan perut, bisa membantu menurunkan detak jantung, memperlambat pernapasan dan berhubungan dengan tubuh. Hal ini pada gilirannya menjernihkan pikiran kamu.

 

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago