KENAIKAN HARGA BBM : Polisi Tahan 2 Demonstran Jakarta

Selasa, 18 Juni 2013 - 05:04 WIB Penulis: Jibi Solopos Antara Editor: Rahmat Wibisono | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis Demonstran melempari barikade polisi dalam unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jakarta, Senin (17/6/2013) malam.

Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis
Demonstran melempari barikade polisi dalam unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jakarta, Senin (17/6/2013) malam.

JAKARTA — Kepolisian  Daerah Metro Jaya mengaku menahan dua demonstran yang terlibat dalam unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Senin (17/6/2013). “Dua orang diamankan,” aku Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (18/6/2013).

Rikwanto tidak menyebutkan identitas maupun asal demonstran yang ditangkapnya itu. Namun dipastikannya polisi menjerat mereka dengan dugaan perbuatan anarkistis dan memprovokasi aparat yang mengamankan aksi unjuk rasa.

Terkait dengan kemungkinan adanya rencana aksi susulan setelah Sidang Paripurna DPR, Senin malam, menyetujui penghapusan subsidi BBM dari APBN Perubahan, Rikwanto mengaku belum menerima informasi semacam itu. “Belum ada pemberitahuan soal rencana demo besok [Selasa],” ujar Rikwanto.

Sebelumnya, sejak Senin pagi, sejumlah elemen mahasiswa dan buruh berunjuk rasa menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi di pelbagai wilayah Indonesia. Di sejumlah kota, polisi membubarkan paksa massa pengunjuk rasa karena belum membubarkan diri meskipun batas waktu unjuk rasa, pukul 18.00, terlewati.

Di Jakarta, polisi mengerahkan kendaraan taktis Barracuda dengan water cannon, serta menembakkan senjata gas air mata sebagai ikhtiar membubarkan demonstrasi tersebut. Demonstran melawan dengan melemparkan batu dan molotov cocktail. Demonstran baru mengakhiri perlawanan di Jl Salemba dan seputaran Kampus Univeritas Kristen Indonesia (UKI) Cawang menjelang tengah malam, atau sekitar enam jam setelah polisi berusaha menegakkan peraturan tentang batas waktu melakukan unjuk rasa.

 

 

 

 

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE bisnis Tarif Tetap Rp8.000, Cek Jadwal KRL Commuterline Solo-Jogja Hari Ini 5 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Prakiraan Cuaca Klaten Hari Kamis Ini: Cerah Berawan 07.00 WIB-10.00 WIB 22 menit yang lalu

HEADLINE news Nenek-Nenek Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Sukabumi 57 menit yang lalu

HEADLINE news 12 Mahasiswa Tersangkut Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa Rp22,3 Miliar 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Disbudpar Solo Ajak Pengelola RS Tangkap Peluang Wellness dan Medical Tourism 2 jam yang lalu

HEADLINE news Pengacara Klaim Ferdy Sambo dan Istri Taat Hukum, Ini Alasannya 4 jam yang lalu

HEADLINE jatim Kampus Unesa di Magetan Mulai Dibangun, Tahun Depan Terima Mahasiswa Baru 4 jam yang lalu

HEADLINE news Video Viral, Puan Suntuk karena Pengawal Ikut Bagikan Kaus 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Komandan Grup Paspampres Gantikan Achiruddin Jadi Danrem 074/Warastratama Solo 5 jam yang lalu

HEADLINE news Tak Ada Unsur Pidana, Penyidikan Kasus Kematian Mahasiswi Unej Bakal Dihentikan 5 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Sambut Sobat Fest, 96 Kerai Bambu Mural Batik Hiasi Pagar Mangkunegaran Solo 5 jam yang lalu

HEADLINE lifestyle Begini Cara Mempersiapkan Keuangan untuk Menghadapi Resesi Global 5 jam yang lalu

HEADLINE foto Latihan Persis Solo Jelang Hadapi Tim Papan Atas PSM Makassar di Liga 1 5 jam yang lalu

HEADLINE sport Barito Putera vs Persik Kediri: Kans Pahabol Perkuat Macan Putih Fifty-Fifty 5 jam yang lalu

HEADLINE jateng Driver Ojol Semarang Dikeroyok saat Antre BBM di SPBU Dapat Donasi Rp43 Juta 6 jam yang lalu