Kemenkeu Blokir Sementara Rp39,71 Triliun Belanja K/L, Kenapa ?

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata memblokir sementara anggaran belanja kementerian dan lembaga (K/L) senilai Rp39,71 triliun.
SHARE
Kemenkeu Blokir Sementara Rp39,71 Triliun Belanja K/L, Kenapa ?
SOLOPOS.COM - Ilustrasi uang tunai rupiah. (Freepik.com)

Solopos.com, JAKARTA — Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata memblokir sementara anggaran belanja kementerian dan lembaga (K/L) senilai Rp39,71 triliun.

Pemblokiran ini dilakukan dalam rangka penerapan kebijakan ‘automatic adjustment’ atau penyesuaian otomatis untuk menggantikan kebijakan rofocusing anggaran yang membuat Kementerian dan Lembaga tidak dapat bekerja dengan baik di tahun sebelumnya.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

“Tahun ini kita minta setiap Kementerian dan Lembaga untuk memilih program yang paling tidak prioritas sehingga bisa menyisihkan 5 persen dari anggaran mereka untuk tidak disalurkan terburu-buru,” kata Isa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR seperti dilansir Antara di Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga: Kemenkes Bayar Klaim & Tunggakan ke RS Rp5,6 T

Anggaran tersebut baru dapat digunakan saat pemerintah merasa tidak akan melakukan refocusing dan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mengatasi pandemi Covid-19 ataupun kebutuhan mendesak lain selepas semester I 2022.

Menurutnya, kebijakan ini diambil setelah pada tahun lalu pemerintah baru melakukan refocusing dan realokasi anggaran, dengan mengurangi anggaran beberapa Kementerian dan Lembaga, ketika perekonomian telah kembali terdampak oleh lonjakan kasus Covid-19 akibat penyebaran varian delta.

Baca Juga: Kemenkeu Perpanjang Insentif PPh Nakes dan Pajak Alkes hingga Juni 2022

Kebijakan ‘automatic adjustment’ pun telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2021 tentang APBN Tahun Anggaran 2022, tepatnya pada pasal 28 ayat 2.

Anggaran yang disisihkan oleh setiap Kementerian dan Lembaga untuk kebijakan ini tetap dapat digunakan, tetapi nanti, saat pemerintah melalui Kementerian Keuangan mengatakan tidak akan melakukan refocusing dan realokasi selepas semester I 2022.

“Anggaran ini tetap ada di Kementerian dan Lembaga, tapi di semester I 2022 ini belum bisa dimanfaatkan oleh mereka. Nanti kita akan rilis apabila kita cukup percaya diri bahwa kita bisa mengendalikan pandemi dan kebutuhan pemulihan ekonomi nasional sampai akhir tahun,” ucapnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago