top ear
Kembul Bujono warga Kelurahan Jebres, Solo, Jumat (22/11/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
  • SOLOPOS.COM
    Kembul Bujono warga Kelurahan Jebres, Solo, Jumat (22/11/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

Kembul Bujono Sega Liwet Ungkapan Syukur Warga Jebres Solo

Berita Kota Solo kali ini tentang budaya kembul bujono.
Diterbitkan Sabtu, 23/11/2019 - 20:00 WIB
oleh Solopos.com/Wahyu Prakoso
2 menit baca

Solopos.com, SOLO – Seribuan orang datang menghadiri acara Kembul Bujono di halaman Kantor Pemerintahan Kecamatan Jebres, Solo, Jumat (22/11/2019) pagi. Kembul Bujono yang dimaksud merupakan sarapan bareng.

Sejumlah meja ditata rapi pada sisi utara halaman untuk menampung menu makanan. Menu yang disajikan berupa nasi liwet yang merupakan kuliner khas warga Solo, Jawa Tengah. Telur rebus hingga ayam kampung menjadi lauk istimewa pada kuliner khas tersebut.

Warga datang berbondong-bondong mengantre untuk mendapatkan satu pincuk nasi liwet beserta teh manis. Mereka yang telah mendapatkan jatah pincuk nasi liwet duduk di area halaman. Tradisi ini menjadi ajang silaturahmi warga Kecamatan Jebres.

Seporsi nasi liwet yang disajikan terasa sangat nikmat. Nasi hangat nan pulen disiram sayur labu siam yang berasa pedas dan gurih amat menggugah selera makan. Suwiran opor ayam yang legit dan setengah potong telur ayam menambah kenikmatan menyantap sega liwet. Tiga cabai rawit ditambahkan bagi mereka yang doyan pedas.

Camat Jebres, Agung Riyadi, menjelaskan, Kembul Bujono merupakan rangkaian kegiatan Srawung Budaya. Sarapan bersama merupakan wujud syukur warga Kecamatan Jebres pada akhir tahun karena 11 kelurahan telah melakukan rangkaian kegiatan budaya, pemerintahan, dan kegiatan bermasyarakat.

“Racikan sega liwet, santen, ayam, telur, dan sayur, dinikmati bersama sebagai wujud kebhinekaan Kecamatan Jebres. Srawung itu menyatukan yang berbeda-beda,” katanya kepada Solopos.com.

Agung Riyadi menambahkan, Srawung Budaya ini rutin digelar setiap tahun. Pihaknya ingin menjadikan Kembul Bujono sebagai salah satu bagian Srawung Budaya sebagai ciri khas Kecamatan Jebres.

“Srawung Budaya ini rutin dilakukan setiap tahun. Ini merupakan srawung budaya kali kelima. Kami ingin kegiatan sarapan bareng menjadi ciri khas Kecamatan Jebres,” ujarnya.

Rangkaian Srawung Budaya dilanjutkan pada malam hari dengan penampilan potensi budaya dari delapan kelurahan. Tiga kelurahan sisanya akan tampil pada Sabtu (23/11/2019) malam, bersama pergelaran ketoprak Geger Pecinan yang telah memenangi Festival Ketoprak Kota Solo 2019 sebagai puncak Srawung Budaya.

Lurah Jagalan, Nanang Herry Triwibowo, mengapresiasi kegiatan Kembul Bujono Sega Liwet karena menjadi sarana mengakrabkan warga di 11 kelurahan di Kecamatan Jebres. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi budaya setiap tahun dan lebih meriah.

“Masing-masing kelurahan kasih stimulan 100 pincuk. Ada pengobatan dari Puskesmas dan perpustakaan keliling. Kegiatan ini sangat positif untuk meningkatkan semangat gotong royong,” ujarnya.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini