top ear
Pelajar SMP berboncengan naik sepeda motor tertabrak bus Agra Mas di simpang empat Begajah, Sukoharjo, Jumat (19/2/2021). (Instagram @infocegatansukoharjo)
  • SOLOPOS.COM
    Pelajar SMP berboncengan naik sepeda motor tertabrak bus Agra Mas di simpang empat Begajah, Sukoharjo, Jumat (19/2/2021). (Instagram @infocegatansukoharjo)

Keluarga Korban Laka Bus Agra Mas Tunggu Situasi Tenang Bahas Nasib Motor Pinjaman

Keluarga Deviana, 16, korban kecelakaan sepeda motor vs bus Agra Mas beberapa waktu lalu, belum membahas soal penggantian motor pinjaman yang ringsek dalam kecealaan tersebut.
Diterbitkan Rabu, 24/02/2021 - 10:18 WIB
oleh Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani
2 menit baca

Solopos.com, SUKOHARJO-- Nasib motor Honda Beat yang ringsek ditabrak bus Agra Mas dalam kecelakaan lalu lintas di simpang empat Begajah Sukoharjo pada, Jumat (19/2/2021), masih belum jelas.

Dalam insiden tersebut, korbannya adalah Deviana, 16. Ia meninggal dunia ditabrak bus Agra Mas saat memboncengkan Anggi Wulandari, 16, dengan menggunakan motor pinjaman. Sebelumnya sempat viral keluarga Deviana kebingungan jika mengganti motor pinjaman tersebut.

Paman Deviana, Saeran Agung Darmanto, mengatakan pembahasan nasib sepeda motor masih akan dibahas setelah suasana tenang.

"Ibunya masih belum tenang. Nanti untuk motor akan dibahas bareng dengan pihak bus Agra Mas, pemilik motor dan keluarga kami," katanya kepada Solopos.com, Rabu (24/2/2021).

Saeran mengakui jika kondisi keluarga korban bukan warga mampu. Ayah Deviana adalah pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan ayam goreng di Nguter, Sukoharjo. Dagangan ini baru dirintis sekitar dua bulan lalu. Sebelumnya ayah korban bekerja sebagai sopir namun mengalami kecelakaan lalu lintas hingga akhirnya menganggur cukup lama.

Sementara ibunya seorang buruh pabrik. Dengan kondisi ini keluarga kebingungan akan nasib motor pinjaman tersebut. "Motor itu kan dipinjam dari saudara Anggi. Saat itu memang bapaknya tidak enak badan. Sementara Deviana harus ke sekolah untuk mengumpulkan tugas dan pulang dari sana terjadi kecelakaan," kata dia.

Dapat Santunan

Dia juga mengatakan keluarga telah menerima santunan kematian dari PT Jasa Raharja senilai Rp50 juta. Santunan kematian diserahkan pihak Jasa Raharja kepada orangtua Deviana pada Senin (22/2/2021).

Baca juga: Keluarga Pelajar SMP Yang Meninggal Dihantam Bus Di Sukoharjo Dapat Santunan Rp50 Juta

Sebagaimana diketahui Deviana menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Simpang Empat Begajah, Kecamatan Sukoharjo. Siswi SMPN 4 Sukoharjo ini menderita luka parah hingga akhirnya meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Ir Soekarno. Deviana dihantam Bus Agra Mas Jurusan Wonogiri-Bogor saat memboncengkan temannya, Anggi Wulandari.

Saat kejadian, Deviana memboncengkan Anggi dengan sepeda motor Honda Beat berpelat nomor AD 6958 LK. Mereka melaju dari arah barat menuju timur.

Setiba di lokasi kejadian, muncul Bus Agra Mas berpelat nomor B 7299 IW melaju dengan kecepatan tinggi dari arah selatan menuju utara. Namun sesampainya di lokasi kejadian, bus jurusan Wonogiri - Bogor itu ngeblong lampu merah. Nahas dari arah barat melaju sepeda motor dikendarai pelajar SMP 4 Sukoharjo hendak nyeberang ke arah timur. Hingga akhirnya sepeda motor ini dihantam bus dan terseret kurang lebih satu meter.

Baca juga: Hindari Pemotor Ngeblong Lampu Merah, Bus Tabrak Pagar Kantor Pemkab Sukoharjo 

Korban diketahui seorang pelajar dan belum memiliki SIM C dan belum cukup umur mengendari sepeda motor.


Editor : Profile Kaled Hasby Ashshidiqy
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya