Keluarga di Sragen Siapkan Rumah untuk Alviano, Bocah Yatim Piatu Gegara Covid-19

Keluarga di Sragen menyiapkan rumah untuk Alviano, bocah yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal karena Covid-19 di Kaltim.
Keluarga di Sragen Siapkan Rumah untuk Alviano, Bocah Yatim Piatu Gegara Covid-19
SOLOPOS.COM - Rumah yang dihuni pasangan Mitro Kiman dan Panikem itu akan diwariskan kepada Alviano di Dukuh Bayanan, Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen, Sabtu (24/7/2021). (Tri Rahayu/Solopos)

Solopos.com, SRAGEN–Rumah berukuran 11,5 meter x 17 meter di Dukuh Bayanan RT 014, Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen, dihuni oleh pasangan Mitro Kiman dan Panikem. Kedua pasangan pralansia itu memiliki dua orang anak, yakni Sumini, 38, dan Kino Raharjo (almarhum).

Putri sulungnya, Sumini, memiliki rumah di sebelahnya dan menikah dengan Joko Widodo. Sementara almarhum Kino Raharjo menikahi perempuan asal Gringging, Sambungmacan, Lina Safitri (almarhumah).

Dari pernikahan Kino dan Lina lahir anak laki-laki bernama Alviano Dafa Raharjo. Di lingkungan keluarga Bayanan, Alviano biasa disapa Alvin oleh kakek-neneknya.

Baca Juga: Ortu Meninggal karena Covid-19, Bocah Yatim Piatu di Kaltim akan Dibantu Dinsos Sragen

Suasana duka masih terasa di rumah Panikem. Beberapa lipat tikar masih terlihat di ruang tamu yang cukup luas. Tikar-tikar itu biasanya digunakan untuk yasinan setiap malam untuk mendoakan alamarhum Kino Raharjo dan almarhumah Lina Safitri. Lina meninggal lebih dulu pada Senin (19/7/2021) dan disusul suaminya ikut meninggal pada Selasa (20/7/2021) yang diduga karena sakit Covid-19.

“Malam nanti genap peringatan tujuh hari meninggalnya anak laki-laki saya, Kino. Sekalian selamatan juga untuk meninggalnya anak perempuan saya, Lina. Kami kehilangan sepasang anak dalam dua hari. Bahkan di waktu yang tidak lama, ada enam warga di satu RT ini yang juga meninggal dunia,” ucap Panikem saat berbincang dengan Solopos.com di kediamanannya, Bayanan, Jambeyan, Sambirejo, Sragen, Sabtu (24/7/2021).

Panikem berkisah, Kino dan Lina merantau jualan cilok dan es di Kalimantan Timur sejak 9 tahun lalu. Ia menyampaikan kala itu usia Alvin baru hampir setahun saat diajak merantau. Setelah empat tahun merantau sempat pulang ke Bayanan.

Baca Juga: Misteri Warga Newung Hilang Saat Cari Pasir Bengawan Solo

“Rumah ini juga yang membangun Kino. Memang rumah ini diwariskan ke Kino dan keluarganya. Karena kedua anak saya sudah meninggal maka warisnya ya jatuh ke cucu saya, Alvin. Sesuai keinginan si Alvin sendiri rumah jangan diplester atau dikeramik karena biar bapaknya yang memperbaikinya,” ujar Panikem.

Panikem sangat terpukul saat mendengar almarhumah Lina meninggal karena dalam kondisi mengandung dengan usia kandungan lima bulan. Panikem berharap saat lahir bisa pulang ke Sragen dan biarlah Kino yang merantau. Sebelum meninggal, Panikem mendapat cerita dari putra mantunya, Joko Widodo, yang sempat dihubungi Kino.

“Kino ternyata sudah menitipkan Alvin kepada pakdenya [Joko Widodo] supaya diasuh. Kino juga berpesan kepada adik saya [bibinya Kino] dan menitipkan saya dan mbah kakung [Mitro Kiman],” katanya didampingi Sumini.

Baca Juga: Tugu Bola, Ikon Baru Desa Sambi Sragen dan Jadi Simbol Pemersatu Warga

Ingin Alvin Segera Dibawa ke Sragen

Panikem menyampaikan Kino dan keluarga merantau ke Kalimantan Timur itu bersama kakak-kakaknya yang juga para pakde Alvin. Kino sering menghubungi Panikem dan bercerita tentang kehidupannya di Kalimantan Timur.

Panikem juga bercerita sejak lulus dari SMKN 1 Sambirejo sudah ingin merantau ke luar negeri tetapi tak diizinkan Panikem. Tetapi Panikem mengizinkan saat merantau ke Kalimantan dengan saudaranya. “Alvin di Kalimantan itu sama pakde-pakdenya. Alvin juga sudah diajak berziarah ke makan kedua orang tuanya,” ujarnya.

Kakak kandung Kino, Sumini, mendapat kabar meninggalnya Lina pada Senin pukul 08.00 WIB. Kemudian kabar meninggalnya Kino diterima Sumini pada Selasa dinihari, pukul 03.30 WIB.

“Kino menitipkan Alvin ke suami saya lewat telepon itu pada Senin. Kino sempat sharing dengan saya saat mau masuk KWS karena awalnya minder,” ujarnya.

Baca Juga: Yang Ditunggu-tunggu, BST Mei-Juni 2021 untuk 30.806 Keluarga di Sragen Segera Cair

Sumini menginginkan Alvin segera dijemput dan bisa tinggal di Sragen. Namun, Sumini menyadari dalam situasi pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat tidak memungkinkan untuk menjemput.

Apalagi Sumini juga mengetahui bila Alvin masih menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Kutai Barat sampai 25 Juli 2021 besok. “Rumah pakdenya itu hanya bersebelahan di Kutai Barat itu. Jadi di sana yang mengurus pakde-pakdenya,” ujar Sumini.

Sementara itu, perwakilan Kumpulan Wong Sragen (KWS) Sugiyono menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya pasangan Kino dan Lina kepada keluarganya di Bayanan. Sugiyono yang juga pendiri KWS itu menyampaikan bila Kino anggota KWS yang ada di Kutai Barat.

“Kami atas nama KWS menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Mas Kino dan istrinya. Semoga keluarga diberi kesabaran,” ujarnya.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago