Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kelompok Wanita Tani di Banjarsari Solo Sukses Berbisnis Sayur Organik

Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur di Kelurahan Joglo, Banjarsari, Solo, menjadi salah satu kelompok tani yang sukses berbisnis sayuran organik.
SHARE
Kelompok Wanita Tani di Banjarsari Solo Sukses Berbisnis Sayur Organik
SOLOPOS.COM - Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur RW 05, Joglo, Banjarsari, Solo, memanen bawang di lahan pertaniannya belum lama ini. (Solopos/Chrisna Chanis Cara)

Solopos.com, SOLO — Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur, Kelurahan Joglo, Banjarsari, Solo, sukses berbisnis sayur organik sejak 2019 lalu. Mereka menjual berbagai jenis sayuran yang mereka tanam sendiri.

Mereka mengoptimalkan lahan bekas tempat pembuangan sampah seluas 750 meter persegi di RW 005 Joglo, Banjarsari, untuk ditanami sayuran seperti sawi, kangkung, terung, cabai, hingga selada. Setiap kali panen, sayuran mereka langsung habis dipesan warga setempat maupun masyarakat Solo secara umum.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

“Padahal awalnya kami hanya menyalurkan hobi saja sama berbagi sayuran untuk sosial,” ujar Ketua KWT Ngudi Makmur, Margareta Pety Aryani, saat ditemui Solopos.com, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Ikuti Pakta Milan, Pemkot Solo Susun Roadmap Kota Cerdas Pangan

Selain penjualan konvensional, Kelompok Wanita Tani Ngudi Makmur Solo memasarkan sayuran secara online. Pety mengatakan masyarakat merespons baik karena tahu sayuran mereka organik.

Menurut Pety, harga sayuran tersebut juga relatif lebih murah ketimbang yang dijual di supermarket. Belakangan mereka mengembangkan produk olahan pangan seperti jamu beras kencur hingga sirup bunga telang.

Produk Olahan

Namun ia mengakui produk olahan itu masih sulit dipasarkan. “Sejauh ini kami hanya memproduksi ketika ada pesanan maupun pameran. Kami belum berani stok produk karena kesulitan pemasaran. Selain itu kami masih terkendala izin PIRT [pangan industri rumah tangga],” ujarnya.

Baca Juga: Pemerhati Budaya: Kawasan Sriwedari Solo Harus Kembali ke Fungsi Awal

Ia berharap Pemkot Solo mendampingi dan membantu mencari segmen pasar sehingga kegiatan Kelompok Wanita Tani Ngudi Makmur dapat lebih berdaya guna. “Kami ingin KWT ini bisa memberi penghasilan tambahan bagi ibu-ibu,” ujar Pety.

Sementara itu, Kelompok Pertanian Urban (Poktanur) Latar Rejeki, Kerten, Laweyan, baru-baru ini mengembangkan budi daya ikan dalam ember (budikdamber) untuk mewujudkan ketahanan pangan warga setempat. Mereka diberi bantuan alat dan benih ikan lele dari Pemkot untuk mengembangkan gerakan.

“Hasilnya lumayan. Warga bisa berhemat pengeluaran untuk lauk sehari-hari. Beberapa anggota bahkan mampu menjual hasil panen ikannya untuk tambahan penghasilan. Sebagian uangnya dibelikan benih lagi sehingga ketahanan pangan tetap terjaga,” ujar Koordinator Latar Rejeki, Septina Setyaningrum.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode