SOLOPOS.COM - Foto Ilustrasi JIBI/Bisnis Indonesia/Rachman

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Pertambangan dan ESDM (Disperindagkop ESDM) Gunungkidul Sumaryadi menyatakan, berkurangnya pasokan gas elpiji ukuran tiga kilogram ke masyarakat karena ada peningkatan kebutuhan menjelang Hari Natal dan tahun baru.

“Sekarang kebutuhan masyarakat meningkat karena menghadapi Natal dan tahun baru,” kata Sumaryadi saat dihubungi Minggu (15/12/2013).

Promosi Mabes Polri Mengusut Mafia Bola, Serius atau Obor Blarak

Menurut Sumaryadi, tidak ada pengurangan stok gas elpiji ukuran tiga kilogram dari pangkalan ke pengecer. Hanya, karena kebutuhan meningkat sehingga gas cepat habis. Selain menghadapi Natal dan Tahun baru, kata dia, juga karena saat ini musim hujan. “Musim hujan jarang yang masak menggunakan kayu bakar. Semuanya beralih ke kompor gas,” tutur dia.

Sumaryadi menambahkan, peningkatan penggunaan gas elpiji paling terasa di sejumlah lokasi wisata. Sumaryadi mengatakan, stok gas elpiji tiga kilogram sebanyak 2.203.365 tabung masih aman hingga akhir tahun.

Sutarto, salah satu pengecer gas ukuran tiga kilogram di Jalan Wonosari-Baron mengaku sejak dua pekan terakhir ada peningkatan pengguna gas. Bahkan kiriman dari pangkalan yang biasanya 50 tabung gas saat ini dikurangi menjadi 25 tabung. “Kemarin kiriman gas baru dua jam sudah habis, banyak masyarakat yang mencari,” ujar Sutarto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya