[ X ] CLOSE

Kekerasan di Rumah, Siapakah yang Lebih Sering Mencubit Anak, Bapak atau Ibu?

Orang tua kurang menyadari, setiap tindak kekerasan yang diterima anak termasuk mencubit hanya akan merusak struktur otak si buah hati.
Kekerasan di Rumah, Siapakah yang Lebih Sering Mencubit Anak, Bapak atau Ibu?
SOLOPOS.COM - Ilustrasi orang tua marah ke anak. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Pandemi Covid-19 menjadikan anak lebih rentan menjadi korban kekerasan di rumah. Mencubit menjadi kekerasan fisik yang paling sering diterjadi dan menimpa anak selama pandemi.

Data hasil survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan selama pandemi ada 2 dari 5 orang tua mencubit anak. Kemudian 2 dari 5 orang tua menjewer dan 1 dari 5 orang tua terpaksa memukul anaknya. Sejumlah kekerasan fisik lainnya dilakukan orang tua seperti menarik, mengurung, mendorong, menampar, menjambak, menendang, dan menginjak.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! Membacakan Dongeng ke Anak Punya Banyak Manfaat

Berikut data kekerasan oleh orang tua kepada anak selama pandemi seperti data dari KPAI.

Mencubit 39,8%

Menjewer 19,5%

Memukul 10,6%

Menarik 7,7%

Mengurung 5,2%

Mendorong 2,4%

Menampar 2,4%

Menjambak 1,6%

Menendang 0,8%

Menginjak 0,3%

Dari survei itu, diketahui ibu cenderung lebih sering mencubit anak dibandingkan bapak. Pencubit kepada cenderung dilakukan ibu dengan skor 42,4% dibanding ayah 32,3%.

Baca Juga: Mengenal Drone Parenting, Pola Asuh Anak yang Cocok untuk Ibu-Ibu Milenial

Tidak hanya kekerasan fisik, anak juga rentan mengalami kekerasan psikis. Kekerasan psikis yang paling sering dialami anak adalah dimarahi 56%. Kemudian dibandingkan dengan anak lain 34%, dibentak 23%, dipelototin 13%, dihina 5%, diancam 4%, dipermalukan 4%, dibully 3%, dan diusir 2%

Pelaku kekerasan psikis berurutan yakni Ibu 79,5%, ayah 42%, kakak/adik 20,4%.

Psikolog anak, Seto Mulyadi, menuturkan anak-anak pada prinsipnya senang bermain, belajar, dan begerak. Namun, kesenangan ini terkendala lantaran ada pandemi yang memaksa mereka harus berada di rumah.

Akibatnya, anak-anak menjadi cemas. Anak yang semula rajin menjadi pemalas. Kondisi ini diperparah dengan kecemasan orang tua pula lantaran masalah finansial, hasil belajar anak yang tidak optimal dan permasalahan lainnya.

Baca Juga: 7 Tips Jitu Menghadapi Anak Tantrum

Sebagaimana dilansir dari Liputan6.com, pria yang akrab disapa Kak Seto ini juga menyebut tindak kekerasan pada anak yang sering dilakukan orang tua adalah mencubit.

“Mencubit karena gemes dan dilakukan dengan penuh sayang dan cinta, itu tidak termasuk [tindak kekerasan]. Tapi, kalau mencubit dengan rasa jengkel, marah, gertakan, dan sampai menyakiti hati anak, itu tandanya telah kasar,” kata dia.

Orang tua kurang menyadari, setiap tindak kekerasan yang diterima seorang anak termasuk mencubit hanya akan merusak struktur otak si buah hati. “Kepribadian mereka juga terganggu. Yang berisiko menimbulkan kepribadian yang menyimpang,” kata Kak Seto.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago